Parse error: syntax error, unexpected $end in /home/esdm/public_html/www.esdm.go.id/htdocs/index.php(1) : eval()'d code on line 149

Parse error: syntax error, unexpected $end in /home/esdm/public_html/www.esdm.go.id/htdocs/includes/defines.php(1) : eval()'d code on line 149

Parse error: syntax error, unexpected $end in /home/esdm/public_html/www.esdm.go.id/htdocs/includes/framework.php(1) : eval()'d code on line 149

Parse error: syntax error, unexpected $end in /home/esdm/public_html/www.esdm.go.id/htdocs/configuration.php(1) : eval()'d code on line 149

Parse error: syntax error, unexpected $end in /home/esdm/public_html/www.esdm.go.id/htdocs/libraries/joomla/config.php(1) : eval()'d code on line 149

Parse error: syntax error, unexpected $end in /home/esdm/public_html/www.esdm.go.id/htdocs/libraries/joomla/session/storage/database.php(1) : eval()'d code on line 149

Parse error: syntax error, unexpected $end in /home/esdm/public_html/www.esdm.go.id/htdocs/libraries/joomla/database/database.php(1) : eval()'d code on line 149

Parse error: syntax error, unexpected $end in /home/esdm/public_html/www.esdm.go.id/htdocs/libraries/joomla/database/database/mysql.php(1) : eval()'d code on line 149

Warning: session_start() [function.session-start]: Cannot send session cookie - headers already sent by (output started at /home/esdm/public_html/www.esdm.go.id/htdocs/index.php(1) : eval()'d code:149) in /home/esdm/public_html/www.esdm.go.id/htdocs/libraries/joomla/session/session.php on line 407

Warning: session_start() [function.session-start]: Cannot send session cache limiter - headers already sent (output started at /home/esdm/public_html/www.esdm.go.id/htdocs/index.php(1) : eval()'d code:149) in /home/esdm/public_html/www.esdm.go.id/htdocs/libraries/joomla/session/session.php on line 407

Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/esdm/public_html/www.esdm.go.id/htdocs/index.php(1) : eval()'d code:149) in /home/esdm/public_html/www.esdm.go.id/htdocs/libraries/joomla/session/session.php on line 410

Parse error: syntax error, unexpected $end in /home/esdm/public_html/www.esdm.go.id/htdocs/plugins/system/legacy/functions.php(1) : eval()'d code on line 149

Parse error: syntax error, unexpected $end in /home/esdm/public_html/www.esdm.go.id/htdocs/plugins/system/legacy/mysql.php(1) : eval()'d code on line 149
Berita http://www.esdm.go.id/berita/listrik.html Sun, 21 Sep 2014 06:02:18 +0700 Joomla! 1.5 - Open Source Content Management id-id Gunakan CNG, PLN Batam Untung Rp 50 Milyar http://www.esdm.go.id/berita/listrik/39-listrik/6901-gunakan-cng-pln-batam-untung-rp-50-milyar.html BATAM – Setelah beralih dari solar ke gas sebagai bahan bakar pembangkit, PLN Batam mencatat peningkatan keuntungan hingga Rp 50 milyar per tahun. Seliuruh pembangkit listrik di Batam tidak saat ini tidak lagi menggunakan BBM sebagai bahan bakar. Dari 340 MW daya mampu yang tersedia, 110 MW (30%) dihasilkan dari batubara dan sisanya 230 MW (70%) dihasilkan dari gas.

“Tahun 2013, saya memulai program CNG gas...karena saat itu kita kelebihan pasokan gas. CNGnya kita gunakan untuk menggantikan bahan bakar pembangkit disekitar Batam yang masih menggunakan solar. Saya bawa ini ke PLN, Pak saya kelebihan gas, mboklah yang disana gantilah dengan gas, loh saya nanti mesti ganti pembangkit, ga usah kata saya, saya kasih pembangkitnya, pembangkit gasnya saya siapin, akhirnya saya ditantang, yaudah kalau bisa cepet, tiga bulan atau empat bulan sudah selesai, kemudian pada tanggal 10 Februari 2014, diresmikan oleh Gubernur disana,” ujar Direktur Utama Direktur Utama Bright PLN Batam, Dadan Kurniadipura, Kamis (21/8/2014).

“Dengan 6 MW, kita kirim CNGnya kesana, PLN dalam satu tahun dapat menghemat 50 milyar, inikan membantu pemerintah mengurangi konsumsi BBM khususnya di sektor pembangkit, kan subsidi BBM sudah tinggi sekali, kita dapat berkontribusi dalam hal sekecil apapun di Republik ini,” lanjut Dadan.
 
Kedepan, lanjut Dadan, “ saya akan bikin LNG (liqued natural gas), kenapa saya punya cita-cita seperti itu, karena kedepan saya juga akan ada jatah gas tambahan untuk Tanjung Uncang, LNGnya dibangun disebelahnya Tanjung Uncang, CNG akan kita jalankan, LNG juga kita jalankan, karena LNG kita bisa kirimkan dalam jarak yang jauh sedangkan CNG dalam jarak dekat dan kecil volumenya, 6 MW di Bintan masih oke.tapi kalau sudah jaraknya jauh kita harus bawa ke Jambi atau kita bawa ke Pontianak itu harus LNG dan voluemnya lebih besar”.

