Ekplorasi Migas di Ambalat : Penambahan Cadangan Nasional dan Kedaulatan NKRI

Daerah Ambalat terletak di Kalimantan Utara, tepat di perbatasan Indonesia-Malaysia. Area ini telah lama menjadi area yang menjadi sengketa antara Indonesia dan Malaysia. Sengketa wilayah menjadi makin rumit saat di area ini diidentifikasi adanya potensi minyak dan gas bumi.


Saat ini di area Ambalat terdapat blok East Ambalat yang dioperasikan oleh Pertamina Hulu Energi (PHE) East Ambalat. Namun, batas blok East Ambalat yang ditentukan oleh Pemerintah Indonesia tumpang tindih dengan batas blok Shell Malaysia.

Sehingga meskipun telah dimiliki oleh PHE East Ambalat sejak tahun 2016, kondisi politik menyebabkan PHE East Ambalat tidak bisa melakukan kegiatan eksplorasi apapun di area ini.

Di sisi lain, Pusat Survei Geologi, Badan Geologi, melalui Bidang Sumber Daya Migas, telah memiliki data - data studi G&G di sekitar area East Ambalat, tepatnya di Cekungan Tarakan dan sekitarnya. Melalui beberapa kegiatan lapangan dan penyusunan Rekomendasi Wilayah Kerja (WK) Migas.

Tim survei PSG berhasil mengidentifikasi beberapa potensi sistem petroleum di area ini, baik yang berumur Kenozoikum maupun yang berumur Mesozoikum. Menyadari pentingnya data data potensi migas di perbatasan tersebut, maka pada hari Kamis, 14 Maret 2019, bertempat di Hotel Marriot Jogjakarta, Tim PSG melakukan kick off meeting studi area East Ambalat dengan pihak PHE East Ambalat.

Pusat Survei Geologi - Badan Geologi berharap dengan pengungkapan data dan potensi migas di area East Ambalat akan mendorong penyelesaian masalah sengketa perbatasan di area ini, dan dimulainya peningkatan aktivitas eksplorasi migas di area Ambalat.

Ke depan, pentingnya pembuktian temuan cadangan migas di area East Ambalat tidak hanya akan berpengaruh pada peningkatan cadangan migas nasional, namun juga akan memberikan pengaruh besar pada penguatan posisi kedaulatan NKRI di area perbatasan