BMKG Cabut Status Potensi Tsunami Gempa Kep. Sangihe

BANDUNG - Dini hari tadi Sabtu, (29/4) pukul 03:23:17 WIB Kepulauan Sangihe Sulawesi Utara diguncang gempa dengan magnitude 7,3 SR. Akibat gempa cukup besar tersebut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini tsunami untuk wilayah Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Maluku Utara dana Kalimantan Timur, namun PERINGATAN DINI TSUNAMI INI SUDAH BERAKHIR.

Sebelumnya dilaporkan BMKG, wilayah Kepulangan Sangihe Sabtu (29/4) diguncang dua gempa berkekuatan 7,1 SR pada pukul 03:23:17 WIB dan gempa kedua berkekuatan 7,3 SR pada pukul 03:23:20 WIB. Karena gempa tersebut cukup besar dan berpusat di laut maka BMKG mengeluarkan peringatan dini tsunami namun peringatan dini tsunami tersebut sudah dicabut. "Peringatan dicabut setelah menganalisis pemutakhiran data National Tsunami Warning Center BMKG," Kepala Pusat Informasi Gempabumi dan Tsunami BMKG, Mochammad Riyadi.

Gempa tektonik terjadi pada pukul 03.23 WIB di wilayah Provinsi Saranggani dan Davao, Filipina Selatan. National Tsunami Warning Center BMKG mencatat gempa tersebut berkekuatan 7,1 SR dan berpotensi tsunami. "Setelah dianalisis ternyata kekuatan gempa 6,8 SR dan tidak berpotensi tsunami. Karena itu maka peringatan dini tsunami diakhiri,"jelas Riyadi.

Berdasarkan hasil monitoring BMKG, hingga saat ini sudah terjadi empat kali gempabumi susulan dengan kekuatan berkisar antara 4,2-4,8 SR. Riyadi mengatakan hasil pengawasan peralatan monitoring tsunami (tide gaude) di Tahuna, Melonguane, Manado, dan Bitung menunjukkan tidak ada catatan terjadinya tsunami. "Kepada warga masyarakat di wilayah Sulawesi Utara dan Maluku Utara dihimbau agar tetap tenang karena berdasarkan update analisis, gempabumi ini tidak berpotensi tsunami," kata Riyadi.

Kepala Badan Geologi, Kementerian Energi Dan Sumber Daya Mineral, Ego Sayhrial menyatakan, secara geologis pulau yang berada pada radius episenter, memiliki susunan batuan yang berumur Pra Tersier, Tersier hingga Kuarter, yang tersusun oleh batuan gunung api, sedimen dan karbonat. Di sepanjang pantai dan di daerah aliran sungai, tersusun oleh endapan aluvium yang berumur Resen dengan sifat batuan lepas dan tidak terkonsolidasi, yang dapat memperkuat efek goncangan gempa bumi.

Goncangan gempa bumi ini dirasakan di Kep. Sangihe Sulawesi Utara dengan Skala IV MMI. Sampai laporan ini dibuat belum ada laporan mengenai adanya korban jiwa dan kerusakan bangunan akibat guncangan gempa bumi ini.

Kepala Badan kembali meminta masyarakat untuk tenang, tetap mewaspadai terjandinya gempa susulan dan selalu mengikuti arahan serta informasi dari petugas BPBD. "Jangan terpancing oleh isu yang tidak bertanggung jawab mengenai gempa bumi dan tsunami. Gempabumi ini tidak menimbulkan tsunami. BMKG telah mencabut peringatan dini tsunami," pungkas Ego.(SF)