“Nah ini yang kita tawarkan kepada PLN holding menggantikan solar-solar itu dengan LNG dengan mesinya kita sekaligus,” imbuh Dadan lagi. 

Tahun 2015 mendatang, akan dibangun pembangkit listrik 190 MW di Batam berbasis PLTGU, karena pelanggannya belum ada maka pasokan gas yang tersedia akan dimanfaatkan untuk diolah menjadi CNG untuk menggantikan pembangkit-pembangkit listrik yang masih menggunakan solar. (SF)
]]>
Listrik Thu, 21 Aug 2014 23:54:40 +0700
PLN Batam Tidak Disubsidi dan Tidaklagi Gunakan Solar http://www.esdm.go.id/berita/listrik/39-listrik/6900-pln-batam-tidak-disubsidi-dan-tidaklagi-gunakan-solar.html BATAM – Hampir 14 tahun PLN Batam tidak lagi menikmati subsidi dari pemerintah dan sejak tahun 2012 lalu juga tidak lagi menggunakan solar sebagai bahan bakar pembangkit. Pasokan listrik untuk Pulau Batam dihasilkan dari pembangkit listrik batubara (PLTU)  dan gas (PLTG). Daya mampu PLN Batam saat ini 340 MW, dengan beban puncak sebesar 324 MW. Selisih yang kecil tersebut membuat Batam masih rentan terjadi pemadaman dengan pembangunan PLTG Tanjung Uncang (2X42,5 MW) diharapkan dapat memperbesar selisih daya mampu yang ada.

“Tahun 2000, PLN Batam dinyatakan sebagai anak perusahaan PLN dan sejak saat itu pula tidak lagi menikmati subsidi, Cuma memang perjalanannya jatuh bangun, jatuh bangun. Agustus 2012, saya declare tidak bakar BBM,”ujar Direktur Utama PLN Batam Dadan Koerniadipoera. Kamis, (21/8/2014).

Dadan menjelaskan kenapa tidaklagi menggunakan BBM sebagai bahan bakar pembangkit, karena menurutnya penggunaan BBM sangat mahal dan merugikan PLN Batam  “ Ada kejadian pembangkit gas kita 40 MW rusak, terjadi pemadaman, karena terjadi pemadaman kita bakar solar, menggantikan yang 40 mega ini, apa yang terjadi, selama 3 bulan, sehari cuma 3 jam saya bakar solar untuk 40 mega dalam 3 bulan keuntungan saya tergerus 80 milyar sedangkan waktu itu untung kita cuma  60 milyar, jadi defisit kita, sejak saat itu berhenti kita bakar solar,” jelas Dadan.

Kondisi kelistrikan Batam saat ini, beban puncak 324 MW daya mampu kita dari gas dan batubara itu ada diangka 340 MW, dengan komposisi pembangkit di PLN Batam, 70% berbahan bakar gas dan 30% batubara. “Tidak ada pembangkit di Batam yang menggunakan BBM sebagai bahan bakar pembangkit, solar digunakan hanya untuk memanaskan mesin dan kalau terjadi pemadaman (blackout) atau gangguan-gangguan,” lanjut Dadan.

Dengan tidaklagi menggunakan BBM dan beralih ke bahan bakar lain seperti gas dan batubara tentunya PLN Batam selain mendapat berbagai macam keuntungan juga tentunya membantu pemerintah mengurangi pemakaian BBM.(SF)
]]>
Listrik Thu, 21 Aug 2014 07:33:08 +0700
Jelang Lebaran, Kondisi Kelistrikkan Aman http://www.esdm.go.id/berita/listrik/39-listrik/6884-jelang-lebaran-kondisi-kelistrikkan-aman.html JAKARTA - Hari ini Jumat, 25 Juli 2014, Wakil Menteri ESDM berserta jajarannya melakukan kunjungan ke PLN Gandul dalam rangka melihat dan menyaksikan kesiapan PLN dalam menyongsong Hari Raya Idul Fitri. Dirut PLN, Nur Pamudji menyatakan kesiapan PLN menghadapi libur lebaran.

“Seluruh jajaran PLN, sistem-sistem nya. kalau ada gangguan, semua sudah siap ada satgas-satgas khusus dari tiap-tiap daerah seluruh Indonesia itu sudah siap dari segi ketersediaan Daya,” ujar Nur Pamudji.

Kebutuhan listrik dimasa-masa Idul Fitri cenderung berkurang dari yang biasanya, tambah Nur Pamudji, dicontohkannya,  di Jawa, kebutuhan rata-rata sebesar 23.000 MW, kemudian selama lebaran turun menjadi 14.000 MW jadi ada penurunan kira-kira 10.000 MW.

“Karena terjadi pengurangan, daya yang 10.000 MW itu harus mematikan pembangkit-pembangkit terutama yang besar-besar karena kalau pembangkit itu tetap jalan kalau daya nya besar kemudian tekanan tinggi, kemudian pemakaian tinggi, bisa saja tegangan di rumah bisa tinggi hal itu bisa menyebabkan kerusakan yang tidak diinginkan, jadi tantangan nya bagaimana me-manage atau mematikan pembangkit-pembangkit tadi untuk selama 1 atau 2 minggu kemudian selama libur Lebaran, kemudian nanti dinyalakan kembali”, jelas Nur Pamudji.

