2014-07-22: WRTG: NYMEX Light Sweet Crude: $103.13 (-0.06)
2014-07-22: WRTG: ICE Brent: $107.24 (-0.65)
2014-07-22: WRTG: RBOB Gasoline NY Harbor: $2.8603 (-0.0214)
2014-07-22: WRTG: Heating Oil NY Harbor: $2.8452 (-0.014)
2014-07-22: WRTG: NYMEX Natural Gas: $3.951 (-0.003)
2014-07-18: OPEC: Daily Basket Price: $105.54
Sabtu, 26 Juli 2014

Berita

MIGAS

Fasilitas Distribusi dan Penimbunan LPG Terus Ditambah

JAKARTA. Sebagai pelaksana PSO, PT Pertamina (Persero) terus melakukan penambahan fasilitas distribusi maupun fasilitas penimbunan LPG. Penambahan fasilitas mencakup storage, kapal tanker, kapasitas filling station dan kapasitas skidtank (mobil pembawa LPG).

Dalam acara peninjauan ke Floating Storage Teluk Semangka, Lampung (28/8). Direktur Pemasaran dan Niaga PT Pertamina, Ahmad Faisal mengatakan, ”Sebagai pelaksana program konversi dan pengemban tugas memenuhi kebutuhan LPG PSO 3 kg, Pertamina telah melakukan langkah-langkah pengembangan fasilitas distribusi dan penimbunan LPG ”.

Kesuksesan program konversi Mitan ke LPG 3 kg membawa konsekuensi bagi Pertamina untuk terus melakukan penambahan fasilitas-fasilitas pendukung program konversi. Kapasitas storage sebelum pelaksanaan konversi tahun 2007 adalah 136.000 MT, selama periode konversi (tahun 2007 – 2010) kapasitas storage ini ditingkatkan menjadi 267.000 MT dan akan terus ditingkatkan menjadi 345.000 MT pasca konversi nanti (setelah tahun 2011).

”Kapal tanker LPG sebelum masa konversi semula hanya terdiri dari 6 kapal LPG pressurized dengan kapasitas masing-masing 1.800 MT, selama periode konversi (tahun 2007 – 2010) ditambah menjadi 5 buah kapal LPG semiref berkapasitas masing-masing 10.000 MT dan 6 kapal LPG pressurized berkapasitas masing-masing 1.800 MT. Pasca konversi nanti jumlah kapal tanker ditingkatkan lagi menjadi 6 sampai 8 kapal LPG semiref dengan kapasitas masing-masing 10.000 MT dan 10 kapal LPG presurrized masing-masing 1.800 MT.

Kapal semiref adalah kapal yang digunakan untuk mengangkut LPG yang masih berbentuk refrigerated dan kapal ini dilengkapi dengan fasilitas yang dapat merubah LPG refrigerated tersebut menjadi LPG pressurized sehingga siap dikonsumsi oleh masyarakat.

Selain itu, guna menambah kapasitas fasilitas timbun refrigerated dalam jangka pendek, pada tahun ini  telah disiapkan juga 3 buah kapal VLGC (Very Large Gas Carrier) yang berperan sebagai Floating Storage Offloading (Fasilitas Penimbunan di Laut). Pada Pasca Konversi disiapkan 5 sampai 6 buah kapal VLGC.

Sedangkan pembangunan fasilitas timbun pressurized dilakukan secara simultan di beberapa tempat, antara lain di Semarang dan Gresik yang akan on stream akhir tahun ini dengan kapasitas masing-masing 10.000 Ton. Pembangunan fasilitas timbun pressurized lainnya dilakukan di Tg Sekong, Bali, Medan dan Makassar yang diperkirakan akan on stream satu hingga dua tahun mendatang.

Di sisi filling station (pengisian LPG), jika sebelum konversi pda tahun 2007 hanya sebesar 5.000 MT/hari, pada masa konversi akan ditingkatkan menjadi 9.000 MT/hari dan pasca konversi akan ditingkatkan kembali menjadi 17.000 MT. Kapasitas filling station ini juga diikuti dengan kapasitas transportasi berupa skid tank (mobil tangki pembawa LPG) dengan peningkatan kapasitas yang sama.
 
”Total hingga saat ini telah terdapat 153 filling station yang telah beroperasi dari semula sekitar 60 buah. Saat ini pula masih terdapat sekitar 389 filling station dalam proses perijinan dan pembangunan dan diperkirakan telah mencukupi kebutuhan ke depan”, ujar Ahmad Faisal.

Penambahan kapasitas fasilitas timbun dan pendistribusian LPG ini terutama untuk mencukupi persyaratan minimal ketahanan stok dari Pemerintah, yaitu 7,5 hari untuk LPG Non PSO dan 11 hari untuk LPG PSO 3 kg. Stok LPG yang tersedia pada 27 Agustus 2009 adalah 182.185 MT dengan ketahanan stok selama 20,3 hari. Ketahanan stok ini akan dijaga terus menerus terutama pada saat menjelang Idul Fitri 2009.
PDFCetakE-mail