Dua Tahun Berharap, Jon Hendri Senang Kebagian Paket Konversi Untuk Nelayan

Kampar, Bapak satu anak yang sejak kecil telah bekerja sebagai nelayan ini tampak meneliti paket konversi BBM ke BBG untuk kapal penangkap ikan bagi nelayan yang diletakkan di lokasi penyerahan simbolis oleh Kementerian ESDM untuk nelayan di desanya, Rabu (11/11). Bersama beberapa rekan nelayan, Jon Hendri (41), memperhatikan dan berdiskusi mengenai bantuan gratis ini.

"Saya sangat senang, akhirnya kebagian paket bantuan Pemerintah ini. Saya berharap selama 2 tahun terakhir ini, semoga saya juga kebagian. Alhamdulillah tahun ini saya dapat," ujarnya dengan nada riang.

Jon Hendri merupakan salah satu dari 667 nelayan di Kabupaten Kampar yang menerima paket perdana Konversi BBM ke BBG tahun 2020. Sebelumnya pada tahun 2018, 406 rekannya telah lebih dulu mendapat bantuan tersebut.

Harapan mendapatkan paket ini muncul ketika rumahnya didatangi petugas dari desa. Setelah disurvei, ia diminta menyerahkan persyaratan untuk mendapatkan paket perdana. "Tidak susah kok syaratnya. Saya lengkapi semuanya," tambahnya.

Dia sangat berharap kebagian paket konversi ini lantaran ingin berhemat biaya bahan bakar untuk melaut. Berdasarkan info rekan yang telah lebih dulu mendapatkan bantuan, penghematannya lebih dari 50%. Biasanya untuk sekali melaut, ia harus mengeluarkan biaya bahan bakar sekitar Rp 30.000 untuk membeli 3 liter BBM atau Rp 120.000 untuk 4 hari melaut. Sedangkan menggunakan bahan bakar LPG 3 kg, hanya dibutuhkan 1 tabung seharga Rp 25.000.

"Hematnya banyak. Saya mau tabung selisihnya untuk memenuhi kebutuhan keluarga, biaya sekolah anak," kata lelaki lulusan SD ini.

Tekad serupa juga diungkapkan Supriyadi (41) yang telah 22 tahun bekerja sebagai nelayan. "Alhamdulillah ada bantuan ini. Kami masyarakat nelayan sangat terbantu. Nanti uang dari penghematannya untuk biaya sekolah anak," katanya.

Konversi BBM ke BBG untuk kapal penangkap ikan bagi nelayan sasaran merupakan salah satu program yang mendukung diversifikasi energi. LPG dipilih sebagai energi alternatif yang lebih ramah lingkungan dan mudah didapat. Selain itu, menghemat pengeluaran bahan bakar mesin untuk melaut.

Kriteria penerima paket perdana konversi untuk nelayan adalah nelayan pemilik kapal kurang dari 5 GT, kapal berbahan bakar bensin, memiliki daya mesin 13 HP, alat tangkap yang digunakan ramah lingkungan, belum pernah menerima bantuan sejenis dan memiliki Kartu KuSUKA. (TW)