Selanjutnya Nur memastikan bahwa tidak akan terjadi pemadaman listrik kecuali di Kalimantan Barat karena disana ada defisit kira-kira 15.000 MW dari kebutuhan 23.000 MW, jadi disana perlu dihemat listrik,” ujar Nur. (CL)]]>
Listrik Fri, 25 Jul 2014 03:40:19 +0700
Wakil Menteri ESDM Tinjau PLN P3BJB, Gandul http://www.esdm.go.id/berita/listrik/39-listrik/6881-wakil-menteri-esdm-tinjau-pln-p3bjb-gandul.html KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL
REPUBLIK INDONESIA

SIARAN PERS
NOMOR: 41/SJI/2013
Tanggal: 25 Juli 2014

PENINJAUAN KESIAPAN SUB SEKTOR KETENAGALISTRIKAN JELANG HARI RAYA IDUL FITRI 1435 H
 Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Susilo Siswoutomo  didampingi oleh Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Jarman dan jajaran Direksi PT PLN (Persero) serta para pejabat di lingkungan Kementerian ESDM pada hari ini, Jumat (25/7) melakukan kunjungan kerja sektor ESDM bidang ketenagalistrikan jelang Idul Fitri 1435 H yang akan jatuh pada tanggal 28-29 Juli 2014.

Kunjungan kerja ini  dilakukan dengan mengunjungi kantor PT. Perusahaan Listrik Negara (Persero) Penyaluran dan Pusat Pengatur Beban Jawa Bali (PLN P3BJB) yang berlokasi di Gandul, Limo, Cinere, Depok. Kunjungan kerja ini dimaksudkan untuk lebih memantapkan kehandalan pasokan, operasional, dan langkah-langkah untuk menjaga keamanan pasokan listrik.

Kebutuhan pasokan listrik menjadi hal yang sangat penting untuk masyarakat yang akan merayakan Hari Raya Idul Fitri. Berdasarkan pengalaman selama ini, beban puncak pada hari Raya Idul Fitri pada umumnya lebih rendah dibandingkan dengan beban puncak pada kondisi hari kerja (proyeksi berkurang 10-15%) dikarenakan pada hari tersebut industri yang mengkonsumsi tenaga listrik yang sangat besar dan perkantoran berhenti beroperasi (libur). Prakiraan kondisi pasokan tenaga listrik selama periode Lebaran 2014 pada Sistem Kelistrikan Jawa-Bali berada pada kondisi pasokan cukup.

Kondisi Sistem Kelistrikan Jawa-Bali pada saat ini dalam status Normal dengan Cadangan Operasi sebesar 3.029 MW dengan beban puncak tertinggi sebesar 23.227 MW dan Daya Mampu sebesar 26.256 MW. Perkiraan beban puncak tertinggi pada saat puncak perayaan Hari Raya Idul Fitri 1435 H adalah sebesar 14.524 MW dengan cadangan operasi sebesar 9.261 MW daya mampu sebesar 23.785 MW.

Dalam rangka pengamanan pasokan, Kementerian ESDM menghimbau masyarakat agar tetap menjalankan ‘gerakan hemat listrik’, untuk tidak berlebihan menggunakan listrik serta mematikan alat-alat listrik jika meninggalkan rumah. Pihak PLN telah berkomitmen untuk tidak melakukan pemeliharaan yang dapat mengganggu pasokan listrik pada H-15 hingga H+15 terkecuali perbaikan yang disebabkan gangguan sehingga dapat meminimalisir terjadinya pemadaman listrik.
  Kepala Pusat Komunikasi Publik



Saleh Abdurrahman]]>
Listrik Thu, 24 Jul 2014 19:38:37 +0700
CNG Terangi Pulau Bawean, PLN Hemat Rp 1.488 Milyar Per Bulan http://www.esdm.go.id/berita/listrik/39-listrik/6872-cng-terangi-pulau-bawean-pln-hemat-rp-1488-milyar-per-bulan.html JAKARTA - PT PLN (Persero) terus memanfaatkan teknologi Compressed Natural Gas (CNG) untuk memenuhi kebutuhan energi primer pembangkit listrik yang tidak terjangkau fasilitas pipa gas dan masih menggunakan mesin diesel berbahan bakar minyak solar. Seperti yang terjadi di pulau Bawean, Gresik, Jawa Timur. PLN Distribusi Jawa Timur bekerja sama dengan PT Pembangkitan Jawa Bali (PJB), anak perusahaan PLN, telah membangun pusat listrik tenaga mesin gas (PLTMG) berkapasitas 3x1 Megawatt (MW). Sebanyak dua unit mesin gas telah beroperasi dengan kapasitas 2 MW, sedangkan satu unit lainnya akan segera menyusul.
 
PLTMG Bawean merupakan hasil rehab dari PLTD lama yang kemudian disesuaikan dengan desain PLTMG. Hal ini murni merupakan hasil karya putra putri Indonesia. PLTMG Bawean akan mendapat pasokan gas dari terminal CNG Gresik. CNG tersebut disimpan dalam tabung-tabung dan diangkut dengan kapal laut dari Gresik melintasi laut Jawa sejauh 80 mil laut atau 120 kilometer ke pulau Bawean.
 
