2014-10-23: WRTG: NYMEX Light Sweet Crude: $82.81 (0.1)
2014-10-23: WRTG: ICE Brent: $86.22 (0.82)
2014-10-23: WRTG: RBOB Gasoline NY Harbor: $2.2134 (0.0132)
2014-10-23: WRTG: Heating Oil NY Harbor: $2.5132 (0.0276)
2014-10-23: WRTG: NYMEX Natural Gas: $3.711 (0.041)
2014-10-21: OPEC: Daily Basket Price: $82.09
Kamis, 23 Oktober 2014

Siaran Pers

SIARAN PERS

Menteri ESDM Resmikan PLTU Tanjung Jati B

KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL
REPUBLIK INDONESIA

SIARAN PERS
NOMOR: 06/HUMAS KESDM/2012
Tanggal: 6 Februari 2012


MENTERI ESDM RESMIKAN PLTU TANJUNG JATI B
EKSPANSI UNIT 4
 
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Jero Wacik, pada hari Senin (6/2) meresmikan beroperasinya Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Tanjung Jati B Ekspansi Unit 4 di Desa Tubanan, Kecamatan Kembang, Kabupaten Jepara, Provinsi Jawa Tengah. Acara tersebut dihadiri oleh Gubernur Jawa Tengah, perwakilan Kedutaan Besar Jepang untuk Indonesia, Direktur Utama beserta jajaran Direksi PT PLN (Persero), Bupati Jepara beserta anggota Muspida Kabupaten Jepara dan Alim Ulama serta Tokoh Masyarakat Tubanan.  
                             
PLTU Tanjung Jati B Ekspansi Unit 3 dan 4 dengan kapasitas masing-masing 660 MW dibangun melalui skema Build, Lease and Transfer (BLT) antara PT PLN (Persero) dengan PT Central Java Power (Sumitomo Corporation).

Sesuai jadwal kontrak, PLTU Tanjung Jati B Ekspansi Unit 3 direncanakan beroperasi secara komersial pada bulan Januari 2012, namun realisasi beroperasinya dapat dilakukan pada bulan Oktober 2011 (maju 3 bulan) dan telah diresmikan oleh Presiden RI pada tanggal 28 Desember 2011. Selain itu, Unit 4, yang semula direncanakan beroperasi komersial pada bulan April 2012, realisasinya menjadi Januari 2012 (maju 3 bulan).

Dalam Sambutannya, Menteri ESDM memberikan apresiasi kepada seluruh lapisan masyarakat Jepara yang telah turut mensukseskan pembangunan PLTU Tanjung Jati B Ekspansi Unit 3 dan 4 sehingga dapat diselesaikan tiga bulan lebih awal dari rencana semula. Penyelesaian pembangunan PLTU yang lebih cepat tersebut telah memberikan total potensi penghematan biaya bahan bakar sebesar ± Rp 3,6 Trilyun dan dengan adanya tambahan kapasitas pembangkit sebesar 660 MW pada Sistem Jawa-Bali dari PLTU Tanjung Jati B ekspansi unit 4 yang diresmikan hari ini, maka kapasitas terpasang pada Sistem Jawa – Bali saat ini adalah sebesar 28.201 MW.  

Energi listrik mempunyai peranan yang sangat penting dalam kehidupan kita sehari-hari dan memiliki peran penting sebagai pendorong pertumbuhan ekonomi baik regional maupun nasional. Hal tersebut menjadi tantangan bagi sektor ketenagalistrikan untuk terus meningkatkan supply guna memenuhi demand yang terus meningkat seiring dengan upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat. Hal ini sejalan dengan tag line Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, yaitu “Energi dan Sumber Daya Mineral Untuk Kesejahteraan Rakyat”.

Pemerintah mengharapkan prestasi ini menjadi contoh bagi proyek-proyek pembangkit lainnya yang tersebar di seluruh Indonesia, karena selain memberikan tambahan kapasitas, pembangkit berbahan bakar non-BBM akan memberikan penghematan komponen biaya bahan bakar secara keseluruhan yang cukup signifikan.
 
 Kepala Biro Hukum dan Humas



Susyanto
PDFCetakE-mail