Dukungan Pemuda Untuk Majukan Sawit Indonesia

JAKARTA - Menipisnya cadangan energi fosil yang dimiliki Indonesia saat ini, menjadikan energi terbarukan seperti surya, bioenergi, air dan panas bumi dimanfaatkan sebagai alternatif dalam memenuhi kebutuhan energi masyarakat. Upaya pengembangan energi terbarukan yang dilaksanakan oleh Pemerintah tentunya memerlukan dukungan dari semua pihak, tak terkecuali generasi muda. Peran generasi muda untuk berkiprah dalam industri energi terbarukan dapat menjadi salah satu pintu masuk yang membuka percepatan pengembangan energi terbarukan di Indonesia.

Direktur Bioenergi, Andriah Feby Misna mengungkapkan, untuk menjaga ketahanan energi nasional, salah satu solusi dalam pemenuhan kebutuhan energi, adalah dengan memanfaatkan Energi Baru dan Terbarukan (EBT) yaitu bioenergi. Tujuan pengembangan bioenergi antara lain mendukung pelaksanaan komitmen negara untuk mengurangi emisi hingga 29% dari BAU pada tahun 2030, mendukung ketahanan energi nasional, mengurangi konsumsi impor dan bahan bakar fosil, meningkatkan keamanan dan keandalan energi, mendukung perkembangan ekonomi domestik berbasis pertanian, serta percepatan penyediaan akses energi modern untuk daerah terisolir, tertinggal, perbatasan dan kepulauan. Adapun kontribusi dari bioenergi dalam pengembangan EBT yaitu PLT Bioenergi 5,5 MW, Biofuel 13,8 juta KL, dan Biogas 489,8 juta m3.

Salah satu sumber energi bioenergi yang tengah dikembangkan dan menjadi program prioritas Pemerintah adalah pengembangan bioenergi berbasis sawit. Sebagaimana kita ketahui, Indonesia dianugerahi sumber daya alam berupa sawit yang cukup bagus dan dapat dimanfaatkan sebagai salah satu bahan bakar yang dikombinasikan dengan solar.

e5f3481ce13d66ff7f754b4e27bbc5c1_p.jpeg

"Jadi teman-teman di sini apabila membeli solar di SPBU, didalam solar tersebut ada campuran produk dari sawit yang kita sebut dengan biosolar. Alhamdulillah dengan adanya teknologi kita bisa mengembangkan sawit tidak hanya untuk produk makanan tapi juga untuk campuran bahan bakar, sekarang campurannya sudah sekitar 30%," jelas Feby saat berbicara di Forum Simposium Nasional Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI), bertajuk Pemuda dan Masa Depan Sawit Indonesia yang digelar pekan lalu (22/2).

"Saya berharap kedepannya para pemuda di sini bisa membawa kemajuan bagi sawit Indonesia. Pemanfaatan sawit sebagai salah satu sumber bahan bakar dapat menyejahterakan petani sawit dan menstabilkan harga sawit di dalam negeri," imbuhnya. Sawit memiliki banyak manfaat. Dari satu buah sawit dapat dimanfaatkan untuk berbagai macam olahan, misalnya cangkang sawit dapat diolah menjadi pembangkit biomass untuk dijadikan tenaga listrik, sementara minyaknya dapat dijadikan campuran solar. Lebih lanjut, Febby mengharapkan para pemuda yang tergabung dalam KNPI dapat menjadi mitra dari Pemerintah untuk bersinergi mengembangkan sawit. "Pentingnya sinergi ini, sinergi dari Pemerintah, Asosiasi, Universitas, Komunitas, dan pihak swasta yaitu untuk meningkatkan inovasi, teknologi, dan produksi untuk sawit yang lebih baik," pungkas Feby.

Peran dan kontribusi pemuda yang diharapkan dan dapat dilakukan bagi sektor bioenergi berbasis sawit antaralain aktif memberikan masukan, saran dan pandangan sistematis terhadap arah kebijakan pengembangan bioenergi berbasis sawit berkelanjutan. Secara bergandengan bersama Pemerintah melakukan pendampingan dan pelatihan kepada masyarakat/petani dalam pengembangan sawit yang berkelanjutan. Lebih jauh, pemuda kini dapat bekerja sama dengan industri dan perguruan tinggi dalam mengembangkan berbagai penelitian untuk menciptakan inovasi teknologi dan produk bioenergi berbasis sawit yang reliable, efisien dan kompetitif. Tak hanya itu, pemuda juga dapat ikut berkontribusi dalam diseminasi informasi terkait manfaat positif sawit, dan turut berperan aktif dalam mendorong pemanfaatan energi berbasis sawit sebagai energi terbarukan, yang memiliki potensi sangat besar di Indonesia. (RWS)