Dalam beberapa kejadian musibah banjir besar yang melanda Jakarta dan sekitarnya, terutama banjir besar tahun 2002 dan 2007, terdapat beberapa instalasi listrik milik PLN berupa Gardu Induk (GI) dan Gardu Distribusi (GD) yang sempat terendam air. Belajar dari pengalaman menghadapi banjir tahun-tahun sebelumnya, maka PLN telah membuat langkah-langkah antisipasi sebagai upaya mitigasi bencana banjir, diantaranya :
- Pembuatan tanggul permanen jalan masuk di 13 GI rawan banjir dan gardu distribusi
- Penambahan kolam penampungan banjir lengkap dengan pompa air
- Pengadaan pompa air portable submersible
- Perbaikan dan leveling saluran air dalam lingkungan GI dan gardu distribusi
- Pembentukan “Tim Penanggulangan Banjir” di tiap-tiap GI dan Kantor Distribusi Jakarta & Tangerang
Direktur Operasi Jawa Bali Ngurah Adnyana, mengatakan bahwa dalam mengantisipasi banjir, langkah pertama adalah mencegah air masuk gardu induk. Jika air tetap masuk juga maka sdh dibuat kolam kolam penampungan air di gardu induk. Sementara itu General Manager PLN Distribusi Jakarta dan Tangerang M. Sulastyo, mengatakan pada saat banjir 2007 yang lalu dari 42.000 gardu distribusi di Jakarta sebanyak 350 gardu terkena banjir. Saat ini 350 gardu distribusi tersebut peil (lantainya) sudah ditinggikan. Dengan demikian jika terjadi banjir, begitu banjirnya surut gardu distribusi langsung bisa dinyalakan asal rumah/tempat pelanggan tidak terendam air. Dalam operasi listrik saat ada bencana banjir PLN sangat mengedepankan aspek keselamatan masyarakat PLN juga menyiapkan perahu karet untuk memasok logistis ke gardu yang aksesnya terendam air dan untuk membantu evakuasi warga.
Meski dalam 2 bulan kedepan ini diperkirakan masih terjadi cuaca yang ekstrem dan curah hujan yang tinggi, namun diharapkan hal ini tidak sampai menimbulkan bencana banjir besar yang bisa merendam sebagian besar wilayah Jakarta. (SF)