Sebelum beroperasinya PLTMG Bawean, pasokan listrik pulau ini berasal dari pembangkit listrik tenaga diesel yang menghasilkan 4,7 MW. Dengan beban puncak tertinggi mencapai 4,047 MW pada bulan Ramadhan. Sedangkan beban puncak rata-rata sebesar 3,8 MW. Jumlah pelanggan yang dilayani di pulau ini 17.252 pelanggan.
 
Selain itu, PLN pun harus mengeluarkan ongkos produksi yang tidak murah untuk membeli BBM. Sebanyak 503.096 liter BBM digunakan mesin-mesin diesel di Bawean per bulan. Bila ditambah dengan biaya transportasi BBM dan sewa mesinmaka biaya produksi sekitar Rp 2.800 per kWh.
 
Dengan akan beroperasinya tiga unit mesin gas di Bawean, maka sebagian besar listrik di pulau Bawean akan dihasilkan dari PLTMG. Potensi penghematan yang akan diperoleh akibat pengurangan pemakaian BBM yakni sekitar Rp. 1, 488 milyar per bulan. Disamping itu hal ini akan sangat signifikan dalam menumbuhkan iklim investasi di pulau Bawean.
 
CNG plant merupakan usaha PLN untuk melakukan efisiensi pemakaian gas dengan cara pemampatan atau kompresi gas pada saat kebutuhan pembangkitan rendah. Proyek ini akan terus dikembangkan untuk memenuhi energi primer pembangkit listrik ke pulau-pulau kecil yang tidak terjangkau fasilitas pipa gas dan untuk menekan pemakaian BBM.
 
Bawean adalah sebuah pulau yang terletak di laut Jawa, sekitar 80 Mil atau 120 kilometer sebelah utara Gresik. Secara administratif, pulau ini termasuk ke dalam kabupaten Gresik, propinsi Jawa Timur. Untuk mencapai pulau Bawean, perjalanan darat dilakukan dari bandar udara Djuanda, Surabaya, menuju pelabuhan Gresik dengan waktu tempuh dua jam. Perjalanan dilanjutkan lagi dengan kapal laut selama tiga jam ke pelabuhan Sangkapura di pulau Bawean.
]]>
Listrik Mon, 14 Jul 2014 17:41:41 +0700
Si Pitung Amankan Pilpres http://www.esdm.go.id/berita/listrik/39-listrik/6869-si-pitung-amankan-pilpres.html JAKARTA - Menghadapi Pemilihan Presiden (Pilpres) tahun  2014 PLN Distribusi Jakarta Raya dan Tangerang tetap menjaga kontinuitas pasokan daya listrik di sisi 20 KV untuk wilayah Jakarta dan Tangerang secara optimal. Pantauan secara khusus dilakukan terhadap objek-objek vital saat Pemilu di Jakarta dan Tangerang. Tanggal 27 Maret 2014 telah diresmikan Posko Si Pitung – Posko Siaga Pasokan Listrik Pemilu Jakarta dan Tangerang, yang berfungsi sebagai tempat pemantauan dan siaga pengamanan distribusi listrik selama proses Pemilu Legislatif dan Pemilihan Presiden. Posko ini berpusat di Kantor Distribusi PLN Distribusi Jakarta Raya dan Tangerang, Jl. M. I. Ridwan Rais No. 1 Jakarta Pusat dan tersebar di seluruh Kantor Area PLN Disjaya.

Menjaga kehandalan pasokan sudah menjadi tugas dan tanggung jawab PLN setiap saat. Namun, dalam hajatan besar Republik Indonesia setiap 5 tahun sekali ini perlu ditingkatkan kesiapan dan kesiagaannya. Petugas pemeliharaan jaringan tetap melaksanakan piket standby Jaringan Tegangan Menengah (JTM) dan Jaringan Tegangan Rendah (JTR) yang terbagi dalam 3 shift selama 24 jam, khususnya dalam hal percepatan mengatasi gangguan dan atau pemulihannya. Peningkatan kesiapan piket operasional ini didukung 99 unit mobil pelayanan dan 95 unit motor (unit layanan cepat) di seluruh posko pelayanan teknik.

Piket siaga dan penguatan khusus diberlakukan selama bulan Juni-Juli 2014. PLN Disjaya tidak merencanakan pemadaman aliran listrik untuk kepentingan pembangunan jaringan, rehabilitasi dan atau pemeliharaan jaringan tenaga listrik selama proses Pemilihan Presiden. Perkiraan beban puncak di wilayah Jakarta dan Tangerang pada tanggal 9 Juli 2014 yaitu 4130 MW pada siang hari dan 4628 MW pada malam hari. Jumlah pemakaian listrik di Jakarta dan Tangerang mengalami penurunan dari rata-rata beban puncak karena pada tanggal 9 Juli adalah hari libur dimana banyak kantor dan industri yang tidak beraktifitas.. Sedangkan daya mampu jaringan distribusi PLN Disjaya kurang lebih 10.000 MW. Bisa disimpulkan pasokan listrik Jakarta dan Tangerang saat Pemilihan Presiden 2014 cukup dan aman. Sebagai informasi, beban puncak tertinggi yang pernah dicapai Disjaya yaitu 6863 MW pada siang hari dan 6287 MW pada malam hari jatuh pada tanggal 7 Mei 2014.

