Ditjen Migas Gelar Motivasi: Migas Ngobrol Tentang Inovasi

Jakarta, Inovasi di sektor publik perlu dilakukan untuk mendukung peningkatan kinerja dan kepuasan stakeholder. Demikian disampaikan Guru Besar Fakultas Teknologi Industri, Institut Teknologi Bandung (FTI ITB) Prof. Yassierli, S.T., M.T., Ph.D., CPE pada acara Motivasi (Migas Ngobrol Tentang Inovasi) Kamis (8/10).

"Fokus inovasi di sektor publik diantaranya peningkatan kinerja dengan efisiensi, produktifitas, lebih cepat, lebih aman, peningkatan kepuasan stakeholders sehingga tercipta a better world, "ungkap Yassierli.

Inovasi sendiri dimaknai sebagai proses menemukan dan menerapkan ide-ide baru sehingga menghasilkan value yang lebih bermanfaat. Inovasi dapat berupa teknologi baru, kebijakan baru, cara atau metode baru, model baru, produk atau jasa baru.

Yassierli menyampaikan beberapa fakta sejarah sebagai lesson learnt bahwa perusahaan yang sebelumnya merupakan perusahaan besar, pada akhirnya jatuh akibat tidak terus melakukan inovasi. Di masa saat ini dimana situasi lingkungan yang semakin tidak terprediksi, ambigu, berubah dengan cepat, dan memiliki permasalahan yang semakin kompleks. Kondisi tersebut mengharuskan kita untuk terus berinovasi.

"No sustainable growth tanpa inovasi, " tegasnya.

Inovasi bukan seberapa banyak riset dan pengembangan yang dilakukan tapi lebih kepada Sumber Daya Manusia (SDM) apa yang dimiliki dan bagaimana mereka dipimpin. Yang tak kalah penting adalah mengenali atau membuka potensi sejati setiap orang secara sistematis, penguasaan tools, dan tinggalkan budaya lama.

Setidaknya diperlukan hal-hal berikut untuk membangun SDM Inovatif diantaranya: kemampuan (ability), motivasi (motivation), dan kesempatan (opportunity).

Untuk menjadikan lembaga yang inovatif, maka inovasi harus terintegrasi dengan strategi organisasi. Selain itu organisasi perlu menyiapkan SDM dan tim lintas fungsional yang bertalenta. Diperlukan juga organisasi yang tangguh baik dari sisi struktur, kebijakan, dan prosedur dsb. Tidak kalah penting juga membangun mindset dan budaya organisasi seperti membangun teamwork. Kemudian yang terakhir adalah menyiapkan infrastuktur pendukung, serta membangun ekosistem inovasi.

Adapun dijelaskan Yasserlie bahwa dimensi dalam organisasi yang saling terkait seperti, pertama kemamampuan cepat dalam melakukan perubahan dan adaptasi. Kedua, terinternalisasikannya nilai dan identitas yang menjadi budaya kerja. Ketiga, kerja sama dalam kelompok dan dimungkinkan untuk kolaborasi lintas fungsi. Keempat adanya terobosan baru (inovasi). Kelima yakni pelayanan atau hubungan dengan konsumen, dan bakat atau kompetensi SDM.

Acara yang dihadiri secara online oleh para pegawai Ditjen Migas ini merupakan satu dari rangkaian program Innovation Series. Program Motivasi ini terdiri dari 5 (lima) rangkaian acara yang bertema inovasi. Motivasi selanjutnya akan hadir dengan tema-tema menarik seperti inovasi di perusahaan startup, inovasi di Pemerintahan, inovasi ke Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (KESDM), dan ditutup dengan diskusi inovasi di Ditjen Migas.

Motivasi merupakan kegiatan yang digagas Agen Perubahan Ditjen Migas (AP Ditjen Migas) sebagai wujud nyata semangat perubahan di Ditjen Migas. Para p impinan Ditjen Migas menyadari bahwa selain keteladanan pimpinan, maka diperlukan elemen penggerak perubahan baik dalam perubahan pola pikir dan budaya kerja di lingkungan suatu organisasi. Salam Perubahan! (RAW)