2014-11-04: WRTG: NYMEX Light Sweet Crude: $80.54 (-0.58)
2014-11-04: WRTG: ICE Brent: $85.86 (-0.38)
2014-11-04: WRTG: RBOB Gasoline NY Harbor: $2.1695 (-0.0263)
2014-11-04: WRTG: Heating Oil NY Harbor: $2.5145 (0.0017)
2014-11-04: WRTG: NYMEX Natural Gas: $3.873 (0.046)
2014-12-02: OPEC: Daily Basket Price: $68.13
Minggu, 21 Desember 2014

Berita

Mengenal Sumber Energi Listrik Berbasis Panas Bumi

JAKARTA. Sudah banyak diulas tentang potensi panas bumi yang dimiliki Bangsa Indonesia. Potensi yang sangat melimpah tidak sejalan dengan pemanfaatannya yang masih minim karena beberapa kendala. Namun hal tersebut tidak menyurutkan niat Pemerintah untuk tetap berusaha semaksimal mungkin memanfaatkan potensi yang ada dengan mencari penyelesaian kendala yang ada.

Dengan potensi panas bumi yang dimiliki, jika pemanfaatannya optimal Bangsa Indonesia bukan hanya dapat memenuhi kebutuhan listriknya namun berpeluang untuk dapat menjadi pengekspor listrik berbasis panas bumi. Potensi panas bumi Indonesia saat ini mencapai sekitar 28 GW dan pemanfaatannya baru sekitar 4% (1189 MW).

Untuk lebih mengenal tentang sumber energi yang dihasilkan dari panas bumi berikut dibawah ini penjelasan singkat terkait hal tersebut yang disarikan dari artikel PT Pertamina (Persero) yang ditulis SBTI-Direktorat Umum & SDM, Gilbert Hutauruk.

Panas bumi terletak di bawah kulit bumi, setiap 100 meter kita turun ke dalam perut bumi, temperatur batu-batuan cair tersebut naik sekitar 30 C. Jadi semakin jauh ke dalam perut bumi suhu batu-batuan maupun lumpur akan makin tinggi. Bila suhu di permukaan bumi adalah 270 C maka untuk kedalaman 100 meter suhu bisa mencapai sekitar 300 C. Untuk kedalaman 1 kilometer suhu batu-batuan dan lumpur bisa mencapai 57-600 C dan pada kedalaman 2 kilometer suhu batuan dan lumpur bisa mencapai 1200 C atau lebih.

Di dalam kulit bumi ada kalanya aliran air dekat sekali dengan batu-batuan panas di mana suhu bisa mencapai 1480C. Air tersebut tidak menjadi uap (steam) karena tidak ada kontak dengan udara. Bila air panas tadi bisa keluar ke permukaan bumi karena ada celah atau terjadi retakan di kulit bumi, maka timbul air panas yang biasa disebut dengan hot spring.

Selanjutnya jika air panas alam tersebut bercampur dengan udara karena terjadi fraktur atau retakan maka selain air panas akan keluar juga uap panas (steam). Air panas dan steam inilah yang kemudian dimanfaatkan sebagai sumber pembangkit tenaga listrik. Agar panas bumi (geothermal) tersebut bisa dikonversi menjadi ener-gi listrik tentu diperlukan pembangkit (power plants).

Reservoir panas bumi biasanya diklasifi-kasikan ke dalam dua golongan yaitu yang ber-suhu rendah (low temperature) dengan suhu <1500 C dan yang bersuhu tinggi (high temperature) dengan suhu diatas 1500 C. Yang paling baik untuk digunakan sebagai sumber pembangkit tenaga listrik adalah yang masuk kategori high temperature. Namun dengan perkembangan teknologi, sumber panas bumi dengan kategori low temperature juga dapat digunakan asalkan suhunya melebihi 500 C.

Pembangkit (power plants) untuk pembang-kit listrik tenaga panas bumi dapat beroperasi pada suhu yang relatif rendah yaitu berkisar antara 122 s/d 4820 F (50 s/d 2500 C). Bandingkan dengan pembangkit pada PLTN yang akan beroperasi pada suhu sekitar 10220 F atau 5500 C. Inilah salah satu keunggulan pembangkit listrik geothermal. Keuntungan lainnya ialah bersih dan aman, bahkan geothermal adalah yang terbersih dibandingkan dengan nuklir, minyak bumi dan batu bara. (SF)

Update Terakhir (Minggu, 23 Mei 2010 01:28)

PDFCetakE-mail