Lewat Goes to Campus, BPH Migas Ajak Mahasiswa Kawal Subsidi BBM Tepat Sasarani
MALANG - Sejumlah perwakilan mahasiswa Universitas Brawijaya tidak hanya mempelajari tata kelola BBM bersubsidi dari dalam kampus. Mereka juga diajak melihat langsung proses distribusi di salah satu SPBU di Kota Malang, sekaligus mengenali bentuk penyalahgunaan yang dapat mengganggu penyaluran subsidi kepada masyarakat yang berhak.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari BPH Migas Goes to Campus bertajuk "Gen-Z Talks: Subsidi Tepat Bagi Masyarakat yang Berhak". Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) menggelarnya untuk meningkatkan literasi energi sekaligus memperkuat partisipasi masyarakat dalam pengawasan penyaluran BBM bersubsidi.
Anggota Komite BPH Migas Baskara Agung Wibawa menilai keterlibatan mahasiswa penting karena sektor hilir migas berkaitan dekat dengan aktivitas sehari-hari. Kemampuan generasi muda mengakses dan menyebarluaskan informasi juga dinilai dapat mendukung pengawasan apabila didasarkan pada data dan informasi yang benar.
"Dalam menjalankan tugas pengaturan dan pengawasan, BPH Migas tentu tidak dapat bekerja sendiri. Kami membutuhkan kolaborasi dengan kementerian dan lembaga, pemerintah daerah, badan usaha, aparat penegak hukum, perguruan tinggi, dan tentunya masyarakat luas," kata Baskara, di Malang, Jawa Timur, Rabu (16/9)
Setelah kegiatan di kampus, beberapa perwakilan mahasiswa terpilih diajak meninjau salah satu SPBU untuk memahami proses distribusi BBM. Di lokasi tersebut, BPH Migas menjelaskan sejumlah modus penyalahgunaan BBM bersubsidi, termasuk penggunaan tangki kendaraan yang dimodifikasi untuk menimbun BBM sebelum dijual kembali ke sektor industri serta duplikasi kode QR.
Menurut Baskara, Pertamina bersama instansi terkait telah melakukan penertiban dan pembersihan akun kode QR yang disebut digunakan secara tidak semestinya. Namun, upaya penyalahgunaan masih menjadi tantangan sehingga pengawasan dan penindakan terus dilakukan bersama aparat penegak hukum.
"Meskipun Pertamina bersama instansi terkait telah melakukan penertiban dan pembersihan ratusan ribu akun QR nakal, para pelaku kejahatan terus mencari celah," ujarnya.
BPH Migas juga mendorong mahasiswa tidak berhenti pada penyebaran dugaan kecurangan melalui media sosial. Temuan atau dugaan penyalahgunaan diminta disampaikan melalui kanal resmi agar dapat diverifikasi dan ditindaklanjuti.
"Apabila menemukan persoalan atau dugaan penyalahgunaan BBM subsidi, kami mengajak rekan-rekan untuk menyampaikannya melalui kanal yang tepat, salah satunya WhatsApp Helpdesk BPH Migas, agar dapat langsung diverifikasi dan ditindaklanjuti oleh tim pengawas di lapangan," kata Baskara.
Kolaborasi pemerintah, perguruan tinggi, aparat penegak hukum, dan masyarakat diharapkan membantu menekan penyalahgunaan BBM bersubsidi sekaligus menjaga agar subsidi dapat diterima masyarakat yang berhak dan anggaran negara digunakan secara lebih optimal bagi kepentingan publik. (SF)
Share This!