2014-08-28: WRTG: NYMEX Light Sweet Crude: $93.88 (0.02)
2014-08-28: WRTG: ICE Brent: $102.72 (0.22)
2014-08-28: WRTG: RBOB Gasoline NY Harbor: $2.7459 (-0.0172)
2014-08-28: WRTG: Heating Oil NY Harbor: $2.8605 (0.0163)
2014-08-28: WRTG: NYMEX Natural Gas: $3.957 (0.046)
2014-08-26: OPEC: Daily Basket Price: $99.82
Selasa, 02 September 2014

Berita

MIGAS

Kinerja Sektor ESDM Tahun 2012

JAKARTA – Menteri Energi Dan Sumber Daya Mineral didampingi seluruh Pejabat Eselon I dilingkungan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral dalam Rapat Kerja dengan Komisi VII DPR RI  menyampaikan kinerja sektor ESDM tahun 2012 dan Rencana Tahun 2013.

Paparan kinerja sektor ESDM diawali dengan indikator makro sektor ESDM tahun 2012. Harga minyak bumi 112,73 (107% dari target), volume BBM Bersubsidi, 45,07 juta kilo liter, volume LPG, 3,90 juta ton, subsidi energi, Rp 312,09 triliun (BBM Rp 211,90 triliun, listrik Rp 100,19 triliun), penerimaan sektor ESDM, Rp 427,83 trilun atau sekitar 28% dari total penerimaan nasional, investasi sektor ESDM, Rp 33,77 triliun, produksi energi fosil dan mineral, 6.754 ribu boepd yang terdiri dari, minyak bumi 860 ribu boped, gas bumi 8.150 MMSCFD, batubara 386 juta ton.

Pembangunan ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan, rasio eletrifikasi, 76,56 % melebihi target APBN 102%. kapasitas terpasang pembangkit 44.124 MW, atau 99,8% terhadap target tahun 2012. Kapasitas terpasang pembangkit tersebut ekivalen dengan 110,6% realisasi tahun 2011 sebesar 39.885 MW, dengan total tambahan sebesar 4.239 MW.

Faktor-faktor yang mempengaruhi harga minyak tahun 2012 antara lain, kondisi geopolitik di kawasan Timur Tengah dan Afrika yang tidak stabil dan menimbulkan kekhawatiran akan terhambatnya pasokan minyak, kekhawatiran pasar terhadap prospek penyelesaian krisis hutang Yunani dan atas ancaman resesi ekonomi global salah satunya resesi ekonomi di AS akibat fiscal cliff.

Harga BBM tahun 2012 tidak dinaikkan, karena sesuai APBN-P 2012 harga ICP 6 bulan kebelakang selama tahun 2012 tidak pernah melebihi 15% dari asumsi APBN-P sebesar US$ 105/barel atau sebesar US$ 120,75/barel.

Realisasi volume BBM bersubsidi 2012 mencapai 45,07 juta KL,  ada penghematan 200.000 KL dibanding kuota 45,27 juta KL.

Dalam rangka mengendalikan konsumsi BBM bersubsidi, telah diterbitkan Permen ESDM No. 1/2012 tentang Pengendalian BBM bersubsidi, yang mengatur antara lain, pelarangan konsumsi BBM bersubsidi bagi kendaraan dinas Pemerintah, BUMN & BUMD di Jawa dan Bali serta pelarangan konsumsi BBM bersubsidi bagi kendaraan pertambangan dan perkebunan.

Dalam rangka mengendalikan konsumsi BBM bersubsidi tahun 2013, telah diterbitkan Permen ESDM No. 1/2013 tentang Pengendalian BBM bersubsidi, yang mengatur antara lain, pelarangan konsumsi BBM bersubsidi jenis premium bagi kendaraan dinas Pemerintah, BUMN & BUMD di Jawa dan Bali, Kalimantan, Sumatera dan Sulawesi dan pelarangan konsumsi BBM bersubsidi jenis solar bagi kendaraan dinas Pemerintah, BUMN & BUMD di Jawa dan Bali, Kendaraan Pertambangan, perkebunan dan kehutanan serta kapal barang Non Pelra dan non perintis di NKRI.

Untuk Renegosiasi KK dan PKP2B, tahun 2012 pemerintah sudah melakukan proses renegosiasi kontrak kepada 37 Kontrak Karya dan 74 untuk PKP2B. 
 
Peningkatan nilai tambah mineral, Pengolahan & Pemurnian Telah Beroperasi 7 perusahaan, pengajuan rencana pengolahan dan pemurnian sebelum Permen ESDM No. 7/2012 sebanyak 24 perusahaan dan 154 perusahaan pengajuan rencana pengolahan dan pemurnian setelah Permen ESDM No. 7/2012. (SF)

PDFCetakE-mail