Tim Tanggap Darurat Lakukan Penyeledikan Gempa Bumi Gayo Lues

GAYO - Gempa bumi berkekuatan 5,0 SR telah mengguncang Bumi Gayo Lues, Aceh, Senin 29 Mei 2017 pukul 04.54 WIB. Menurut informasi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), gempa bumi yang terjadi pada kedalaman dangkal (10 km) itu berada pada koordinat 4,15? LU dan 97,20? BT atau sekitar 23 km sebelah barat laut Kota Blangkejeren. Akibat gempa tersebut sebagian besar masyarakat Gayo Lues yang pada saat itu tengah bersiap-siap untuk melaksanakan shalat subuh, mengalami kepanikan akibat adanya guncangan gempa bumi yang intensitasnya mencapai IV-V MMI (Modified Mercalli Intensity).

Seperti kejadian gempa-gempa sebelumnya, melalui Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menerjunkan Tim Tanggap Darurat (TD) ke lokasi. Tim TD Bumi Gayo Lues yang dipimpin Amalfi Omang di lokasi gempa melakukan pemetaan dampak kejadian gempa bumi, analisis sumber gempa bumi, sosialisasi langsung kepada masyarakat serta koordinasi dengan pemerintah daerah.

Selama di lokasi gempa Tim Tanggap Darurat melakukan wawancara mengenai dampak gempa bumi sekaligus memberikan penjelasan bagaimana tindakan mitigasi gempa bumi kepada masyarakat setempat. Secara keseluruhan, guncangan gempa bumi dirasakan di wilayah Kabupaten Gayo Lues dengan intensitas sebesar III - V MMI.

Setiba dilokasi, Tim langsung melakukan pemetaan dampak gempa bumi serta mengamati kerusakan diberbagai lokasi-lokasi terdampak di Gayo Lues, dengan menelusuri area Sesar Besar Sumatera, khususnya segmen Tripa, yang diduga menjadi sumber gempa bumi Gayo Lues. Berdasarkan hasil penelusuran dan berdasarkan kenampakan morfologi, Tim berkesimpulan, terdapat manifestasi adanya indikasi sesar aktif yang diantaranya ditunjukkan dari keberadaan air terjun di Desa Rerebe, serta morfologi Sungai Kuala Tripe di Kecamatan Tripe Jaya, Kabupaten Gayo Lues. Dari kenampakan manifestasi segmen tripa tersebut ditemukan adanya sesar mendatar kanan (stike slip) yang relatif berarah tenggara-baratlaut.

Di beberapa wilayah Kabupaten Gayo Lues khususnya di pedesaan, masyarakat yang membangun rumahnya secara tradisional dari kayu tidak mengalami kerusakan. Hal ini membuktikan bahwa sebagian masyarakat Bumi Gayo Lues telah menerapkan kearifan lokal rumah tahan gempa yang diyakini lebih tahan terhadap guncangan gempa bumi. (SF)