Daerah Kusta, Layanan Prioritas Penyediaan Air Tanah

JAKARTA - Layanan penyediaan air bersih oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) akan tetap menjadi program prioritas Pemerintah di tahun ini. Melalui Badan Geologi, Kementerian ESDM akan melakukan pemboran air tanah dalam di daerah yang terkena kusta di wilayah Madura. Hal ini disampaikan oleh jajaran pimpinan Kementerian ESDM pada Rabu (8/2) di Jakarta.

Sebanyak 14 lokasi pemboran air tanah di wilayah tersebut sudah ditentukan sesuai dengan usulan dari Gubenur Jawa Timur Soekarwo kepada Menteri ESDM Ignasius Jonan. Usulan tersebut mempertimbangkan karena lokasi tersebut mengalami defisit air bersih sehingga mengakibatkan mudahnya penyebaran penyakit kusta.

Di tahun 2017, program pemboran air tanah sudah berjalan dengan melakukan koordinasi pada Pemerintah Daerah baik Kabupaten maupun Kota. Hingga saat ini, kebutuhan air bersih di seluruh Indonesia sudah dipetakan oleh Badan Geologi.

Pemboran air tanah sendiri menjadi salah satu tugas pokok dari Badan Geologi. Kegiatan ini sudah mulai berlangsung sejak tahun 2005. "Kegiatan yang berlangsung selama 11 tahun telah menghasilkan 1.508 titik pemboran air tanah yang melayani penduduk sekitar 2,7 juta jiwa per hari dengan kapasitas penyediaan air sebesar 79 juta meter kubik per tahun," jelas Ego Syahrial selaku Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM.

Di lain waktu, Ego menyampaikan sudah ada 7.500 usulan baru dari masyarakat tentang pemboran air tanah. "Sebanyak lebih dari 7.500 usulan yang disampaikan melalui dinas kabupaten kepada Kementerian ESDM," ungkapnya.

Adanya pembangunan sumur air tanah tersebut untuk mewujudkan energi berkeadilan di seluruh wilayah Indonesia. (NA)


Hak Cipta © 2017 Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral
Jl. Medan Merdeka Selatan No. 18
Jakarta Pusat 10110
Telp. 021 3804242 Fax. 021 3507210
Berita Geologi