Menteri Arifin: Prinsip “Cecep” Dalam Pengelolaan Energi dan Sumber Daya Mineral

Jakarta, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Arifin Tasrif kembali menekankan pentingnya kerja Cepat, Cermat dan Produktif (Cecep) dalam pengelolaan sumber daya alam, khususnya energi dan mineral. Ini harus dilakukan karena ESDM merupakan salah satu sektor strategis yang berdampak besar bagi masyarakat luas.

"Energi dibutuhkan semua insan karena ini salah satu kebutuhan dasar. Kalau tidak ada energi, kemungkinan peradaban kehidupan manusia tidak akan semaju sekarang. Kita bersyukur diberikan karunia banyak sumber daya alam yang bisa dipakai untuk kebutuhan sehari-hari," ujar Menteri Arifin mengawali paparannya pada acara One Hour University yang mengambil tema "Mengembangkan SDM ESDM yang Cepat,Cermat dan Produktif", di Ruang Sarulla Kementerian ESDM, Kamis (27/2).

Pengelolaan sumber daya alam dengan baik, dilakukan untuk mendukung program pembangunan serta masa depan bangsa dan negara. Sumber daya alam ini tidak hanya dimanfaatkan oleh masyarakat Indonesia semata, tetapi juga negara-negara sahabat dengan teknologi tinggi yang dimiliki. "Kita tentunya juga harus berpikir demikian. Masalah riset ini harus punya perhatian khusus sehingga dapat diperoleh hasil penelitian yang dapat memberikan manfaat," tambah Arifin.

Dukungan kehandalan sumber daya manusia (SDM) sangat diperlukan dalam mengelola ESDM. Kecepatan dalam melaksanakan program-program Pemerintah di sektor ESDM, menjadi suatu keharusan demi mencapai target yang telah ditetapkan. Menteri Arifin mencontohkan, negara China yang 20 tahun lalu kondisinya sama dengan Indonesia, kini mampu memacu pertumbuhan ekonominya hingga 12-14% per tahun sehingga menjadi salah satu negara terkemuka di dunia.

Dalam melakukan suatu pekerjaan, lanjut dia, harus mempunyai target waktu penyelesaian. Hal lain yang juga penting adalah memiliki ribuan pegawai, Kementerian ESDM harus dapat menciptakan team work dengan sistem yang baik.

"Sistem (yang baik) ini dimulai dari diri sendiri atau self control. Kemudian (harus ada sistem) dalam sub-sub organisasi, target apa yang sudah dilakukan dan bagaimana penyelesaian pekerjaan karena kehilangan waktu dapat memberikan dampak langsung maupun tidak langsung terhadap pendapatan nasional," tukas Menteri ESDM.

Sementara prinsip cermat, harus menjadi jiwa dalam melaksanakan tugas. Penguasaan terhadap peraturan perundangan-undangan, kemampuan mengolah data serta kontrol dari atasan menjadi syarat utama.

Kerja yang produktif juga ditekankan Menteri Arifin. Ini bisa dicapai dengan adanya perencanaan yang baik sebelum melakukan pekerjaan. Produktif dalam bekerja juga memerlukan adanya harmonisasi dengan unit kerja lainnya serta penyederhanaan sistem.

"Team work antardirektorat, antarbadan, harus lebih diharmonisasikan. Beda pendapat silakan. Jangan sampai tidak menyampaikan pendapat. Kalau tidak menyampaikan pendapat itu ada kemungkinan yaitu tidak mengerti atau mutung. Kalau tidak mengerti, proses jalan terus. Tapi kalau mutung, ini (proses) tidak jalan-jalan. Dampaknya ke kita semuanya. Kita harus berbesar hati dengan apa yang kita hadapi karena kita ingin punya progres yang baik," pesan Arifin.

Mengakhiri sambutannya, Menteri Arifin berpesan kepada seluruh pegawai di lingkungan Kementerian ESDM untuk terus berkarya dan bersemangat membuat perubahan yang bermanfaat bagi bangsa dan negara. (TW)