2014-04-10: WRTG: NYMEX Light Sweet Crude: $102.56 (2.12)
2014-04-10: WRTG: ICE Brent : $107.67 (1.85)
2014-04-10: WRTG: RBOB Gasoline NY Harbor: $2.9801 (0.0541)
2014-04-10: WRTG: Heating Oil NY Harbor: $2.9344 (0.0437)
2014-04-10: WRTG: NYMEX Natural Gas: $4.534 (0.058)
2014-04-08: OPEC: Daily Basket Price: $103.16
Kamis, 17 April 2014

Berita

Peran Sektor ESDM dalam Pembangunan Nasional

JAKARTA. Peran sektor Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dalam pembangunan nasional memiliki rekam jejak yang nyata. Bahkan, dalam kurun tahun 1980-an, sektor ini merupakan andalan utama penerimaan negara. Peran tersebut masih terus dijalankan hingga kini. Sektor ESDM menyumbang sekitar 33% penerimaan negara.

Berdasarkan target penerimaan nasional tahun 2008 sebesar Rp 894,9 triliun, sumbangan sektor ESDM direncanakan mencapai Rp 295 triliun atau 33%. Sumbangan sektor ESDM tersebut terdiri dari sub sektor migas sebesar Rp 257,1 triliun, sub sektor pertambangan umum sebesar Rp 36,8 triliun dan lain-lain sebesar Rp 1,1 triliun.

Sumbangan sektor ESDM tersebut dihitung menggunakan asumsi kurs rupiah sebesar Rp 9.100 per USD, Indonesia Crude Price (ICP) 95,00 USD/barel dan lifting minyak mentah sebesar 927 ribu barel. Penerimaan ini masih belum termasuk deviden dari BUMN dilingkungan sektor ESDM, pajak-pajak dari pengusahaan sektor ESDM yang terdiri PPN, PBBKB dan PBB. Demikian pula dengan penerimaan usaha pertambangan yang ijinnya diterbitkan oleh Bupati dan yang masih diaudit.

Dibanding realisasi tahun 2007, penerimaan negara dari sektor ESDM mengalami kenaikan. Realisasi tahun 2007 sebesar Rp 214,2 triliun atau 30,2% dari penerimaan nasional sebesar Rp 708,5 triliun. Penerimaan sektor ESDM tahun 2007 terdiri dari penerimaan sub sektor migas sebesar Rp 176,95 triliun, penerimaan sub sektor pertambangan umum sebesar Rp 35,96 triliun dan penerimaan lain-lain sebesar Rp 1,23 triliun.

Peran sektor ESDM dalam memacu roda perekonomian nasional bukan hanya dalam bentuk sumber devisa dan penerimaan negara saja, tetapi mencakup kegiatan ekonomi lain seperti penyerapan tenaga kerja, penyediaan bahan baku industri, bahan bakar domestik dan memacu efek berantai ekonomi. Disamping itu sub sektor pertambangan umum merupakan faktor dominan dalam pembentukan IHSG.
PDFCetakE-mail