Dua Tahun Dikelola Anak Bangsa, Menteri ESDM Tinjau Blok Mahakam

KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL
REPUBLIK INDONESIA
SIARAN PERS
NOMOR: 650.Pers/04/SJI/2019
Tanggal: 8 November 2019
Dua Tahun Dikelola Anak Bangsa, Menteri ESDM Tinjau Blok Mahakam

Usai mengunjungi lokasi pembangunan Refinery Development Master Plan (RDMP), RU V Balikpapan, Kalimantan Timur, Menteri ESDM, Arifin Tasrif beserta rombongan, Jumat (8/11), meninjau North Processing Unit (NPU) Pertamina Hulu Mahakam (PHM) fasilitas produksi di wilayah paling utara dari Blok Mahakam.

"Hari ini saya mengunjungi North Processing Unit Pertamina Hulu Mahakam. Fasilitasi produksi yang dibangun sejak tahun 1998 ini terawat dengan baik dan saat ini seluruh karyawan yang bekerja adalah warga negara Indonesia," ujar Arifin usai kunjungan.

Ditambahkan Arifin, seluruh karyawan yang bekerja di Pertamina Hulu Mahakam bertekad untuk bisa meningkatkan produksi migas yang ada di lapangan ini untuk memberikan kontribusi yang sebesar-besarnya untuk negara.

c-WhatsApp%20Image%202019-11-08%20at%201

"Saya bertemu dengan semua jajaran karyawan yang bekerja disini, mereka semuanya mempunyai semangat yang tinggi untuk meningkatkan produksi minyak dan gas Blok Mahakam, dan kita berharap bahwa di tangan mereka-mereka inilah kejayaan produksi migas nasional kita dapat kembali," lanjut Arifin.

General Manager PHM Jon Anis menyampaikan bahwa fasilitas NPU saat ini dioperasikan oleh sekitar 900 anak bangsa, mereka bekerja menangani produksi dari sekitar 400 sumur, dengan mengedepankan pengelolaan tekanan sumur, untuk menjaga produksi tetap optimal.

Direktur Hulu Pertamina Darmawan Samsu juga menambahkan, bahwa efisiensi dan biaya dan "attention on detail" menjadi fokus bagi semua pekerja di lapangan Blok Mahakam, sehingga kegiatan operasi terus efektif.

"Value creation in managing upstream operation" menjadi hal berikut yang menonjol di Blok Mahakam, yang di harapkan dapat di ikuti oleh unit hulu migas lainnya di grup Pertamina," Darmawan menambahkan.

Kontrak Kerja Sama WK Mahakam ditandatangani tanggal 6 Oktober 1966, berakhir tanggal 31 Desember 2017 dan selanjutnya pengelolaannya diserahkan ke Pertamina untuk 20 tahun ke depan.

Blok Mahakam mengalami penurunan produksi beberapa tahun belakang karena beberapa hal antara lain, karakteristik reservoir berupa lensa-lensa sehingga dibutuhkan banyak sumur-sumur baru. Tahun 2019 Pertamina Hulu Mahakam telah melakukan 121 pemboran sumur baru tetapi hasilnya akan dirasakan 1-2 tahun ke depan.

Upaya mencegah penurunan produksi minyak dan gas bumi, PHM meningkatkan pemboran untuk pengurasan produksi migas (di tahun 2020 direncanakan dibor 257 sumur baru), menerapkan waterflood pada beberapa lapangan yang ada (Lapangan Handil dan Lapangan Bekasap) dan melakukan workover sumur produksi atau pressure maintenance.(SF)

Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik, dan Kerja Sama
Agung Pribadi (081122135)