Listrik padam bisa saja terjadi dalam keadaan yang tidak terencana seperti bila terjadi gangguan pada sistem jaringan tenaga listrik, kejadian yang tidak terduga sebelumnya atau bencana alam (force majeure). Mengantisipasi percepatan pemulihan terhadap kemungkinan terjadinya gangguan jaringan, PLN Disjaya dan Tangerang melakukan siaga penuh pada setiap Posko Si Pitung pada 35 wilayah selama 24 jam sehari 7 hari seminggu. Posko-posko tersebut dapat dihubungi melalui Call Center 123 dari telepon rumah maupun (021) 123 dari telepon seluler, Facebook PLN123 dan Twitter @pln_123.

Langkah-langkah operasional yang dipersiapkan PLN Disjaya dan Tangerang, antara lain :
  1. Melakukan pengecekan pada seluruh Jaringan Tenaga Listrik (JTL) di wilayah Disjaya dan Tangerang, terutama kondisi JTL yang kritis, yang diperkirakan dapat menimbulkan gangguan padam di sisi pelanggan. Apabila diketahui ada jaringan yang rawan gangguan akan segera diperbaiki.
  2. Pada system 20 KV diusahakan kondisi jaringan dalam keadaan normal. Apabila terdapat gangguan, maka akan dilakukan manuver jaringan dengan melihat kemampuan peralatan distribusi di sisi 20 KV sehingga daerah yang terganggu bisa diisolir dan segera dilakukan perbaikan
  3. Mempersiapkan 14 Mobil Unit Deteksi Gangguan Kabel, 21 Mobil Unit Gardu Bergerak (UGB), 18 Mobil Unit Trafo Bergerak (UTB), 13 Mobil Unit Kabel Bergerak (UKB), dan 22 Unit Genset. Khusus di wilayah Tangerang kami siapkan juga 3 Mobil Pekerjaan Dalam Keadaan Bertegangan (PDKB) Tegangan Menengah – 20 KV.
  4. Berkoordinasi dengan unit-unit dan anak perusahaan PLN terkait, yaitu  PT Indonesia Power dan PT Pembangkitan Jawa Bali dari sisi pembangkitan serta PLN P3B Jawa Bali dari sisi transmisi.
Adapun daerah-daerah yang menjadi pantauan saat Pilpres berlangsung yaitu Komisi Pemilihan Umum (KPU), Bawaslu, KPU DKI & KPUD, Kediaman Capres & Cawapres, Posko Pemenangan Capres, Kantor Walikota & Kabupaten Tangerang, Kantor DPP Partai Politik, Kantor Kecamatan DKI,  Kantor Kelurahan DKI, Kantor Kecamatan Wil. Tangerang, Kebayoran & Bekasi, Media Elektronik, Media Cetak Nasional, dan Rumah Sakit.

Semoga Pilpres bisa berjalan dengan aman dan lancar sesuai harapan kita semua. Aamiin.
]]>
Listrik Mon, 07 Jul 2014 00:28:12 +0700
Penjelasan Menteri ESDM Terkait Penyesuaian Tarif Dasar Listrik http://www.esdm.go.id/berita/listrik/39-listrik/6864-penjelasan-menteri-esdm-terkait-penyesuaian-tarif-dasar-listrik.html JAKARTA – selisih antara harga penyediaan tenaga listrik (BPP) dengan harga jual tenaga listrik selama ini ditanggung pemerintah dalam bentuk subsidi. Idealnya subsidi diberikan kepada yang berhak, yaitu dari kalangan masyarakat yang kurang beruntung, namun kenyataan yang terjadi tidak demikian, subsidi listrik yang diberikan pemerintah justru sebangian besar dinikmati oleh kalangan yang seharusnya tidak berhak.

Kenaikan tarif dasar listrik seharusnya sudah diberlakukan tahun lalu (2013), namun tidak jadi diberlakukan karena adanya tekanan terhadap APBN. Kenaikan tarif dasar listrik yang yang mulai berlaku efektif sejak 1 Juli 2014 ini merupakan langkah pemerintah untuk melepaskan subsidi dari yang tidak berhak.

“Subsidi energi (listrik dan BBM) terlalu tinggi semua sudah mengatakan itu, subsidi energi sudah diatas Rp 300 triliun, habis semua uang yang seharusnya dapat digunakan untuk membuat rumah sakit, sekolah, membuat jalan raya dan lain sebagainya untuk mensubsidi, sehingga semua orang sudah sepakat subsidi harus diturunkan,” ujar Menteri ESDM, Jero Wacik saat diwawancarai NET TV, Rabu (03/07/2014).

Nah sekarang lanjut Menteri, “bagaimana caranya menurunkan subsidi tersebut. Di BBM ada hitungan yang sudah jelas bahwa subsidi BBM jatuh ketangan yang tidak tepat itu 77%, jadi orang yang punya mobil sebetulnya tidak bisa mendapat subsidi, itu sudah orang menegah kaya, tapi yang punya mobil yang punya motor semua berlomba membeli BBM yang subsidi, Itungan saya dengan UGM, UI dengan ITB mengadakan survei itu 77% subsidi BBM jatuh ketangan yang tidak berhak yaitu yang menengah atas itu, padahal undang-undang menyatakan subsidi harus diberikan kepada orang yang tidak mampu, orang yang punya mobilkan “orang yang mampu”, ujar Menteri.

