Jadi Dirjen Migas, Ini Tugas Tutuka Ariadji

Jakarta, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Arifin Tasrif, Jumat (6/11), melantik dan mengambil sumpah Prof. Ir. Tutuka Ariadji, M.Sc., Ph.D., IPU sebagai Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM. Selaku Dirjen Migas, Tutuka Ariadji diminta membantu mewujudkan beberapa program strategis Kementerian ESDM.

Tugas tersebut adalah mewujudkan program jangka panjang target produksi 1 juta barel. Antara lain dengan mempertahankan tingkat produksi eksisting yang tinggi, transformasi sumber daya ke produksi, mempercepat EOR dan melakukan eksplorasi secara massif untuk penemuan baru.

"Sebagai gambaran, rata-rata realisasi produksi migas sampai dengan September 2020 sebanyak 1.712 MBOEPD atau 101% dari target APBN-P, terdiri dari lifting minyak sebesar 698 MBOPD dan lifting gas sebesar 1.064 MBOEPD," papar Arifin.

Tugas lainnya adalah mengupayakan pengurangan impor BBM dan LPG untuk meringankan beban devisa negara, terus mendorong untuk mempercepat pembangunan infrastruktur kilang dan jargas, serta pemanfaatan EBT secara massif diantara biodiesel dan Dimetil Eter (DME).

"Selain itu, mewujudkan kemandirian energi melalui pembangunan kilang dan petrokimia," ucap Menteri ESDM.

Terakhir, melaksanakan kebijakan penyesuaian harga gas bumi sebagai upaya peningkatan pemanfaatan gas dalam negeri dan percepatan pertumbuhan ekonomi, serta peningkatan daya saing nasional.

Tutuka Ariadji lahir di Solo, 26 Agustus 1964. Dia menyelesaikan S1 jurusan Teknik Perminyakan ITB dan menempuh jenjang S2 dan S3 Teknik Perminyakan di Texas A&M University. Jabatan terakhirnya adalah Ketua Forum Guru Besar ITB. (TW)