Tanggapan Badan Geologi Terhadap Gempa Bengkulu 5,2 SR

BANDUNG - Gempa bumi berkekuatan 5,2 SR telah mengguncang perairan barat Bengkulu, Kamis (22/6), pukul 21:38:49 WIB. Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pusat gempa bumi terletak pada koordinat 102,41? BT dan 5,87? LS, dengan magnitudo 5,2 SR pada kedalaman 23 km, berjarak 177 km barat daya Kaur Bengkulu. Meski berpusat dilaut, namun gempa ini tidak memicu terjadinya gelombang tsunami karena energi yang dikeluarkan tidak terlampau kuat.

Pusat gempa bumi berada di Samudera Indonesia di sebalah barat daya Pulau Sumatera. Daerah yang berdekatan dengan pusat gempa bumi yaitu pesisir barat Bengkulu dan Pulau Enggano. Wilayah barat Pulau Sumatera khususnya Provinsi Bengkulu pada umumnya disusun oleh batuan sedimen berumur Kuarter, sedangkan P. Enggano didominasi oleh batuan sedimen Tersier. Guncangan gempa bumi akan terasa kuat pada batuan Kuarter serta batuan Tersier yang telah mengalami pelapukan karena bersifat urai, lepas, tidak kompak dan memperkuat efek guncangan.

Badan Geologi Kementerian Energi Dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan, penyebab gempa berdasarkan posisi pusat gempa bumi dan kedalamannya, kejadian gempa bumi berasosiasi dengan aktifitas penunjaman lempeng Indo-Australia ke bawah Lempeng Eurasia di lokasi tersebut.

Intensitas guncangan gempa bumi terbesar akan dirasakan di wilayah yang berdekatan dengan pusat gempa bumi, kemudian intensitasnya semakin melemah seiring bertambahnya jarak dengan pusat gempa bumi. "Gempa bumi ini tidak menyebabkan tsunami, karena meskipun berpusat di laut namun energinya tidak cukup kuat untuk menyebabkan deformasi di bawah laut. Berdasarkan informasi dari Pos Pengamatan G. Dempo, gempa bumi ini dirasakan di Pagar Alam, Sumatera Selatan, dengan intensitas II MMI (Modified Mercally Intensity)," ujar Kepala Badan Geologi, Ego Syahrial.

Meski dilaporkan belum ada informasi kerusakan yang diakibatkan gempa bumi ini, namun Kepala Badan Geologi meminta masyarakat untuk tetap tenang dan mengikuti arahan serta informasi dari petugas BPBD setempat. "Jangan terpancing oleh isu yang tidak bertanggung jawab mengenai gempabumi dan tsunami dan asyarakat agar tetap waspada dengan kejadian gempabumi susulan, yang diperkirakan berkekuatan lebih kecil," pungkas Ego. (NA)