Posko Nasional Sektor ESDM Berhasil Jaga Pasokan Selama Periode Lebaran
JAKARTA - Posko Nasional Sektor Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Periode Ramadan dan Idul Fitri (RAFI) 1447 H/2026 resmi ditutup pada hari ini, Selasa (31/3). Penutupan dilakukan oleh Inspektur Jenderal Kementerian ESDM Yudhiawan, mewakili Wakil Menteri ESDM. Yudhiawan melaporkan bahwa pasokan energi selama periode RAFI 2026 berada dalam kondisi aman dan terkendali.
"Kami bersyukur, di tengah kondisi geopolitik dunia yang sedang tidak menentu, rangkaian kegiatan Posko Hari Raya Idul Fitri Tahun 2026 telah berhasil kita lalui dengan Aman, Lancar, dan Terkendali," ujar Yudhiawan di Kantor Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) Jakarta, Selasa (31/3).
Yudhiawan menyampaikan bahwa sepanjang Periode RAFI lalu Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dan Wakil Menteri ESDM Yuliot terjun langsung ke berbagai wilayah untuk memastikan ketersediaan Bahan Bakar Minyak (BBM), Liquefied Petroleum Gas (LPG), Gas Bumi, pasokan listrik, serta kesiapan mitigasi bencana geologi, di mana keseluruhannya berjalan baik.
Pada kesempatan tersebut, Ketua Posko Nasional Sektor ESDM Periode RAFI 2026 Erika Retnowati menyampaikan bahwa Posko dapat berjalan dengan baik berkat kolaborasi dan sinergi para pemangku kepentingan. Ia menyampaikan apresiasi kepada para pihak yang telah mendukung terlaksananya kegiatan Posko sejak periode persiapan, pembukaan, pelaksanaan, hingga penutupan. Erika juga menyampaikan rasa terima kasihnya kepada masyarakat yang telah bersama dengan Pemerintah, menjaga suasana kondusif selama Bulan Ramadan hingga setelah Hari Raya Idulfitri.
Secara rinci Erika memaparkan bahwa kondisi ketahanan Stok BBM dilaporkan aman, baik untuk jenis Gasoline, Gasoil, Kerosene, maupun Avtur, dengan Ketahanan Stok berhasil terjaga rata-rata diatas 20 hari. Adapun peningkatan rata-rata konsumsi harian BBM selama periode posko dibandingkan kondisi penyaluran normal paling signifikan terlihat pada jenis Gasoline dengan kenaikan sebesar 15%, sedangkan Gasoil turun sebesar 18%. Adapun avtur naik sebesar 7,2 % dibanding penyaluran normal.
Selama periode Posko RAFI 2026, penyaluran LPG juga dilaporkan berjalan aman. Seluruh agen serta pangkalan beroperasi dengan baik untuk melayani kebutuhan gas masyarakat, termasuk Agen dan Pangkalan Siaga 24 yang beroperasi di daerah khusus dengan permintaan tinggi.
"Ketahanan stok LPG Nasional rata-rata selama periode posko adalah 11,6 hari. Penyaluran rata-rata LPG pada periode posko ini adalah 34.206 MT atau mengalami kenaikan sebesar 6,5% dari rerata normal," jelasnya.
Kondisi yang sama terjadi di sektor gas bumi, di mana dilaporkan tidak mengalami kendala dan dalam keadaan aman. Sementara untuk sektor ketenagalistrikan, secara umum berada pada kondisi aman. Sebanyak 17 sistem berada pada status normal, yakni tidak pernah terjadi siaga maupun defisit.
Pada sektor geologi, terdapat beberapa kejadian kebencanaan geologi, seperti gempa bumi, gerakan tanah. Tidak terdapat gunung api dengan status Awas, hanya terdapat 2 (dua) gunung api dengan status siaga, yaitu Gn. Merapi dan Gn. Semeru. Seluruh kejadian tersebut tidak berdampak terhadap kondisi pasokan dan distribusi energi.
"Seluruh aktifitas gempa bumi, gunungapi, dan gerakan tanah, tidak berdampak terhadap kondisi pasokan maupun kelancaran penyaluran energi, baik di sektor BBM, LPG, Gas Bumi, maupun Ketenagalistrikan," pungkas Erika. (DKD)
Share This!