Jika Tidak Mau Hanya Menjadi “Penonton” Maka SDM Harus Dipersiapkan

Minggu, 11 Februari 2018 - Dibaca 1568 kali

PADANG - Kemampuan, kompetensi dan tenaga ahli sumber daya manusia Indonesia sedini mungkin harus dipersiapkan, karena jika tidak dipersiapkan dengan baik, maka di era persaingan global ini tenaga kerja Indonesia hanya akan menjadi penonton. Sumber daya manusia (SDM) harus ditingkatkan kemampuannya sebelum melangkah kedepan dan jangan menyalahkan peraturan-peraturan yang sudah ada.

Peningkatan kemampuan juga diperlukan agar saat bernegosiasi kemampuan kedua belah pihak menjadi sejajar.

"Jadi manusia jangan pasif, harus aktif, berbuat lebih baik untuk mencari hal-hal baru yang bisa menjadikan kita bermanfaat di hari-hari kedepan. Kita sekarang hidup di jaman milenial, persaingan itu sangat terbuka, kalau kita hanya mengandalkan kemampuan yang dangkal, maka suatu saat ada kemungkinan orang lain akan mendaptkan lebih daripada yang anda dapatkan," ujar Wakil Menteri Energi Dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arcandra Tahar dalam kuliah Umum yang disampaikan di Fakultas Kedokteran Univeritas Andalas, Padang, Sumatera Barat, Sabtu, (10/2).

Arcandra mengilustrasikan sumber daya manusia dengan pembalap yang memerlukan skill dan kemampuan kelas dunia untuk menjuarai formula 1. "Kita harus berusaha meningkatkan kemampuan diri, kompetensi, dan bekal pengalaman kerja yang banyak sehingga kita dapat menjadi "pembalap" kelas dunia bukan hanya kelas lokal karena menurut persaingan global secara bebas itu sudah tidak terbendung lagi," ujar Arcandra.

Peningkatan kemampuan SDM sangat diperlukan birokrat-birokrat untuk bernegosiasi agar kemampuan kedua belah pihak setara. " Yang didatangkan ke sini untuk bernegosiasi adalah pembalap-pembalap tour de france, pembalap kelas formula 1, sementara kita di Indonesia, sudahkan kita mempersiapkan pembalap formula 1 juga ? Sudahkan kita mempersiapkan pembalap-pembalap tour de france supaya sejajar dalam bernegosiasi? apa jadinya jika mereka mengirimkan pembalap kelas tour the france sedangkan kita hanya memiliki pembalap-pembalap kelas komplek, apa jadinya?" tutur Arcandra.

Peningkatan kemampuan SDM mutlak untuk dilakukan ditengah persaingan global dunia yang tidak dapat dihentikan agar bangsa Indonesia tidak hanya menjadi penonton yang menjadi tumbang dan terkapar, sebaliknya menjadi semakin maju dan berkembang dengan persaingan global yang ada.

"Jangan berpikir untuk menjadi pembalap kelas komplek, carilah sarana-sarana, carilah tempat-tempat arena balap yang bisa menjadikan kita pembalap tour de france atau pembalap formula 1," pungkas Arcandra. (SF)

Bagikan Ini!