Pemda Apresiasi Program Konversi BBM Ke BBG Untuk Petani

Yogyakarta, Pemerintah daerah mengapresiasi program Konversi BBM ke BBG untuk Petani Sasaran Tahun 2020. Dengan adanya program ini, diyakini kesejahteraan dan produktivitas petani akan meningkat.

Demikian benang merah pendapat beberapa Pemerintah Daerah pada hari kedua Rapat Koordinasi Pendistribusian Paket Perdana Konversi BBM ke BBG untuk Petani Sasaran Tahun 2020 di The Alana Hotel, Yogyakarta, Jumat (9/10).

"Para petani sangat bersyukur adanya bantuan ini karena Kabupaten Wajo memang sangat membutuhkan mesin untuk pompa air. Dengan adanya bantuan ini, petani kami bisa menambah lahan produksi," ungkap Sudirlang, Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan.

Sebagian besar masyarakat Sawah di Kabupaten Wajo bekerja sebagai petani. Dengan luas baku sawah Kabupaten Wajo pada 2019 seluas 100.991 hektar, para petani membutuhkan dukungan untuk memajukan produktivitas pertaniannya.

Menurut Sudirlang, sebagian lahan sawah di Kabupaten Wajo merupakan tadah hujan. Oleh karena itu, para petani sangat senang mendapat bantuan Pemerintah berupa konverter kit berbahan bakar LPG karena mereka dapat memompa air untuk tanamannya dengan biaya lebih murah.

Untuk tahun 2020, petani di Kabupaten Wajo mendapatkan bantuan sebanyak 1.141 paket perdana.

Hal senada juga dikemukakan Yus Warso, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bantul, Jawa Tengah. "Kami sangat berterima kasih atas inisiasi Kementerian ESDM melalui bantuan ini sehingga petani kami tambah semangat untuk bercocok tanam. Ini artinya tujuan menjadi petani maju, mandiri dan modern akan tercapai," katanya.

Bantuan konverter kit berbahan bakar LPG untuk mesin pompa air ini melengkapi bantuan yang telah diterima petani Bantul seperti pupuk dan benih untuk mendorong produktivitas petani. "Pupuk terpenuhi, bibit terpenuhi tapi air tidak ada kan percuma. Artinya ini simultan bersinergi," tambahnya.

Ini merupakan kali kedua petani Bantul memperoleh bantuan program konversi BBM ke BBG di mana tahun ini mereka mendapat bantuan 500 paket perdana. Sebelumnya tahun 2019, petani Bantul memperoleh bantuan 250 paket.

Berdasarkan pengalaman tahun 2019, menurut Yus Warso, tidak ada kendala yang dihadapi para petani menggunakan konverter kit berbahan bakar LPG. Penghematan yang diperoleh juga lebih dari 50% dibanding menggunakan BBM.

Paket perdana yang diberikan kepada petani terdiri dari 1 unit mesin, 1 buah tabung LPG 3 kg dan 1 set konverter kit beserta asesorisnya. (TW)