Akuisisi Survey Seismic 2D di Selaru Maluku Dimulai

MALUKU - Kepala Badan Geologi Kementerian Energi Dan Sumber Daya Mineral, Ego Syahrial hari ini, Jumat (6/4) mengunjungi kapal survey seismic Elsa Regent di Pelabuhan Yos Sudarso di kota Ambon tempat Kapal Elsa Regent bersandar guna melakukan pengecekan langsung terhadap kesiapan dalam kegiatan akuisisi data yang akan dilaksanakan. Kapal Survey Elsa Regent akan melaksanaan Akuisisi Survey Seismic 2D di Selaru Maluku. Melalui kegiatan pengambilan dan pengumpulan serta pengolahan data seismik 2D di Selaru, Kabupaten Maluku Tenggara Barat, Provinsi Maluku sepanjang 1600 Km ini akan diperoleh informasi gambaran potensi migas dan kondisi geologi regional wilayah setempat yang bermanfaat untuk mengurangi resiko eksplorasi.

Diharapkan dari kegiatan survey ini akan didapat informasi baru dan akurat terkait potensi migas yang yanga ada sehingga informasi yang disampaikan kepada para calon investor tentang daerah tersebut dapat memberikan deskripsi yang sesungguhnya."Pembukaan Wilayah Kerja Baru memerlukan data dan informasi yang akurat mengenai kondisi geofisika dan geologi. Melalui kegiatan pengambilan dan pengumpulan serta pengolahan data seismik 2D di Selaru, Kabupaten Maluku Tenggara Barat, Provinsi Maluku sepanjang 1600 Km diharapkan dapat memberikan informasi baru dan akurat sehingga informasi yang disampaikan kepada para calon investor tentang daerah tersebut dapat memberikan deskripsi potensi migas yang sesungguhnya," ujar Ego.

Kegiatan survey ini merupakan upaya Pemerintah untuk terus berupaya menemukan cadangan minyak baru, yang selama ini telah menggunakan teknologi geofisika seperti survei seismik, gravitasi dan teknologi lainnya.

Pelaksanaan Akuisisi Survey Seismic 2D di Selaru Maluku akan dilaksanakan PT Elnusa selaku pemenang tender menggunakan Kapal seismic Elsa Regent selama 4(empat) bulan kedepan. Elsa Regent merupakan kapal seismik tercanggih di Indonesia saat ini yang dinakhodai serta diawaki 100% oleh anak-anak bangsa. Keunggulan Elsa Regent ini dibandingkan dengan kapal seismik berbendera Indonesia lain adalah telah dilengkapi 12 streamer dengan panjang setiap streamer mencapai 10 km. (SF)