Diklat Masyarakat di BDTBT, berawal dari seleksi, berakhir dengan sertifikasi.

Pada Tahun 2020 ini, pelaksanaan Diklat Operator Tambang Bawah Tanah yang diselenggarakan oleh Balai Diklat Tambang Bawah Tanah (BDTBT) untuk masyarakat terasa istimewa, karena selain mendapatkan sertifikat diklat, di akhir diklat juga dilakukan uji kompetensi. Peserta yang dinyatakan kompeten akan memperoleh sertifikat kompetensi di bidang yang diujikan. Namun, untuk terpilih menjadi peserta diklat, proses seleksi tetap dilakukan seperti diklat-diklat serupa di tahun-tahun sebelumnya.

Begitu pun untuk Diklat Operator Tambang Bawah Tanah untuk masyarakat Provinsi Kalimantan Timur. Untuk menjadi peserta diklat tersebut, seleksi dilakukan oleh BDTBT di Kantor Camat Tenggarong Seberang, 4 Februari 2020. Seleksi diikuti oleh 51 orang yang berasal dari 6 desa di Kecamatan Tenggarong Seberang, Kabupaten Kutai Kartanegara.

Kegiatan seleksi calon peserta dibuka langsung oleh Camat Tenggarong Seberang Bapak H. Suparman, S.Sos. M.Si. Kegiatan juga dihadiri perwakilan dari pihak PT GDM, perusahaan pertambangan yang selama ini menjalin kerjasama dengan BDTBT untuk menyerap alumni diklat masyarakat. Dalam sambutannya, Suparman menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan tahun ke tiga masyarakat di wilayahnya mendapatkan kesempatan untuk mengikuti pendidikan dan pelatihan di Balai Diklat Tambang Bawah Tanah Sawahlunto. Alumni Diklat Operator Tambang Bawah Tanah juga telah banyak diserap sebagai tenaga kerja tambang, baik tambang terbuka maupun tambang bawah tanah di wilayah tersebut, imbuhnya.

Kegiatan seleksi ini bertujuan menjaring calon peserta Diklat Operator Tambang Bawah Tanah layak secara administrasi, mampu secara akademis akademis, dan memiliki minat dan bakat yang sesuai dengan bidang diklat. Melalui proses seleksi ini, diharapkan akan mendapatkan masukkan yang baik dari bibit-bibit terbaik agar setelah melalui proses diklat nanti menghasilkan keluaran yang baik dan lulus uji kompetensi.

Akhirnya, setelah melalui proses seleksi administrasi, tulis, dan wawancara, terpilih 28 orang calon peserta yang akan mengikuti Diklat Operator Tambang Bawah Tanah. Diklat tersebut akan dilaksanakan pada tanggal 17 Februari sampai dengan 4 Maret 2020 di Balai Diklat Tambang Bawah Tanah Sawahlunto.

Mereka yang lolos saat ini menyisihkan sebagian peserta seleksi. Kelak, setelah selesai diklat dan uji kompetensi, diharapkan mereka memiliki nilai tambah agar dapat bersaing untuk mendapatkan peluang pekerjaan di dunia tambang bawah tanah. Selamat!!