2010-09-02: WRTG: NYMEX Light Sweet Crude: $71.92 (-2.78)
2010-09-02: WRTG: ICE Brent: $74.64 (-1.96)
2010-09-02: WRTG: RBOB Gasoline NY Harbor: $1.8894 (-0.0447)
2010-09-02: WRTG: Heating Oil NY Harbor: $1.9944 (-0.0308)
2010-09-02: WRTG: NYMEX Natural Gas: $3.816 (0.004)
2010-09-01: OPEC: Daily Basket Price: $72.49
Kamis, 02 September 2010

Siaran Pers

SIARAN PERS

Realisasi Produksi Minyak Hingga 15 Juni 2008 Sebesar 978 BOPD

DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL

REPUBLIK INDONESIA


SIARAN PERS

NOMOR : 41/HUMAS DESDM/2008

Tanggal : 19 Juni 2008

REALISASI PRODUKSI MINYAK HINGGA 15 JUNI 2008

SEBESAR 978 BOPD

 

Sebagai tindak lanjut pertemuan Presiden dan Wakil Presiden bersama sejumlah Menteri dengan para pimpinan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) Migas tanggal 11 Juni 2008 di gedung Sekretariat Negara dalam rangka peningkatan produksi minyak bumi, pada hari ini Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memanggil 25 KKKS yang produksinya masih dibawah target.

Hadir pula pada pertemuan tersebut antara lain Sekretaris Jenderal Departemen ESDM, Direktur Jenderal Migas Departemen ESDM, Kepala BP Migas, para Staf Ahli Menteri, sejumlah Pejabat Eselon II di lingkungan Departemen ESDM serta para Anggota Tim Pengawas Peningkatan Produksi Migas.

Pada pertemuan yang dipimpin langsung oleh Menteri ESDM itu diungkapkan bahwa hingga tanggal 15 Juni 2008, rata-rata produksi minyak bumi sebesar 978 ribu barrel oil per day (bopd). Produksi sebesar ini sudah diatas target produksi minyak bumi APBN-P tahun 2008 sebesar 977 ribu bopd.

Meski demikian, pemerintah terus berupaya menjaga agar target produksi minyak mentah tahun 2008 bisa tercapai. Untuk itu Menteri ESDM meminta ke 25 KKKS tersebut agar segera memperbaiki kinerjanya dengan membuat rencana jangka pendek guna meningkatkan produksi sesuai target.

Menteri ESDM juga meminta kalangan KKKS mengungkapkan secara terbuka dan gamblang seluruh hambatan dan permasalahan yang dihadapi. Pada pertemuan tersebut terungkap bahwa sejumlah KKKS menghadapi beragam kendala dilapangan dalam upaya peningkatan produksi. Antara lain berupa tumpang tindih lahan, kesulitan mendapatkan rig untuk melaksanakan pemboran sumur karena tingginya permintaan, kelangkaan fasilitas produksi, seperti penyediaan FPSO sampai dengan adanya gangguan operasional lapangan, seperti gangguan listrik. Pemerintah siap mendukung dan membantu untuk mengatasi berbagai hambatan tersebut.

Untuk itu, Menteri ESDM menugaskan kepada Dirjen Migas bersama Kepala BP Migas agar memfasilitasi kendala operasional utama yang perlu mendapatkan penanganan secara intensif. Selain itu, melalui pertemuan rutin semacam ini diharapkan bisa dihasilkan langkah-langkah penyelesaian setiap persoalan yang terjadi dan para KKKS dalam rangka memenuhi target produksi yang telah disepakati untuk mencegah penurunan produksi.

 

a.n Kepala Biro Hukum dan Humas

Kepala Bagian Bantuan Hukum

 

 

Ruston Situmorang

PDFCetakE-mail