Institute of Petroleum and Geology Timor Leste Bahas Tindak Lanjut Kerja Sama dengan Badan Geologi

BANDUNG - Kerjasama Timur Leste dengan Indonesia di bidang kebumian telah terjalin sejak 2013 dimana implementasinya dilakukan pada 2014. Untuk menindaklanjuti kerja sama tersebut delegasi dari Timur Leste berkunjung ke Badan Geologi (22-23/05/17). Selama dua hari di Bandung Timur leste melalui Institute of Petroleum and Geology (IPG) membahas kegiatan yang telah dilaksanakan dalam kerangka kerjasama antara Badan Geologi dan IPG-IP, serta rencana kegiatan selanjutnya.

Delegasi Timor Leste yang dipimpin oleh Jorge de Carvalho Martins (Wakil Presiden IPG), pada hari pertama melakukan pertemuan di Jalan Diponegoro. Muhammad Wafid A.N (Kepala Pusat Survei Geologi) dalam pertemuan tersebut bertindak mewakili Badan Geologi. Semenara itu hari kedua delegasi Timor Leste diterima oleh Hedi Hidayat (Kepala Pusat Sumberdaya Mineral, Batubara, dan Panas Bumi (PSDMBP) di Jalan Sukarno-Hatta Bandung.

Kerja sama yang telah berjalan melalui unit unit di Badan Geologi diantaranya capacity building tentang kebencanaan geologi (PVMBG); capacity building tentang pengamatan geoteknik dan hidrogeologi (PATGTL); capacity building dan bantuan teknis kepada pihak IPG-IP Timor Leste dengan melakukan pemetaan geologi dan mineral (PSDMBP) di Blok Nipane dan Blok Passabe yang terletak di Distrik Oecusse.

Pemilihan lokasi ini berdasarkan pada kepentingan Timor Leste yang akan membangun Kawasan Otorita Zona Ekonomi Eksklusif Oecusse di District Oecusse. Selain itu juga PSDMBP melakukan bantuan teknis dalam analisis laboratorium hasil kegiatan survei tersebut yang dilakukan di Laboratorium PSDMBP, PSG yaitu editing laporan dan peta geologi wilayah District Oecusse.

Beberapa catatan penting hasil kunjungan kerja delegasi IPG Timor Leste ke Badan Geologi, perlu adanya pertemuan khusus untuk membahas hasil kerja sama yang telah dilaksanakan termasuk rencana penerbitan publikasi internasional mengenai hasil kegiatan di Oecusse.

Untuk kegiatan selanjutnya, IPG-IP memfokuskan pada pemetaan tematik dengan skala 1:50.000. Harapan terhadap kegiatan ini adalah didapatkan peta geologi dan peta sumber daya mineral tanpa ada batasan wilayah administrasi. Peta yang dihasilkan merupakan peta utuh Pulau Timor hasil kerja IPG-IP dan Badan Geologi Indonesia. Saat ini PSG sudah memiliki Petunjuk Teknis yang digunakan dalam pembuatan peta geologi skala 1:50.000 wilayah Indonesia yang bisa dijadikan sebagai referennsi pembuatan peta geologi di Timor Leste.

Kemungkinan akan diadakan pertemuan antara pemerintah Timor Leste dan Pemerintah Indonesia pada bulan September 2017 untuk melakukan penandatanganan MoU kerjasama dalam bidang migas dan mineral pada tingkat menteri. Komoditas yang menjadi sasaran kerjasama di bidang mineral yaitu mangan, kromit, batu gamping, bahan bangunan, dan keramik. Adapun yang menjadi komoditas prioritas yaitu mangan dan kromit. Diusulkan untuk kegiatan selanjutnya dilakukan di Belu dan Pulau Timor daratan (selain Oucusse). Pada Juli 2017, IPG-IP akan melakukan kegiatan di Belu. Jika pada September 2017 disepakati usulan tersebut, pada tahun 2018 akan dilakukan kegiatan kerjasama di wilayah tersebut.

Pada pertemuan selama dua hari di Bandung itu kedua belah pihak sepakat untuk melakukan evaluasi dan menyusun laporan kerja sama yang akan diserahkan Juli 2017 dan membahas mengenai kerangka acuan kerja kegiatan tahun 2018. Selain melakukan pembahasan kerja sama, delegasi Timor Leste juga melakukan kunjungan ke laboratorium PSG dan PSDMBP untuk studi banding dalam rangka rencana pembangunan laboratorium yang akan dilakukan oleh IPG-IP di Dili, Timor Leste.