Gerakan Tanah Di Kediri Sebabkan 64 Sumur Warga “Ambles”

BANDUNG - Gerakan tanah berupa amblesan pada sumur warga terjadi di Dusun Dorok, Dusun Jambean dan Dusun Nanas, Desa Manggis, Kecamatan Puncu, Kabupaten Kediri, Jawa Timur pada tanggal 24 April hingga 27 April 2017. Lokasi kejadian gerakan tanah merupakan bagian Utara dari Gunung Kelud yang sebagian besar merupakan pedataran yang memiliki kemiringan lereng datar - agak miring dengan elevasi 242 meter diatas permukaan laut.

Dampak gerakan tanah mengakibatkan 64 sumur warga mengalami amblesan sedalam 2 s/d 3 meter. Secara kronolologi tercatat Tanggal 24 April, tercatat 17 sumur ambles di Dusun Nanas ; 31 sumur ambles di Dusun Dorok ; 11 sumur di Dusun Jambean. Pada Tanggal 26 April kembali amblas 4 sumur warga di Dusun Nanas serta terakhir 27 April 2017 kembali 1 sumur ambles milik warga di Dusun Nanas. "Warga sudah tidak dapat memanfaatkan sumur tersebut karena warnanya keruh dan warga saat ini merasa ketakutan karena akan terjadi ambles susulan," ujar Kepala Badan Geologi, Kementerian Energi Dan Sumber Daya Mineral, Ego Syahrial kepada esdm.go.id.

Mengenai penyebab gerakan tanah, Kepala Badan memperkirakan, akibat curah hujan yang tinggi selama tiga hari berturut yang masuk kedalam tubuh batuan piroklastik gunungapi Kelud. Batuan piroklastik tersebut yang bersifat lepas dan sarang tinggi merupakan batuan penutup lahan di Desa Manggis tersebut. Akumulasi air yang cepat dan besar dibawah permukaan memicu pergerakan air yang mengikuti kemiringan lahan dan membawa sebagian lapisan batuan piroklastik di bagian dasar yang meninggalkan ruang kosong sehingga fenomena amblesan tersebut.

Seperti kejadian bencana-bencana sebelumnya, Badan Geologi kembali mengirimkan Tim Tanggap Darurat ke lokasi bencana untuk melakukan pemeriksaan detail pada lokasi kejadian gerakan tanah serta menganalisis tingkat kerawanan terkait potensi terjadi gerakan tanah susulan dan memberikan arahan dan rekomendasi teknis mitigasi gerakan tanah. (SF)