Hari Ini Dua Gempa Guncang Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara

BANDUNG - Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara hari ini, Selasa (11/4) hingga pukul 20:00 dua kali diguncang gempa. Gempa pertama terjadi pada pukul 09:50:43 WIB dengan magintuda 5,2 SR dan gempa kedua terjadi pada pukul 18:22:46 WIB dengan magnitudo 5,0 SR. Kepala Badan Geologi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Ego Syahrial menghimbau agar masyarakat disekitar wilayah terdampak untuk tetap tenang dan mengikuti arahan serta informasi dari petugas BPBD setempat. Jangan terpancing oleh isu yang tidak bertanggung jawab mengenai gempabumi dan tsunami serta tetap waspada dengan kejadian gempabumi susulan, yang diperkirakan berkekuatan lebih kecil.

"Gempa bumi kembali terjadi di Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara pada pukul pukul 18:22:46 WIB. Gempa ini merupakan gempa kedua setelah yang pertama terjadi pada pukul 09:50:43 WIB. Gempa pertama pusat gempa bumi terletak pada koordinat 5,73? LU dan 127,32? BT, dengan magnitudo 5,0 SR pada kedalaman 109 km, berjarak 199 km timur laut Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara sedangkan gempa kedua pusat gempa bumi terletak pada koordinat 5,73? LU dan 127,32? BT, dengan magnitudo 5,0 SR pada kedalaman 109 km, berjarak 199 km timur laut Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara," ujar Ego.

Penyebab kedua gempa tersebut sama yakni berdasarkan posisi pusat gempa bumi dan kedalamannya, kejadian gempa bumi berasosiasi dengan aktivitas pada zona penunjaman (subduksi) lempeng Filipina ke bawah lempeng Eurasia di lokasi tersebut,lanjut Ego.

Pusat kedua gempa bumi tersebut berada di perairan perbatasan wilayah Indonesia dan Filipina. Wilayah Indonesia yang berdekatan dengan pusat gempa bumi yaitu wilayah Kepulauan Talaud, khususnya Pulau Karakelong. Kondisi geologis Wilayah Kepulauan Talaud pada umumnya disusun oleh batuan Vulkanik berumur Kuarter sehingga guncangan gempa bumi akan terasa lebih kuat pada batuan Kuarter karena bersifat urai, lepas, tidak kompak dan memperkuat efek guncangan.

Bagi masyarakat disekitar wilayah terdampak, Kepala Badan Geologi menghimbau untuk tetap tenang dan mengikuti arahan serta informasi dari petugas BPBD setempat. Jangan terpancing oleh isu yang tidak bertanggung jawab mengenai gempabumi dan tsunami dan tetap mewaspadai terjadinya gempa susulan yang energy diperkirakan berkekuatan lebih kecil. "Gempa bumi ini tidak menyebabkan tsunami, karena energinya tidak cukup kuat untuk menyebabkan deformasi di bawah laut,"pungkas Ego. (SF)

Hak Cipta © 2017 Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral
Jl. Medan Merdeka Selatan No. 18
Jakarta Pusat 10110
Telp. 021 3804242 Fax. 021 3507210
Berita Geologi