Subsidi listrik Menteri menjelaskan, “dulu subsidinya dari yang paling tinggi hingga yang paling rendah, jadi semua listrik disubsidi, nah karena itu, secara bertahap subsidinya harus dikurangi. Tahun lalu kita mau kurangi semuanya tetapi masih bertahan, situasinya masih berat kalau sekaligus semua sehingga tahun yang lalu yang kita naikkan adalah I3 dan I4, industri-industri besar dan terbuka itu dinaikkan, kemudian rumah tangga yang 6000 watt, rumah tangga yang punya AC 10 buah, punya kolam renang dirumahnya masa masih minta subsidi, itu ga logis dan tidak adil karena itu ini dicabut tahun lalu, mereka langsung harga ekonomi, bayar seperti harga komersial”.

Tahun ini ada 6 katogeri yang dinaikkan, Adapun Keenam golongan pelanggan listrik yang mengalami penyesuaian tarif adalah:
  1. Golongan industri menengah non-go publik (I-3), naik jadi Rp964 per kwh, dua bulan kemudian akan jadi Rp1.075 per kwh, dan dua bulan berikutnya Rp1.200 per kwh.
  2. Golongan Rumah Tangga (R-2) 3.500-5.500 Va, naik jadi Rp1.210 per kWh,dua bulan berikutnya naik ke Rp1.279 per kwh, dan dua bulan berikutnya ke Rp1.352 per kwh.
  3. Golongan pelanggan pemerintah (P2) di atas 200 kVa, naik jadi Rp1.081 per kwh, dua bulan berikutnya naik ke Rp1.139 per kwh, dan dua bulan berikutnya menjadi Rp1.200 per kwh.
  4. Golongan Rumah Tangga (R-1) TR 2.200 Va naik jadi Rp1.109 per kwh, dua bulan berikutnya naik ke Rp1.224 per kwh, dan dua bulan berikutnya menjadi Rp1.353 per kwh.
  5. Golongan penerangan jalan umum (P-3) naik jadi Rp1.104 per kwh, dua bulan berikutnya naik ke Rp1.221 per kwh, dan dua bulan berikutnya menjadi Rp1.352 per kwh.
  6. Golongan pelanggan rumah tangga (R-1) 1.300 Va naik jadi Rp1.090 per kwh, dua bulan berikutnya naik ke Rp1.214 per kwh, dan dua bulan berikutnya menjadi Rp1.352 per kwh.
Ada yang bertanya kenapa golongan rumah tangga golongan 450-900 Watt itu yang menerima subsidinya juga cukup besar tarifnya tidak dinaikkan, Menteri ESDM mengatakan, “disinilah letaknya pemerintah harus adil, disinilah ujian bagi pemerintah bagi saya khususnya Menteri ESDM, punya hati apa tidak terhadap orang miskin, sehingga saya berketetapan hati harus melindungi masyarakat yang kurang mampu. Ini bukan saya saja yang punya pikiran itu. Pak Presiden juga dan undang-undang juga mengamanahkan begitu sehingga saya berketetapan hati bahwa yang 450 watt dan 900 watt tidak naik”.

“Saya tidak mau, tidak punya hati saya kalau menaikkan yang itu, karena kelompok yang 450 sama yang 900 watt itu pasti masyarakat yang kurang mampu ini harus dilindungi, ada jutaan masyarakat yang itu. Karena ini harus dilindungi maka kenaikkannya harus ditanggung oleh yang lain oleh saudara-saudara kita yang lebih berpunya,” pungkas Menteri.

Penyesuaian tarif listrik diberlakukan secara bertahap agar tidak memberatkan pelanggan. “Sebenarnya kalau saya mau mudah, naikkan saja seluruhnya pada tanggal 1 Juli toh DPR sudah menyetujuinya, lagi-lagi saya masih mencari celah, adakah keringanan yang mesti diberikan, ada yaitu cicil naiknya, kenaikan yang mestinya diterapkan satu kali kita bagi tiga kali, jadi dua bulan, dua bulan, 1 juli naik, nanti 1 September naik lagi dan 1 November naik lagi dibagi tiga kali, ini tujuannya agar kalau tidak sekaligus agar menjadi lebih ringan,” imbuh Menteri.
   
Selanjut Menteri menjelaskan besaran angka kenaikkan yang ditanggung konsumen, “ Bagi saudara-saudar yang listriknya 1.300 Watt, berapakah kenaikkannya, saya sudah punya hitungan, tadinya bayar Rp 182.000 sebulan nanti bulan Juli ini, akhir bulan bayar listriknya Rp 202.600 berarti naik Rp 20.600 itu naikknya. Untuk yang 2200 Watt naikknya, itu naikknya hanya Rp 35.000 sebulan, kemudian 3500 hingga 5500 Watt , itu naikknya Rp 41.000”.

