2014-08-28: WRTG: NYMEX Light Sweet Crude: $93.88 (0.02)
2014-08-28: WRTG: ICE Brent: $102.72 (0.22)
2014-08-28: WRTG: RBOB Gasoline NY Harbor: $2.7459 (-0.0172)
2014-08-28: WRTG: Heating Oil NY Harbor: $2.8605 (0.0163)
2014-08-28: WRTG: NYMEX Natural Gas: $3.957 (0.046)
2014-08-26: OPEC: Daily Basket Price: $99.82
Selasa, 02 September 2014

Siaran Pers

SIARAN PERS

Penyesuaian Tarif Dasar Listrik PT PLN (Persero)

KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL
REPUBLIK INDONESIA

SIARAN PERS
NOMOR :  32/HUMAS KESDM/2010   
Tanggal  :  30 Juni 2010


PENYESUAIAN TARIF DASAR LISTRIK (TDL) PT PLN (PERSERO) 2010
 
Pasal 8 Undang-Undang Nomor 47 Tahun 2009 tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun Anggaran 2010, sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2010, menyatakan bahwa subsidi listrik dalam Tahun Anggaran 2010 diperkirakan Rp 55,1 triliun dan penyesuaian TDL ditetapkan oleh Pemerintah setelah mendapat persetujuan dari DPR RI.

Untuk itu Pemerintah bersama PT PLN (Persero) telah membahas rencana penyesuaian TDL dengan kenaikan rata-rata 10%. DPR memberikan persetujuan atas usulan pemerintah mengenai kenaikan TDL dalam Rapat Kerja Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral dengan Komisi VII DPR RI pada tanggal 15 Juni 2010, mulai 1 Juli 2010.

Kenaikan TDL yang dilakukan untuk mengendalikan besaran subsidi sebesar Rp 55,1 triliun tersebut, diputuskan dengan mempertimbangkan rasa keadilan, tidak memberatkan rakyat kecil dan tetap menjaga daya saing industri. Pelanggan dengan daya 450 VA dan 900 VA tidak mengalami kenaikan, Kenaikan tarif dasar listrik secara nasional rata-rata sebesar 10% yang diihitung dari rata-rata rekening seluruh pelanggan saat ini.

Berdasarkan persetujuan DPR RI tersebut dan mengacu pada Pasal 34 Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2009 tentang Ketenagalistrikan, Pemerintah telah menerbitkan Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 07 Tahun 2010 tanggal 30 Juni 2010 tentang Tarif Tenaga Listrik yang Disediakan oleh Perusahaan Perseroan (Persero) PT Perusahaan Listrik Negara (Berita Negara RI Tahun 2010 No. 314)  yang memuat:

1.    Struktur maupun penggolongan tarifnya tidak mengalami perubahan, terdiri dari:
a.    Golongan Tarif Sosial (S);
b.    Golongan Tarif Rumah Tangga (R);
c.    Golongan Tarif Bisnis (B);
d.    Golongan Tarif Industri (I);
e.    Golongan Tarif Pemerintah (P);
f.    Golongan Tarif Traksi (T);
g.    Golongan Tarif Curah (C);
h.    Golongan Tarif Layanan Khusus (L).

2.    Pada penetapan tarif dasar listrik ini, Pemerintah juga mendorong konsumen mengendalikan pemakaian listrik dengan cara menawarkan listrik prabayar, di mana besar tarifnya sama dengan tarif listrik reguler. Dengan demikian tarif dasar listrik terdiri dari tarif reguler dan tarif prabayar.

3.    Selain itu, ditetapkan juga biaya yang terkait dengan Tarif Dasar Listrik, antara lain:

a.    Biaya kelebihan pemakaian daya reaktif (kVArh);
b.    Biaya Penyambungan Tenaga Listrik;
c.    Uang Jaminan Langganan;
d.    Biaya Keterlambatan Pembayaran;
e.    Tagihan Susulan atas penertiban pemakaian listrik tidak sah.

4.    Kewajiban PT PLN (Persero) untuk meningkatkan dan mengumumkan tingkat mutu pelayanan untuk masing-masing unit pelayanan dan kewajiban PT PLN (Persero) untuk memberikan pengurangan tagihan apabila tingkat mutu pelayanan tidak terpenuhi.

Berkaitan dengan penyesuaian TDL tersebut, Pemerintah meminta PT PLN (Persero) melakukan peningkatan efisiensi dan pelayanan sebagai upaya peningkatan pelayanan kepada konsumen, melalui berbagai kegiatan, antara lain:

a.    Memperbaiki energy mix dengan mengganti pembangkit BBM dengan pembangkit gas, batubara, tenaga air dan panas bumi;
b.    Menurunkan susut jaringan (losses);
c.    Penanggulangan daerah krisis dengan peningkatan kemampuan pembangkit;
d.    Peningkatan penyambungan baru untuk rumah tangga dan rumah sederhana sehat.

 Plt.     Kepala Biro Hukum dan Humas
    Kepala Pusat Data dan Informasi



    Farida Zed
PDFCetakE-mail