Tingkatkan Kualitas Pengamatan, Badan Geologi Modernisasi 160 Alat Pemantauan

Saturday, 20 January 2024 - Dibaca 3698 kali

KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL

REPUBLIK INDONESIA

SIARAN PERS

NOMOR: 76. Pers/04/SJI/2024

Tanggal: 20 Januari 2024

Tingkatkan Kualitas Pengamatan, Badan Geologi Modernisasi 160 Alat Pemantauan

Dalam rangka meningkatkan kualitas hasil pemantauan gunungapi aktif di seluruh wilayah Indonesia, Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sepanjang tahun 2023 telah memodernisasi alat-alat pemantauan gunungapi pada pos-pos pemantauan sebanyak 160 unit sehingga totalalat yang sudah dimodernisasi menjadi 1.063 unit. selain memodernisasi alat, Badan Geologi juga melakukan renovasi dan pengembangan pos gunungapi agar petugas yang berjaga lebih nyaman dalam bekerja.

"Untuk meningkatkan kemampuan dalam memantau gunungapi aktif modernisasi dan pengembangan pos dilakukan dengan tujuan kesiapsiagaan yang lebih baik terhadap terjadinya bencana disamping memberikan ruang kerja yang lebih nyaman untuk para pengamat gungungapi yang sebagain besar terpencil tempatnya,"ujar Plt. Kepala Badan Geologi Muhammad Wafid dalam konferensi pers Capaian Kinerja Badan Geologi Tahun 2023 dan Rencana Tahun 2024 di Bandung, Jumat (19/1)..

Modernisasi alat dilakukan Badan Geologi sebanyak 160 sehingga total alat yang telah dimodernisasi sebanyak 1.063 unit serta pengembangan pos pengamatan gunungapi di seluruh Indonesia. "Modernisasi alat pada pos-pos pengamatan gunungapi ini merupakan arahan dari Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif untuk melengkapi personel yang kompeten dan tangguh yang dimiliki Badan Geologi demi menghasilkan data pemantauan yang akurat,"pungkas Wafid.

Selain memodernisasi alat pemantauan, untuk memitigasi bencana geologi juga telah memetakan kawasan rawan geologi dalam bentuk peta, penyebaran informasi dan sosialisasi mitigasi bencana geologi serta kegiatan tanggap geologi. "Seluruh kegiatan terkait mitigasi bencana dilakukan untuk meminimalisir kerugian dan korban jiwa disamping juga untuk membantu penataan ruang berbasis bencana geologi,"tutur Wafid.

Dalam menjalankan fungsinya dalam pembangunan pilar geolgi Geo-Hazards, selain memodernisasi alat, Badan Geologi juga telah melaksanakan Pemetaan Geologi Gunungapi sebanyak 116 peta, Pemetaan Kawasan Rawan Bencana (KRB) Gunung Api sebanyak 111 peta, Pemetaan KRB Gempa bumi sebanyak 51 peta; Pemetaan KRB Tsunami sebanyak 58 peta, Pemetaan Zona Kerentanan Gerakan Tanah sebanyak 12 peta.

Kegiatan-kegiatan lainnya yang juga dilakukan Badan Geologi sepanjang tahun 2023 berkaitan dengan mitigasi bencana geologi adalah pembuatan Peta Penurunan Muka Tanah sebanyak 16 peta, Peta Zona Kerentanan Likuifaksi sebanyak 12 peta dan Pemasangan Landslide Early Warning System 11 unit.

Badan Geologi telah bekerja sama dengan institusi dan badan lain berkaitan dengan kebencanaan untuk menghasilkan layanan percepatan informasi mitigasi bencana kepada masyarakat.

"Kolaborasi yang telah kami lakukan dengan beberapa badan antara lain dengan Badan Informasi Geospasial (BIG) kemudian BMKG dan BNPB dalam rangka percepatan layanan mitigasi bencana telah menghasilkan peta kawasan rawan bencana skala detai yakni 1:3.500. Kami menyadari bahwa kolaborasi dalam kegiatan penyelidikan sangat penting untuk meningkatkan pelayanan kita kepada masyarakat,"jelas Wafid. (SF)

Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik, dan Kerja Sama

Agus Cahyono Adi


Share This!