“Jadi kalau listrik saudara naik hanya 20.000 sebulan untuk kepentingan bangsa, mengurangi subsidi apa iya terlalu serem. Ada 2 juta rumah tangga baru di desa-desa di dusun-dusun memerlukan sambungan listrik baru dan itu memerlukan investasi. Kita itu hidup berbangsa artinya, yang miskin harus dilindungi dan punya hak untuk dapat listrik juga dan yang kaya mengertilah,” tutup Menteri. (SF)]]>
Listrik Wed, 02 Jul 2014 19:56:53 +0700
Kabupaten Raja Ampat, Butuh Pasokan Listrik http://www.esdm.go.id/berita/listrik/39-listrik/6851-kabupaten-raja-ampat-butuh-pasokan-listrik.html RAJA AMPAT – Pemerintah Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat, meski telah mengoptimalkan sumber-sumber energy alternatif yang ada, seperti matahari dan air, namun belum sepenuhnya memenuhi kebutuhan masyarakat Kabupaten Raja Ampat, sehingga masih rutin dilakukan pemadaman. Saat ini seluruh pasokan listrik yang ada di Kabupaten Raja Ampat dipasok dari pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) kapasitas 2.500 KVa.

Kabupaten Raja Ampat saat ini seperti baru bangun dari tidur panjangnya, sejak mencuatnya nama Raja Ampat sebagai surga dunia bawah laut, wisatawan domestik maupun internasional terus berdatangan, hal ini tentu saja membawa konsekuensi bagi pemerintah dan masyarakat setempat.

Salah satu konsekunsi yang secepatnya diadakan untuk mendukung pertumbuhan ecowisata tersebut antara lain, Infrastruktur pendukung seperti pelabuhan laut dan udara, jalan raya, dan infrastruktur energi yang masih minim.

Pembangunan untuk melengkapi fasilitas yang ada sedang dilakukan Pemerinta Kabupaten Raja Ampat “seperti, perluasan bandara, dermaga dan desa-desa wisata terus dipacu pembangunannya. Sama seperti yang lainnya, pembangunan sumber daya manusia juga dilakukan dengan training, diklat dan peningkatan pendidikan formil.
 
Bagaimana dengan ketersediaan dan pembangunan infrastruktur energi?..yang tentunya memiliki peran yang sangat vital untuk menggerakan roda perekonomian. Tanpa energy bagaimana mungkin semua kegiatan ekonomi dapat dilaksanakan, bukankah energy saat ini sudah merupakan kebutuhan yang vital.

Pasokan listrik di Kabupaten Raja Ampat khususnya di Kota Waisai saat ini dipasok dari pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) Waisai, dengan kapasitas 2.500 KVA, ujar Sekretaris Kepala Dinas Pertambangan Dan Energi, Kabupaten Raja Ampat, Yunus Burdam, ditemui disela-sela acara Seminar Internasional Seminar on Sustainable Management of Marine Biodiversity di Gedung Pari, Raja Ampat, Selasa (17/6/2014).

PLTD yang dibangun dengan anggaran APBD tahun 2005 tersebut lanjut Burdam, belum mencukupi kebutuhan 1,921 pelanggan, karena saat ini, 1 unit generatornya mati sehingga pasokan yang seharusnya mencukupi beban puncak mencapai yang 1.900 KVA, kini tidak lagi mencukupi, maka terjadilah pemadaman.

Lalu bagaimanakah dengan upaya Pemerintah Pusat dalam mendukung pertumbuhan dan kemajuan Pemerintah Kabupaten Raja Ampat!..Provinsi Papua Barat termasuk didalamnya Kabupaten Raja Ampat ratio elektrifikasinya masih dibawah rata-rata nasional. Untuk itu Pemerintah Pusat berupaya untuk meningkatkan elektrifikasi Papua Barat dengan membantu meningkatkan penyediaan energy menggunakan dana APBN, APBD, Dana Alokasi Khusus Bidang Listrik Pedesaan dan dana hibah negara donor.

Dana Alokasi Khusus Bidang Listrik Pedesaan, dimanfaatkan untuk membangun PLTS Terpusat dan Tersebar, seperti yang terdapat di 22 Kampung dengan total 797 PLTS tersebar dan 1 unit PLTS Terpusat di Distrik Batanta  di Kabupaten Raja Ampat. Dana alokasi khusus juga dipergunakan untuk membangun 2 unit PLTMH masing-masing berkapasitas 20 KW juga di Kabupaten Raja Ampat.

Tahun ini, Pemerintah Pusat cq, Kementerian ESDM akan mengalokasikan dana APBN Rp 2,3 triliun untuk melaksanakan program listrik desa (Lisdes) diseluruh wilayah Indonesia yang sebagian diantaranya dialokasikan untuk Provinbsi Papua Barat. Di Kabupaten Raja Ampat Program listrik desa yang merupakan penggerak ekonomi pedesaan telah dilaksanakan di Distrik Waigeo Selatan, Misol Utara, Selawati Tengah dan Waigeo Utara. (SF)
]]>
Listrik Wed, 18 Jun 2014 20:37:09 +0700
Capai 3 Kali Rekor Beban Puncak, PLN Himbau Pelanggan Berhemat http://www.esdm.go.id/berita/listrik/39-listrik/6841-capai-3-kali-rekor-beban-puncak-pln-himbau-pelanggan-berhemat.html JAKARTA – PT PLN (Persero) meminta kepada seluruh pelanggan listrik untuk menggunakan listrik se efisien mungkin. Karena pemakaian tenaga listrik terutama pada system Jawa Bali telah mencapai 3 kali rekor beban dalam 3 bulan berturut-turut yaitu pada bulan April, Mei dan Juni 2014.Beban puncak  Juni 2014 tercatat sebagai yang tertinggi dibanding rekor tertinggi pada bulan April dan Mei, yakni sebesar 23.420 Megawatt (MW) yang terjadi pada Senin 9 Juni pukul 18.00 WIB.

