Dirjen Migas: Transisi Alih Kelola Blok Rokan Berjalan Baik

Jakarta, Pemerintah menilai transisi alih kelola Blok Rokan dari PT Chevron Pasific Indonesia (CPI) ke PT Pertamina berjalan dengan baik. Blok Rokan juga dinilai masih potensial untuk dikembangkan dan menjadi salah satu sumber utama produksi minyak nasional.

"Kami mendapatkan informasi bahwa (Blok Rokan) transisinya berjalan bagus, smooth. CPI sangat kooperatif bekerja sama dengan Pertamina yang difasilitasi SKK Migas. Memang ini sangat mempengaruhi produksi nasional," ungkap Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Tutuka Ariadji dalam wawancara virtual dengan CNBC Indonesia, Senin (21/12).

Tutuka mengakui masih ada proses transisi yang belum selesai. Proses ini diharapkan rampung awal 2021, mengingat kontrak Blok Rokan akan berakhir 8 Agustus 2021 mendatang.

Agar produksi minyak di Blok Rokan tetap terjaga, Dirjen Migas mengharapkan agar investasi tetap dilakukan. Beberapa lapangan di blok tersebut juga dinilai berpotensi untuk dikembangkan.

"Ada beberapa lapangan yang kami lihat potensinya masih besar. Masih mungkin ditingkatkan lagi. Informasi yang tepat dan menyeluruh dari CPI ke Pertamina menjadi kunci alih kelola ini sehingga dapat meningkatkan produksi," katanya.

Sekadar mengingatkan, Heads of Agreement (HoA) Transisi Wilayah Kerja Rokan ditandatangani oleh SKK Migas dengan CPI pada 28 September 2020. Perjanjian memungkinkan CPI untuk melakukan kegiatan pengeboran di Blok Rokan sebelum berakhirnya masa kontrak.

Penandatanganan HoA ini merupakan milestone dalam rangka mendukung upaya-upaya untuk menjaga kelangsungan produksi migas dalam jangka panjang. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif yang menyaksikan penandanganan tersebut secara virtual, menyatakan, penandatanganan HoA ini merupakan langkah maju untuk mengawal produksi Blok Rokan ke depannya.

"Kita dapat mengawal kelanjutan investasi di Blok Rokan sampai sebelum Kontrak Kerja Sama (KKS) WK Rokan berakhir. Dengan demikian, kita telah melakukan langkah signifikan untuk mewujudkan harapan dalam rangka optimalisasi produksi Blok Rokan dengan baik," kata Arifin. (TW)