Dies Natalis STEM Akamigas ke 51

CEPU - Lebih dari setengah abad, STEM Akamigas berkiprah di dunia pendidikan Indonesia. Perayaan itu terekam dalam kemeriahan Dies Natalis STEM Akamigas ke-51. Puncak acara dengan diselenggarakannya Sidang Terbuka Dies Natalis ke-51, Selasa (24/10) di Grha Oktana, Cepu.

Dibuka oleh Ketua STEM Akamigas, Perry Burhan menyampaikan bahwa makna hari jadi kali ini sebagai perenungan untuk mengembangkan kompetensi STEM Akamigas serta menyiapkan tenaga terampil di tingkat nasional dan internasional. Acara dihadiri oleh Bupati Blora, perwakilan SKK Migas, Ketua Ilugas serta mahasiswa STEM Akamigas.

STEM Akamigas memiliki potensi yang luar biasa, hal tersebut diungkapkan Kepala BPSDM ESDM, IGN Wiratmaja Puja. Mahasiswa pilihan yang disaring dengan ketat harus didukung oleh dosen yang bersungguh-sungguh membimbing mahasiswa.

Industri migas saat ini harganya sudah anjlok, turun menjadi setengah harga, apakah harus khawatir? Sebenarnya potensi migas di Indonesia masih terbuka lebar, hanya sekitar 30% yang baru dieksplor, sisanya masih sangat banyak. Ini bisa dianggap sebagai tantangan dan peluang.

Peranan STEM Akamigas disini sangat penting terkait dengan kesiapan SDM tahun-tahun mendatang. Saat ini Indonesia ada di peringkat 16 kekuatan ekonomi di dunia, dari sekitar 108 negara. Pada tahun 2030, akan mendapat bonus demografi dan kita akan menjadi negara terkuat ketujuh didunia. "Inilah kenapa pendidikan di STEM Akamigas penting, tahun 2050 kita aakan jadi kekuatan nomor empat didunia, ini kesempatan yang luar biasa bagi Indonesia untuk menjadi negara maju, makmur dan berpengaruh didunia, kuncinya yaitu Sumber Daya Manusia," ujar Kepala BPSDM ESDM.

Untuk dapat mewujudkan proyeksi tersebut, Indonesia memang harus bekerja keras. Tantangan pertama, saat ini kita masih mengimpor BBM dari luar negeri. Sebaiknya kita membangun kilang di dalam negeri, saat ini pemerintah sedang bergerak cepat. "Ini bisa menjadi kesempatan adik-adik yang ada di jurusan pengolahan migas, instrumentasi kilang untuk masuk," jelasnya. Begitu pula dengan pembangunan kilang-kilang kecil di pulau-pulau di Indonesa. Mahasiswa dari Indonesia Timur belajar di STEM Akamigas, ketika lulus bisa mengaplikasikan ilmunya didaerah asalnya.

Kedua, kita tidak memiliki lumbung BBM, artinya kalau perang dengan negara tetangga, mereka tak perlu menyerang hanya perlu menunggu sampai kita kehabisan BBM, kapal-kapal tidak beroperasi. Sehingga memiliki lumbung BBM mutlak diperlukan untuk memperkuat sistem ketahanan enrgi Indonesia.

Ketiga, regulasi dibidang migas perlu dilakukan agar investor mau menginvetasikan modalnya di Indonesia, dengan begitu pertumbuhan ekonomi di Indonesia pun terus meningkat. "STEM Akamigas pasti mampu menghadapinya. Murid-muridnya pilihan, dosennya berpengalaman, prestasi sudah banyak dibuktikan didukung fasilitas yang lengkap," kata Kepala BPSDM. Rencananya kedepan, beberapa kampus STEM Akamigas akan dibuka di luar Cepu, yaitu Bandung untuk jurusan geominerba, Jakarta untuk jurusan KEBTKE, Sawahlunto untuk jurusan tambang bawah tanah serta Balikpapan, Palembang dan Papua. Sebaran alumni yang luat tentu akan memperkuat networking yang ada untuk lulusan STEM Akamigas, sehingga slogan "Energi untuk Negeri" pun semakin mudah diwujudkan. (rwp)

Hak Cipta © 2017 Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral
Jl. Medan Merdeka Selatan No. 18
Jakarta Pusat 10110
Telp. 021 3804242 Fax. 021 3507210
Berita Geologi