0

'Penyebab gempabumi berasal dari aktifitas sistim subduksi di sebelah Selatan Pulau Jawa,' papar Kepala Pusat, Kepala Bidang Pengamatan Gempabumi dan Gerakan Tanah, Badan Geologi, Departemen ESDM, DR. E. Kusdinar Abdurachman, DEA. Kondisi daerah terkena gempa disusun oleh endapan Kuarter berupa endapan rawa, endapan pantai, endapan alluvial dan endapan rombakan gunungapi yang bersifat lepas, urai, belum padu (unconsolidated). Kondisi ini memperkuat efek goncangan (amplikasi) sehingga rentan terhadap goncangan gempabumi, getaran terasa kuat di wilayah pesisir Selatan Jawa Timur.

Gempabumi ini juga terekam pada Pos Pengamatan Gunung Kelud. Dari sini diperoleh informasi, getaran gempabumi dirasakan dengan intensitas II pada skala MMI (Modified Mercalli Intensity) dan tercatat pada alat seismograf dengan amplituda maksimum 21 mm dengan lama gempa 300 detik.

Sejauh ini belum diperoleh informasi adanya korban jiwa dan kerusakan bangunan akibat gempabumi ini. Meski demikian direkomendasikan agar masyarakat dihimbau untuk tetap tenang dan mengikuti arahan informasi dari petugas Satlak PB dan Satkorlak PB serta tidak terpancing isu yang tidak bertanggung jawab tentang gempabumi dan tsunami.

Gempabumi ini tidak akan menimbulkan tsunami meskipun lokasinya berada dilepas pantai, namum magnitudanya tidak terlalu besar untuk dapat menimbulkan deformasi dasar laut yang dapat menyebabkan tsunami.

Copy Right © 2019 Ministry of Energy and Mineral Resources
Secretariat General of Ministry of Energy and Mineral Resources
Jl. Medan Merdeka Selatan No. 18 Jakarta Pusat 10110
Phone. 021 3804242 Fax. 021 3507210
Berita Geologi Contact Center