Pemerintah Tambah Pembangunan Jargas 19.000 SR Tahun Ini

Surabaya, Agar lebih banyak masyarakat yang dapat menikmati manfaat Jaringan distribusi gas bumi untuk rumah tangga (jargas), Pemerintah berencana menambah jumlah sambungan rumah (SR) tahun ini sekitar 19.000 SR. Dananya berasal dari pengalihan pembangunan tangki timbun BBM yang jumlahnya sekitar Rp 190 miliar.

Berdasarkan UU APBN 2017, pada tahun ini akan dibangun sekitar 59.809 SR jargas di 10 lokasi. di sisi lain, Pemerintah juga berencana membangun tangki BBM senilai Rp 190 miliar. Menteri ESDM Ignasius Jonan menilai, pembangunan tangki timbun sebaiknya diserahkan kepada badan usaha dan dananya dialihkan untuk mendorong pembangunan jargas.

"Kita akan mengusulkan realokasi yang dulunya akan digunakan untuk membangun tangki timbun BBM. Kami minta agar pembangunan tangki timbun itu dikerjakan operator saja secara bisnis. Nah uang ini digunakan untuk pembangunan-pembangunan yang dibutuhkan masyarakat secara langsung," kata Jonan pada Peresmian Pengoperasian Jargas 24.000 SR di Kota Surabaya, Minggu (7/5).

Dana pembangunan tangki timbun BBM sebesar Rp 190 miliar, diperkirakan dapat membangun sekitar 19.000 SR dengan perkiraan biaya tiap SR mencapai Rp 10 juta. Jumlah 19.000 SR ini nantinya akan dibagi ke berbagai daerah, termasuk Kota Surabaya yang meminta tambahan jargas.

ddc268a28ca977b1b972a4075fa1838b.jpg

Melihat animo masyarakat bawah yang sangat tinggi terhadap jargas, menurut Jonan, pihaknya berkeinginan agar jumlah SR yang dibangun tidak terbatas pada sekitar 100.000 per tahun, melainkan 200.000 bahkan lebih. Namun hal ini tentunya sangat bergantung pada anggaran Pemerintah. "Maunya kalau ada anggarannya, jangan 100.000 membangunnya, misalnya 200.000 atau 1 juta SR. Kalau ada anggarannya, kita akan membangun terus," kata Jonan.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi IGN Wiratmaja Puja menambahkan, penggunaan gas bumi untuk rumah tangga jauh lebih hemat, praktis, bersih dan aman. Setiap rumah tangga, rata-rata hanya perlu mengeluarkan uang Rp 30-40 per bulan. Jauh lebih murah daripada menggunakan LPG yang setiap bulannya harus mengeluarkan uang sekitar Rp 60-70 ribu.

Penggunaan gas bumi untuk rumah tangga juga menghemat impor LPG 20.000 ton per tahun dan penghematan subsidi mencapai Rp 141 miliar.

Pembangunan jargas dengan dana APBN telah dilakukan Pemerintah sejak tahun 2009 dan hingga 2016, telah terbangun 185.991 SR di 14 provinsi di 26 kabupaten/kota. (TW)