Rekor terbaru beban puncak sistem Jawa Bali sebesar 23.420 MW ini naik sebesar 853 MW atau 3,77% dari beban puncak tahun 2013 sebesar 22.567 MW. Diperkirakan kenaikan beban puncak ini dipicu oleh kondisi cuaca yang lebih panas seiring memasuki musim kemarau. Disamping itu juga menjelang bulan puasa dan lebaran biasanya industri menaikkan produksinya, ujar Manajer Senior Komunikasi Korporat, PT PLN (Persero), Bambang Dwiyanto.

Bambang membandingkan, rekor beban puncak tertinggi bulan April 2014 sebesar 22.974 MW (terjadi pada tanggal 24 April jam 18.00 WIB) dan rekor beban puncak tertinggi bulan lalu sebesar 23.208 MW (terjadi pada tanggal 6 Mei jam 18.00 WIB).

Mengantisipasi pertumbuhan beban di sisi pelanggan, PLN akan terus berupaya memenuhi kecukupan pasokan listrik  dilakukan dengan terus membangun pembangkit baru, jaringan transmisi dan gardu induk.
 
Dijelaskan Bambang, saat ini kondisi pasokan listrik di sistem kelistrikan Jawa Bali cukup untuk memenuhi permintaan listrik. Namun PLN tetap menghimbau para pelanggan untuk menghemat penggunaan listrik khususnya untuk pemakaian yang sifatnya konsumtif. Hal ini bisa dilakukan diantaranya dengan mematikan alat elektronik yang tidak diperlukan, seperti lampu yang tidak digunakan, televisi yang tidak ditonton, radio yang sedang tidak didengarkan dan lain-lain. “Menghemat pemakaian listrik bisa dilakukan tanpa mengurangi kenyamanan kita. Dengan demikian maka pertumbuhan pemakaian listrik bisa ditekan dan kita juga bisa mengurangi rekening listrik bulanan secara signifikan,” imbau Bambang. (SF)
]]>
Listrik Tue, 10 Jun 2014 07:31:19 +0700
PLN Siap Beli Listrik EBT Dari Masyarakat http://www.esdm.go.id/berita/listrik/39-listrik/6777-pln-siap-beli-listrik-ebt-dari-masyarakat.html JAKARTA – PT PLN (Persero) melalui Direktur (Operasi Jawa Bali Sumatera) PLN, Ngurah Adnyana menyatakan kesediaanya untuk membeli listrik produksi dari Energi Baru Terbarukan (EBT) dari masyarakat secara individu. Produksi listrik dari EBT diharapkan dapat menjadi solusi ditengah terus meningkatnya kebutuhan. Selain ramah lingkungan, pembangkit listrik EBT ini tentunya akan sangat membantu dalam mengurangi konsumsi bahan bakar minyak bagi pembangkit listrik.

"Kebutuhan listrik di Indonesia masih sangat tinggi. Di sisi lain, kita sudah mempunyai Peraturan Menteri ESDM yang mengatur tentang harga beli listrik untuk daya dibawah 10 MW. Artinya, PLN bisa membeli listrik langsung dari masyarakat yang menggunakan energi terbarukan. Namun, dari Permen itu masih dibutuhkan pedoman untuk mengatur bagaimana listrik dibawah 10 MW bisa dibeli dengan cepat oleh PLN dengan prosedur yang sudah pasti. Dengan prosedur yang pasti, technical yang pasti, diharapkan kecepatan menyerap listrik dari energi terbarukan ini bisa turut memenuhi pertumbuhan listrik tersebut," ujar Adnyana dalam workshop pedoman penyambungan pembangkit listrik energi terbarukan ke sistem distribusi PLN, Kamis (3/4/2014).

Sebagai penyedia listrik terbesar di tanah air, PLN sangat mendukung upaya masyarakat menggunakan listrik dari energi terbarukan itu, Pertumbuhan listrik di Indonesia masih cukup tinggi. Pada 2013 saja tumbuh 7%, dan dalam dua bulan pertama tahun 2014, tumbuh rata-rata 9% meski tidak merata. Seperti di Jawa Bali, tumbuh 8,2%, di Sumatera 9,6% dan Indonesia Timur tumbuh 14%, lanjutnya.

fuel mix PLN pada 2013 mencapai 12,3% masih menggunakan bahan bakar minyak (BBM), atau lebih kecil dari tahun 2012 yang masih 15%. Diharapkan pada tahun 2014, penggunaan BBM lebih turun lagi menjadi jadi 9,3%.

"Dari fuel mix ini, penggunaan BBM di Jawa Bali hanya 2,3% dan penyerapan terbanyak di Bali. Sementara di Sumatera, penyerapan BBM masih 30% dan kebanyakan terjadi di Sumatera bagian utara. Nilai pedoman penyambungan pembangkit listrik energi terbarukan ke sistem distribusi PLN ini sangat penting bagi PLN. Tidak hanya memberikan manfaat bagi pln tapi juga bagi investor yang akan menjual listriknya ke PLN," tambah Adnyana. (SF)

]]>
Listrik Thu, 03 Apr 2014 19:34:59 +0700