Tutup The 41st IPA Convention and Exhibition 2017, Wamen ESDM Ajak KKKS Majukan Migas Indonesia

Jakarta, Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar menutup rangkaian The 41st IPA Convention and Exhibition 2017, Jumat (19/5) petang yang ditandai dengan pemukulan tifa. Dalam kesempatan itu, Wamen mengajak KKKS untuk bersama-sama Pemerintah memajukan industri migas di Indonesia.

"Industri hulu migas Indonesia telah dikembangkan sejak lama dan kami masih memiliki cadangan migas yang besar. Kami mengundang KKKS untuk mengelola industri hulu migas Indonesia," ujar Wamen.

Arcandra optimis dengan berbagai reformasi yang dilakukan Pemerintah seperti penyederhanaan perizinan migas dari 104 menjadi 6 izin serta adanya skema bagi hasil gross split yang transparan, efisien serta fokus pada pelaksanaan operasional, industri migas Indonesia dapat kembali meningkatkan produksinya.

Wamen menyadari, masih banyak hal yang perlu dibenahi agar industri migas Indonesia dapat lebih menarik bagi investor. Namun dengan kerja sama yang baik antara Pemerintah dan KKKS, ia yakin masalah-masalah tersebut dapat diselesaikan.

Paparan-paparan yang disampaikan oleh para panelis dalam Plenary Session, juga menjadi masukan bagi Pemerintah untuk menjadikan iklim investasi migas menjadi lebih atraktif.

b6dc28705bbbb6c6ad5eb3764a1d8955.jpg

Dalam rangkaian penutupan acara yang berlangsung tanggal 17-19 Mei 2017, dilakukan penawaran wilayah kerja (WK) migas yang terdiri dari 10 WK migas konvensional dan 5 WK migas non konvensional.

Acara juga diisi dengan pengumuman pemegang lomba, antara lain karya tulisan terbaik, poster dan booth. The 41st IPA Convention and Exhibition tahun 2017 mengambil tema "Accelerating Reform to Re-Attract Investment to Meet the Economic Target", menggarisbawahi kebutuhan Indonesia melakukan eksplorasi demi mendapatkan sumber migas baru yang terutama berlokasi di timur Indonesia.

The 41st IPA Convention and Exhibition tahun 2017 merupakan ajang konvensi dan pameran terbesar dan merupakan wadah yang mempertemukan pemimpin industri, pelaksana dan pengambil kebijakan, pemerintah dan para tenaga ahli yang berhubungan dengan industri migas, baik dari dalam maupun dari luar negeri, untuk menarik investasi di Indonesia.

Acara ini diikuti lebih dari 1.500 peserta dan 113 perusahaan peserta pameran serta dihadiri lebih dari 20.000 pengunjung. Dalam acara tahunan tersebut, lebih dari 119 karya ilmiah dan 66 poster yang menuliskan mengenai pencapaian dan temuan baru dalam industri migas dipresentasikan dalam technical session dan poster session. Selama bertahun-tahun IPA Convex telah mengumpulkan lebih dari 3.400 karya tulis teknis bertaraf internasional dan tahun ini, IPA mengadakan Business Case Competition untuk pertama kalinya sebagai bagian dari rangkaian program ini. (TW)