Selatan Gunung Kidul Diguncang Gempa 5,1 SR

JAKARTA - Hari ini Kamis, 20 Juli 2017, pukul 11:12:19 WIB, masyarakat Yogyakarta dikejutkan oleh guncangan gempa. Ge,pa yang berpusat di 110.45 ?BT dan 9.20?LS tersebut menurut Kepala Badan Geologi Kementerian Energi Dan Sumber Daya Mineral, Ego Syahrial meski berpusat di laut dan pada kedalaman yang dangkal (10Km), tidak akan memicu terjadinya gelombang tsunami karena energi yang dikeluarkannya tidak cukup kuat.

" BMKG melaporkan, telah terjadi gempabumi pada hari Kamis, 20 Juli 2017, pukul 11:12:19 WIB. Pusat gempabumi berada pada koordinat 110.41?BT dan 9.23?LS sebesar Magnitudo 5.1 pada kedalaman 10 km berjarak 135 km barat daya Gunungkidul, Yogyakarta. Berdasarkan informasi GFZ Jerman gempa ini berpusat pada 110.45 ?BT dan 9.20?LS dengan magnitudo 4.7 mb pada kedalaman 40 km," ujar Ego Syahrial.

Ditambahkan Ego, gempa tersebut dirasakan sebesar II MMI di Yogyakarta dan terasa sebesar I MMI di pos pengamatan Gunungapi Kelud, Kediri. "Gempa Bumi ini tidak menimbulkan tsunami, karena walaupun lokasinya di laut namun energinya tidak cukup kuat untuk menimbulkan tsunami. Hingga tanggapan ini dibuat tidak ada laporan mengenai adanya korban jiwa dan kerusakan bangunan akibat guncangan gempabumi ini,"tambah Ego.

Ego menjelaskan, kejadian gempabumi tersebut diperkirakan melanda wilayah pantai selatan Provinsi DI Yogyakarta, dan Jawa Tengah. Wilayah pantai tersebut pada umumnya tersusun oleh batuan berumur Tersier berupa batuan sedimen, batuan gunungapi, batuan beku, batuan malihan dan bancuh serta di sebelah utaranya disusun oleh endapan berumur kuarter. Goncangan gempabumi akan terasa pada batuan endapan kuarter dan batuan tersier terlapukkan yang bersifat urai, lepas, belum kompak (unconsolidated) dan memperkuat efek getaran, sehingga rentan terhadap goncangan gempabumi.

"Penyebab gempa diperkirakan akibat aktivitas zona subduksi yang terbentuk akibat tumbukan atau penunjaman Lempeng Indo-Australia terhadap Lempeng Eurasia,"ujar Ego.

Selanjutnya Ego menghimbau masyarakat untuk tetap tenang dan mengikuti arahan serta informasi dari petugas Pemerintah Daerah. "Jangan terpancing oleh isu yang tidak bertanggung jawab mengenai Gempa Bumi yang diikuti oleh tsunami,"tutup Ego. (SF)