2014-07-22: WRTG: NYMEX Light Sweet Crude: $103.13 (-0.06)
2014-07-22: WRTG: ICE Brent: $107.24 (-0.65)
2014-07-22: WRTG: RBOB Gasoline NY Harbor: $2.8603 (-0.0214)
2014-07-22: WRTG: Heating Oil NY Harbor: $2.8452 (-0.014)
2014-07-22: WRTG: NYMEX Natural Gas: $3.951 (-0.003)
2014-07-18: OPEC: Daily Basket Price: $105.54
Selasa, 22 Juli 2014

Berita

LISTRIK

PLTU Cilacap Beroperasi Kembali

JAKARTA.PLTU Cilacap (2x300 MW) kembali beroperasi mulai Minggu (27/6). Untuk tahap pertama akan beroperasi satu unit. Satu unit lainnya akan menyusul kemudian. Pengoperasian PLTU Cilacap akan menambah kemampuan daya dalam sistem kelistrikan Jawa-Bali.

''Tadi saya mendapat laporan bahwa PLTU Cilacap mulai jam 06.00 Minggu (28/6) kembali beroperasi. Secara bertahap satu unit dulu, kemudian dilanjutkan unit satunya lagi. Stok batubara sudah siap untuk memasok kebutuhan bahan bakar,'' ujar Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Purnomo Yusgiantoro, Sabtu (27/6) di Jakarta.

Direktur Utama PT PLN Fahmi Muchtar yang mendampingi Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro dalam koferensi pers usai rapat koordinasi kelistrikan itu mengungkapkan bahwa PT PLN ikut terlibat dalam menangani persoalan pasokan batubara yang terjadi di PLTU Cilacap. Sebab terhentinya operasi PLTU Cilacap dengan kapasitas 2x300 MW mengganggu sistem kelistrikan Jawa-Bali.

''Ini dilakukan semata-mata untuk mengamankan pasokan listrik ke dalam sistem kelistrikan Jawa-Bali,'' papar Direktur Utama PT PLN Fahmi Muchtar. Ditegaskan bahwa keterlibatan PT PLN ini tidak dalam bentuk dana talangan. Oleh sebab itu juga tidak ada bailout dalam keterlibatan PT PLN untuk mengatasi masalah pasokan batubara di PLTU Cilacap.

Masalah yang terjadi dalam pasokan batubara di PLTU Cilacap sebenarnya persoalan business to business (B to B). Secara kontraktual jual-beli listrik antara PT PLN dengan pengembang PLTU Cilacap mengatur harga serta kemampuan pasokan energi listrik sesuai Factor Capasity (FC) yang wajib dilakukan pengembang PLTU Cilacap. Hanya saja karena sudah mengganggu daya dalam sistem kelistrikan Jawa-Bali maka PT PLN memandang perlu untuk ikut menyelesaikan persoalan pasokan batubara.
PDFCetakE-mail