HUT Pertambangan dan Energi ke-81, Bahlil Perintahkan Insan ESDM Pilih Kepentingan Rakyat

Friday, 23 October 2026 - Dibaca 98 kali

JAKARTA - Delapan puluh satu tahun lalu, para pemuda merebut pengelolaan pertambangan dan geologi dari tangan penjajah. Semangat yang sama dibawa Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi / Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia ke Upacara Hari Jadi Pertambangan dan Energi ke-81 di Jakarta, Jumat (23/10). Di hadapan jajarannya, ia memberi arahan tegas: saat harus memilih, berpihaklah pada rakyat.

"Ketika kalian dihadapkan memilih antara orang yang mengatur kekuasaan dengan cara yang tidak benar dan dihadapkan dengan memilih kepentingan rakyat, saya perintahkan untuk memilih kepentingan rakyat," tegas Bahlil.

Menurut Bahlil, usia 81 tahun bukan sekadar hitungan kalender. Kementerian ini lahir bersama Republik Indonesia, dan sejak 28 September 1945 tambang serta energi menjadi amanat konstitusi untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat, sesuai Pasal 33 UUD 1945.

Bahlil mencontohkan keberpihakan itu dalam penetapan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) pertambangan. "Saya tahu banyak perusahaan-perusahaan besar yang memprotes karena RKAB-nya sebagian tidak kita berikan sesuai dengan keinginannya. Tetapi kalau kita memenuhi semua keinginannya, bagaimana urusan UMKM? Mereka siapa yang mengurus?" ujarnya.

Bahlil juga menegaskan pertambangan harus patuh pada kewajiban dalam negeri, reklamasi dan pascatambang, serta keselamatan kerja. Kepada jajaran Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara, ia berpesan agar tidak terpengaruh cara-cara pengusaha yang melanggar aturan.

"Tegakkan aturan, disiplinkan aturan," katanya.

Keberpihakan yang sama berlaku di sektor kelistrikan. Rasio elektrifikasi memang telah mencapai 99,85 persen, tetapi masih ada sekitar 11.000 desa dan dusun yang belum berlistrik. Bahlil menargetkan seluruhnya diselesaikan dengan cara apa pun. Tahun ini, Program Listrik Desa menyasar 2.065 lokasi, dengan target seluruh rumah tangga berlistrik pada 2029.

Bahlil mengapresiasi perbaikan kinerja jajarannya. Keluhan masyarakat dan dunia usaha terhadap cara-cara lama di birokrasi, menurutnya, mulai berkurang. Meski begitu, ia meminta pegawai tidak berhenti di tahap perencanaan.

"Jangan hanya bikin konsep, konsep, konsep terus, tidak pernah mengeksekusi konsep," ujarnya.

Dalam upacara tersebut, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia selaku Inspektur Upacara juga menyematkan Tanda Kehormatan Satyalancana Wira Karya, Satyalancana Pembangunan, dan Satyalancana Karya Satya, serta menyerahkan Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral tentang Kenaikan Pangkat PNS.

Peringatan tahun ini juga diisi kegiatan sosial. Berdasarkan laporan panitia, donor darah diikuti 2.443 pendaftar dan menghasilkan 1.628 kantong darah. Kementerian ESDM menyalurkan bakti sosial Rp2,6 miliar untuk penanganan bencana di Nusa Tenggara Timur, serta menggelar vaksinasi HPV dan pemeriksaan payudara klinis (SADANIS) bagi 885 pegawai.

Rangkaian peringatan berlanjut malam ini dengan pemberian Penghargaan Energi Subroto, nama baru penghargaan tahun ini, sekaligus peluncuran program Pengawal Energi. Esok hari, Kementerian ESDM menggelar Energy Day bagi seluruh pegawai.

Di usia ke-81, Bahlil mengajak insan ESDM meneguhkan tekad menjaga warisan para pendahulu: bekerja jujur, berani memutuskan, dan menuntaskan setiap target. Dengan begitu, kekayaan energi dan mineral benar-benar hadir untuk kemandirian dan keadilan bagi rakyat. (RD)

Share This!