0

Menurut Kepala Badan Geologi, Bambang Dwiyanto, dari hasil pengamatan petugas pos pengamatan gunung api G. Kelud, pada tanggal 20 Oktober 2007 data kegempaan tercatat 4 kali gempa vulkanik dalam dengan amplituda 0.5 mm, 1 kali gempa vulkanik dalam dengan amplituda 1.5 mm, 7 kali gempa tremor dengan variasi amplituda antara 0.5 mm - 8 mm dan 11 kali gempa tektonik jauh dengan variasi amplituda antara 1.5 mm - 12 mm sedangkan pengamatan visual tidak terlihat adanya asap pada kawah dan suhu udara antara 18o C - 23o C dengan kelembaban antara 63% - 86%, dan untuk suhu temperatur air danau kawah tercatat 38.2o C.

Pada tanggal 21 Oktober 2007 hingga pukul 12.00 WIB data kegempaan mencatat adanya 7 kali gempa tremor dangan variasi amplituda antara 1 - 5 mm, 1 kali gempa tektonik lokal, 4 kali gempa tektonik jauh dan 1 kali gempa tektonik jauh terasa MM II. Pengamatan secara visual tercatat suhu udara antara 17o C - 24o C dengan kelembaban antara 66% - 84%, untuk suhu permukaan air kawah tercatat 38.2o C. Hasil pengukuran deformasi (EDM dan Tiltmeter) masih menunjukkan adanya fluktuasi yang mempunyai kecenderungan proses inflasi.

Kepala Badan Geologi merekomendasikan Pemerintah kabupaten disekitar G. Kelud untuk segera mengungsikan penduduk yang berada dalam radius 10 km dari puncak , menutup tempat penampungan air dan sumber air lainnya agar terlindung dari debu vulkanik, memakai masker penutup hidung dan penutup mata serta dilarang melakukan aktifitas disepanjang alur sungai yang berhulu dari G. Kelud. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi selalu berkoordinasi dengan Pemerintah Propinsi Jawa Timur (SATKORLAK PB) dan Pemerintah Kabupaten sekitar G. Kelud (SATLAK PB) tentang aktifitas G. Kelud

Copy Right © 2019 Ministry of Energy and Mineral Resources
Secretariat General of Ministry of Energy and Mineral Resources
Jl. Medan Merdeka Selatan No. 18 Jakarta Pusat 10110
Phone. 021 3804242 Fax. 021 3507210
Berita Geologi Contact Center