300 unit PJU-TS Dukung Penerangan Jalan Propinsi Maluku

MALUKU TENGGARA - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) kembali memastikan pembangunan infrastruktur bidang energi yang dilaksanakan di beberapa wilayah di Indonesia dapat dimanfaatkan secara langsung oleh masyarakat. Pekan lalu (Sabtu, 13/4) mewakili Menteri ESDM, Staf Ahli Menteri ESDM Bidang Perencanaan Strategis Yudo Dwinanda Priaadi beserta beberapa pimpinan di lingkungan Kementerian ESDM melaksanakan peninjauan langsung ke lokasi titik pemasangan Penerangan Jalan Umum Tenaga Surya (PJU-TS) untuk memastikan unit tersebut beroperasi dengan baik.

"Kami datang kemari untuk memastikan PJU-TS yang dibangun oleh Kementerian ESDM beroperasi dengan baik sehingga dapat dimanfaatkan secara langsung oleh masyarakat," ungkap Yudo. Yudo menjelaskan PJU-TS merupakan lampu penerangan jalan yang terintegarasi dengan baterai dan menggunakan cahaya matahari sebagai sumber energi listriknya, sehingga menjadi solusi untuk digunakan di jalan-jalan pada daerah yang belum terjangkau listrik PLN maupun pada daerah-daerah yang telah terlistriki PLN, namun ingin mengurangi konsumsi listrik daerahnya.

Pemasangan PJU-TS ini menggunakan APBN dan dilaksanakan diantaranya atas usulan Pemerintah Daerah. Ketentuan terkait penyampaian usulan pemasangan PJU-TS ini diatur pada Peraturan Menteri ESDM tentang Pelaksanaan Kegiatan Fisik Pemanfaatan Energi Baru dan Energi Terbarukan serta Konservasi Energi yang telah ditetapkan pada tahun 2017. Lebih lanjut Yudo mengutarakan bahwa Kementerian ESDM telah membangun sebanyak 30.000 titik PJU-TS untuk sepanjang 1.500 KM jalan umum di 200 kabupaten dari tahun 2016 sampai dengan 2018. Pada tahun 2018, program PJU-TS dilaksanakan di 26 propinsi dan 166 kabupaten/kota dengan jumlah PJU-TS sebanyak 21.839 titik.

Untuk Propinsi Maluku, pada tahun 2018 dibangun PJU-TS sebanyak 300 titik yang tersebar di 6 kabupaten, yaitu Kepulauan Aru 50 titik, Maluku Barat Daya 70 titik, Seram Bagian Barat 50 titik, Maluku Tenggara 50 titik, Buru Selatan 50 titik, dan Maluku Tengah 30 titik. Untuk Maluku Tenggara, PJU-TS disebar di Kecamatan Kei Kecil dan Menyeuw. Pemerintah mengharapkan PJU-TS yang dibangun memberikan manfaat agar perkembangan perekonomian dapat berjalan dengan cepat dan dilakukan perawatan yang baik terhadap PJU-TS ini baik Pemerintah Daerah maupun masyarakat sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih lama.

05b00b85a2c97554d98418bff2a81865_p.jpeg

Pada kesempatan yang sama, Bupati M. Taher Hanubun mengungkapkan daerahnya masih membutuhkan dukungan Pemerintah Pusat dalam mengembangkan pembangunan infrastruktur terutama penerangan. "Maluku Tenggara memiliki 68 pulau, terdapat 2 pulau besar yaitu Pulau Kei Kecil dan Pulau Kei Besar. Di Pulau Kei Kecil sudah ada listrik akan tetapi Pulau Kei Besar hanya Kecamatan Kela yang menyala listriknya selama 18 jam. Kami minta ditambahkan sebanyak 200 unit PJU untuk Kei Besar dan ini sudah disiapkan usulannya, harapannya untuk Kabupaten Maluku Tenggara nantinya bersih di siang hari terang di malam hari", pungkas Taher.

Selain peninjauan langsung ke lokasi titik PJU-TS, pada kesempatan tersebut juga dilaksanakan penyerahan secara simbolis PJU-TS yang telah dibangun di Propinsi Maluku kepada Bupati Maluku Tenggara. Turut hadir pada kunjungan kerja ini Kepala Biro Ortala KESDM Bambang Utoro, Anggota Komisi VII DPR RI Mercy Criesty Barends, Direktur Gas Bumi BPH Migas Tisnaldi, Kepala Pusat Air Tanah dan Geologi Tata Lingkungan Badan Geologi, Andiani, dan jajaran Pemerintah Daerah Maluku Tenggara. (RWS)

Copy Right © 2019 Ministry of Energy and Mineral Resources
Secretariat General of Ministry of Energy and Mineral Resources
Jl. Medan Merdeka Selatan No. 18 Jakarta Pusat 10110
Phone. 021 3804242 Fax. 021 3507210
Berita Geologi Contact Center