Potensi Panas Bumi Pulau Pantar Menjadi Harapan Masyarakat Alor, NTT

Potensi Panas Bumi Pulau Pantar Menjadi Harapan Masyarakat Alor, NTT

ALOR - Dalam rangka mendorong pemenuhan elektrifikasi daerah pulau-pulau kecil dan mendukung terwujudnya pemerataan pembangunan dengan mengoptimalkan potensi energi setempat, Badan Geologi Kementerian Energi Dan Sumber Daya Mineral (ESDM) lakukan pengeboran potensi panas bumi Gunung Sirung, Pulau Pantar, Alor Nusa Tenggara Timur. Tajak pengeboran telah dilakukan pada hari Sabtu (27/5) yang lalu dan dihadiri oleh Bupati Alor, Amon Djobo dan Kepala Dinas Perindustrian, Thomas Lalangpuli.

"Masyarakat Pulau Pantar Alor sangat mengharapkan kegiatan pengeboran landaian suhu di daerah Gunung Sirung ini dapat berjalan dengan baik dan memperoleh data potensi panas bumi yang lebih lengkap dan akurat, sehingga akan menarik investor untuk pemanfaatan energi panas bumi dan mendukung pembangunan di Kabupaten Alor, khususnya di Pulau Pantar," ujar Bupati Alor, Drs. Amon Djobo.

Provinsi Nusa Tenggara Timur tergolong merupakan salah satu provinsi yang memiliki Rasio Elektrifikasi paling rendah. Hal ini disebabkan beberapa wilayah di Provinsi NTT tersebar di Pulau-Pulau tersendiri/terisolir dan belum terjangkau oleh infrastruktur maupun akses jaringan listrik nasional. Pemanfaatan panas bumi di Pulau Pantar, Alor ini menjadi harapan bagi masyarakat dan Pemerintah Daerah setempat. "Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Badan Geologi KESDM, yang telah melaksanakan kegiatan pengeboran panas bumi di pulau terisolir, Pulau Pantar. Mudah-mudahan hasil kegiatan ini dapat mendorong pembangunan Indonesia Timur, khususnya di daerah kami Kabupaten Alor," ujar Anom.

---

Menurut Tim Panas Bumi Pusat Sumber Daya Mineral Batubara Dan Panas Bumi (Tim Panas Bumi PSDMBP), Badan Geologi, pengeboran untuk melengkapi data panas bumi di Wilayah Kerja Gunung Sirung, Pulau Pantar secara swakelola. Pengeboran landaian suhu dilaksanakan di dua titik dengan target kedalaman masing-masing 700 m. Pengeboran landaian suhu dilakukan sebagai tindak lanjut penyelidikan geologi dalam rangka mendapatkan data-data bawah permukaan (subsurface) yang meliputi landaian suhu (thermal gradient), litologi, mineral ubahan, intensitas dan tipe ubahan, serta pembuktian dari hasil survey potensi sebelumnya.

Pengeboran landaian suhu (strike hole) tersebut dilakukan dengan mesin bor tipe Atlas Copco CS14 dengan ruang lingkup pekerjaan meliputi kegiatan geologi sumur (wellsite geology) dan pengukuran logging temperatur, Data temperatur bawah permukaan akan dikorelasikan dengan temperatur pembentukan mineral ubahan pada litologi sumur landaian suhu dari permukaan hingga kedalaman akhir.

Daerah Panas Bumi Gunung Sirung, Pulau Pantar dicirikan oleh adanya manifestasi permukaan berupa mata air panas dengan temperatur 37 hingga 99 0C, tanah panas, dan batuan ubahan. Hasil survei Badan Geologi, daerah panas bumi Gunung Sirung memiliki potensi sebesar 150 MWe pada kelas cadangan terduga dengan luas prospek sebesar 24 km2 dan temperatur reservoir sebesar 260 0C yang termasuk dalam sistem panas bumi bertemperatur tinggi. (SF)


Hak Cipta © 2019 Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral
Jl. Medan Merdeka Selatan No. 18
Jakarta Pusat 10110
Telp. 021 3804242 Fax. 021 3507210
Berita Geologi Contact Center