Ego Syahrial : Gempa 5,5 SR Yang mengguncang Padangsidempuan, Tidak Sebabkan Tsunami

JAKARTA - Pagi ini, Jumat (14/7) pukul 08:25:16 WIB gempa mengguncang di baratdaya Padangsidempuan. Gempa ini berpusat di darat sehingga diyakini Kepala Badan Geologi Kementerian Energi Dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ego Syahrial tidak akan meyebabkan terjadinya gelombang tsunami. Selain meminta masyarakat untuk tetap tenang dan mengikuti arahan serta informasi dari petugas BPBD setempat, Ego Syahrial juga meminta agar jangan terpancing oleh isu yang tidak bertanggung jawab mengenai gempabumi dan tsunami.

Mengenai kondisi geologi daerah terdekat pusat gempa bumi Ego menjelaskan, pusat gempa bumi berada di darat. Daerah yang terdekat dengan pusat gempabumi umumnya disusun oleh endapan gunungapi kuarter, batuan sedimen dan batuan gunungapi berumur tersier yang telah mengalami pelapukan. "Guncangan gempa bumi akan terasa lebih kuat di daerah yang disusun oleh batuan gunungapi berumur Kuarter dan batuan sedimen berumur Tersier yang telah mengalami pelapukan kuat karena bersifat urai dan memperkuat efek goncangan gempa bumi,"jelas Ego.

"Berdasarkan posisi pusat gempa bumi dan kedalamannya (sumber bmkg dan usgs), kejadian gempa bumi berasosiasi dengan aktivitas sesar aktif di lokasi tersebut,"tambah Ego.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), melaporkan terjadinya gempa bumi hari ini, Jumat, 14 Juli 2017, pukul 08:25:16 WIB. Berdasarkan informasi pusat gempa bumi terletak pada koordinat 99, 19? BT dan 1,37? LU, dengan magnitudo 5.5 SR, pada kedalaman 10 km, berjarak 9 km barat daya Padang Sidempuan, SUmut. Berdasarkan the United States Geological Survey (USGS), pusat gempa bumi terletak pada koordinat 99, 272? BT dan 1,427? LU, dengan magnitudo 5,0 pada kedalaman 10 km.

Intensitas guncangan gempa bumi terbesar akan dirasakan di wilayah yang berdekatan dengan pusat gempa bumi, kemudian intensitasnya semakin melemah seiring bertambahnya jarak dengan pusat gempa bumi. Menurut BMKG, gempa bumi ini dirasakan di Aekgodang dengan intensitas IV MMI (Modified Mercalli Intensity).Berdasarkan informasi dari Pos Pengamatan gunungapi Sorik Marapi goncangan gempabumi terasa dengan intensitas III MMI, sedangkan di Pos Pengamatan Gunung Tandikat hanya terekam oleh alat namun tidak terasa( I MMI) Gempa bumi ini tidak menyebabkan tsunami, karena meskipun berpusat di darat. Hingga tanggapan ini dibuat, belum ada informasi kerusakan yang diakibatkan gempa bumi ini. (SF)

Hak Cipta © 2017 Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral
Jl. Medan Merdeka Selatan No. 18
Jakarta Pusat 10110
Telp. 021 3804242 Fax. 021 3507210
Berita Geologi