Terapkan Metode Spectural Blueing di Lapangan Migas, Periset LEMIGAS Raih Penghargaan di IPA Convex 2022

Saturday, 24 September 2022 - Dibaca 1043 kali

KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL

REPUBLIK INDONESIA

SIARAN PERS

NOMOR: 368.Pers/04/SJI/2021

Tanggal: 24 September 2021

Terapkan Metode Spectural Blueing di Lapangan Migas, Periset LEMIGAS Raih Penghargaan di IPA Convex 2022

Industri hulu migas terus melakukan berbagai upaya adaptif terhadap perkembangan teknologi di tengah tantangan target produksi migas. Hal ini coba dilakukan oleh Nine Safira, periset asal "LEMIGAS" Ditjen Migas Kementerian ESDM, beserta Tim dari berbagai profesi yang berhasil mengoptimalkan potensi resolusi seismik dengan metode Spectural Blueing untuk meningkatkan kenampakan geologi pada lapangan migas.

Atas pencapaian ini, Nine Safira dan Tim berhasil didaulat sebagai Best Overall Poster Presentation pada ajang the 46th Indonesian Petroleum Associatin (IPA) Convention and Exhibition di 2022 pada Jumat (23/9) kemarin.

Bagi Nine, keberhasilan ini tidak semata-mata atas pencapaian individu. Adanya kolaborasi dari berbagai pihak turut serta membantu pencapaiannya. Penyusunan materi tersebut dilakukan bersama sama oleh Aji Darma Maulana sebagai Paleoscan Expert di PT Geoservices, Nine Safira sebagai Geophysicist LEMIGAS, serta Ongki Ari Prayoga, Egie Wijaksono, dan Alif Ascaria sebagai supervisor dalam proses penyusunan project ini.

Poster ini sendiri mengambil judul "Increasing The Resolution of Seismic Imaging with Spectral Blueing, Spectral Decomposition ROB and HSV Blending to Delineate The Fluvial Facies on Fluvio Deltaic Environment". Poster tersebut berfokus pada upaya memaksimalkan potensi resolusi seismik untuk mendominasikan frekuensi tinggi menggunakan Metode Spectral Blueing. Di mana tujuan utama dari penelitian tersebut adalah untuk memberikan analisis lebih akurat dalam menginterpretasikan fitur-fitur kenampakan geologi dalam sebuah lapangan migas.

Tak hanya itu, beberapa integrasi metode yang digunakan yakni penulis dapat mengkolaborasikan metode geofisika dengan analisis geologi sebagai usaha untuk menurunkan uncertainty level yang kerapkali menjadi tantangan dalam melakukan eksplorasi migas.

"Apresiasi dan sukses untuk Nine dan seluruh Tim. Ini adalah bagian dari progress di hulu migas. Inovasi dan teknologi sangat dibutuhkan guna mendukung akselerasi upstream activity," kata Kepala LEMIGAS Ariana Soemanto di Jakarta, Sabtu (24/9).

Ia juga menambahkan, ini merupakan salah satu partisipasi positif dalam mendukung upaya Pemerintah mencapai target produksi migas tahun 2030, yaitu produksi minyak satu juta barrel per hari dan gas 12 kaki kubik per hari (Billion Cubic Feet per Day/BCFD), khususnya terkait strategi eksplorais masif. (WP/NA)

Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik, dan Kerja Sama

Agung Pribadi (08112213555)

Share This!