2014-11-04: WRTG: NYMEX Light Sweet Crude: $80.54 (-0.58)
2014-11-04: WRTG: ICE Brent: $85.86 (-0.38)
2014-11-04: WRTG: RBOB Gasoline NY Harbor: $2.1695 (-0.0263)
2014-11-04: WRTG: Heating Oil NY Harbor: $2.5145 (0.0017)
2014-11-04: WRTG: NYMEX Natural Gas: $3.873 (0.046)
2014-12-02: OPEC: Daily Basket Price: $68.13
Senin, 22 Desember 2014

Berita

BATUBARA

Cadangan Batubara Indonesia Sebesar 12 Miliar Ton

Berdasarkan aplikasi sistem database yang dikembangkan oleh Badan Geologi Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dengan NEDO, terjadi perubahan besarnya sumber daya batubara di Indonesia. Jika sebelumnya jumlah sumber daya batubara sebesar 26 miliar ton kini menjadi 65,4 miliar ton. Sedang cadangan dari 2,6 miliar ton menjadi 12 miliar ton.  “Saya menyambut gembira kerjasama ini dengan fokus pengelolaan data dan informasi batubara dalam meningkatkan pengetahuan dan pemahaman kita tentang potensi sumber daya batubara dan kualitasnya,’’ ujar Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro saat memberikan sambutan pada acara Presentasi Hasil Kerjasama Studi Sumber daya dan Cadangan Batubara di Indonesia, Kamis (19/4), di Jakarta.

Diungkapkan oleh Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro, peran batubara akan semakin meningkat di waktu akan datang. Oleh sebab itu keberadaan data dan informasi yang lebih akurat serta dapat diakses dengan mudah oleh para pelaku usaha batubara sangat penting. Selanjutnya diharapkan akan menjadi daya tarik usaha dan investasi pertambangan usaha batubara.

Produksi batubara Indonesia tahun 2006 sebesar 162 juta ton dan 120 juta ton diantaranya digunakan keperluan ekspor. “Dari jumlah batubara yang diekspor tersebut, 29 juta  (26%) dikirim ke Jepang,’’ ujar Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro. Peningkatan konsumsi juga terjadi di dalam negeri. Jika saat ini PT PLN membutuhkan 31 juta ton, diperkirakan tahun 2010 akan menjadi 113 juta ton.

Pada kesempatan tersebut Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro menyampaikan masalah yang dihadapi saat ini dan ke depan dalam aspek pemanfaatan batubara adalah masalah lingkungan dan konflik penggunaan lahan. “Masalah yang berkenaan dengan penggunaan lahan pertambangan batubara perlu mendapatkan perhatian,’’ tegas Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro.

Pertambahan penduduk dan tekanan untuk melindungi hutan dan sumber daya air membuat perluasan atau ekstensifikasi akan semakin sulit. “Dengan demikian perhatian untuk mengambangkan underground harus sudah dimulai dari sekarang,’’ papar Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro. Diharapkan database ini bisa memberikan rangsangan bagi usaha pertambangan bawah tanah.
PDFCetakE-mail