Harga Minyak Dunia dan Pengaruhnya terhadap Subsidi BBM

Selasa, 10 November 2009 - Dibaca 6665 kali

JAKARTA. Berdasarkan APBN-P 2009, ICP diasumsikan sebesar US$ 61/barel. Dengan rata-rata ICP Desember 2008 - Oktober 2009 sebesar US$ 56,86/barel, masih terdapat ruang untuk mengadaptasi kenaikan harga minyak sampai dengan akhir tahun ini.Perkembangan Harga Minyak Indonesia Crude Price (ICP) sampai dengan tanggal 31 Oktober 2009 adalah sebagai berikut:

  1. ICP Oktober (Sementara) US$ 72,53/barel
  2. ICP Rata-2 Jan-Okt 2009 US$ 58,62/barel
  3. ICP Rata-2 Des '08-0kt '09 US$ 56,86/barel
  4. ICP Rata-2 Jan-Des 2008 US$ 96,78/barel
  5. ICP Rata-2 Des '07-Nov '08 US$ 101,31/barel
Perkembangan harga minyak mempengaruhi penerimaan negara dari minyak dan gas bumi serta subsidi Energi. Perkembangan penerimaan migas sampai bulan Oktober 2009 mencapai Rp. 124 Triliun (67% dari target APBN-P sebesar Rp. 183,6), sedangkan subsidi BBM dan LPG pada periode yang sama mencapai Rp. 33 Triliun (64% dari pagu APBN-P).Rendahnya realisasi penerimaan migas dan penggunaan anggaran subsidi BBM dan LPG juga sebagai akibat dari rendahnya harga minyak pada awal tahun dan penguatan nilai tukar rupiah akhir-akhir ini.Beberapa faktor yang berpengaruh kepada harga minyak dunia antara lain, permintaan dan pasokan, stok minyak, situasi perekonomian dunia, kapasitas produksi cadangan OPEC, cuaca dan gangguan terhadap suplai, geopolitik, nilai dolar dan spekulasi di pasar berjangka.Diperkirakan harga minyak 2010 akan pada rata-rata $ 65-70 per barel, dan sekitar $ 75-85 per barel pada tahun 2012, tergantung kepada kecepatan pemulihan ekonomi dunia. Tingkat harga ini akan lebih tinggi apabila dollar masih terus melemah.

Bagikan Ini!