Tim Tanggap Darurat Badan Geologi Segera Tinjau Lokasi Longsor Ponorogo

BANDUNG - Paska kejadian bencana gerakan tanah longsor, Sabtu (1/4) pukul 06:00 WIB di Ponorogo Provinsi Jawa Timur, Badan Geologi Kementerian Energi Dan Sumber Daya Mineral segera mengirimkan Tim Tanggap Darurat (TTG) untuk mengidentifikasi dan memetakan wilayah terkena bencana. TTD dilaporkan telah sampai di Yogyakarta dan esok hari langsung menuju lokasi bencana Desa Banaran, Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo Provinsi Jawa Timur untuk melakukan identifikasi dan pemetaan. Masyarakat diminta tetap waspada terhadap potensi longsor susulan, mengingat daerah tersebut berada Zona gerakan tanah tinggi.

"Tim Tanggap Darurat Badan Geologi telah menuju lokasi bencana sejak siang tadi untuk melakukan pemeriksaan, penelitian dan pemetaan untuk memberikan rekomendasi penanganan pasca bencana. Tim TTD Badan Geologi terdiri dari 5 orang ahli yang dipimpin Herry Purnomo,"ujar Kepala Badan Geologi, Ego Syahrial kepada esdm.go.id.

Selain menimbun beberapa rumah, gerakan tanah longsor yang terjadi juga telah minimbun setidaknya 11 orang, namun belum dapat dipastikan berapa jumlah korban keseluruhan dan Psaat ini BPBD Ponorogo bersama TNI, Polri, relawan dan masyarakat masih melakukan di evakuasi di lokasi bencana, lanjut Ego.

Mengenai penyebab longsor Ego menjelaskan, longsor tersebut diduga selain dipicu oleh hujan deras dengan durasi yg lama sejak hari Jumat kemarin (31/3) juga disebabkan oleh kondisi geologi setempat. "Secara geologi, lokasi bencana terletak pada perbukitan dengan lereng terjal dan tersusun dari batuan gunungapi yg bersifat urai dan banyak retakan serta menumpang pada Batuan Sedimen Tersier yg dapat membentuk bidang gelincir,"jelas Ego.

"Berdasarkan Peta Zona Gerakan Badan Geologi, daerah bencana terletak pada Zona Kerentanan Tinggi, dimana daerah tersebut sangat berpotensi untuk terjadi gerakan tanah jika terjadi hujan dengan intensitas dan durasi yang lama serta gerakan tanah lama bisa aktif kembali," pungkas Ego. (SF)