Mencetak SDM yang Mampu Mengelola Peledakan pada Penambangan Bahan Galian

Mewakili Kepala PPSDM Geominerba, Kepala Sub Bidang Penyelenggaraan Diklat, Suherman Resmana membuka Diklat Pengelola Peledakan pada Penambangan Bahan Galian ( Juru Ledak kelas II ) Angkatan III, pagi tadi (14/8), di Gedung Diklat PPSDM Geominerba, Bandung.

Diklat ini akan berlangsung selama 15 hari (14-28 Agustus 2019), yang meliputi teori, diskusi dan tanya jawab. Tak hanya itu, praktik laboratorium maupun praktik lapangan serta evaluasi pun akan diberikan kepada seluruh peserta secara optimal.

Pengajar yang akan memberikan materi tak hanya dari PPSDM Geominerba, tetapi juga dari Polda Jawa Barat, Direktorat Teknik dan Lingkungan Mineral dan Batubara, Institut Tehnologi Bandung, Sekolah Tinggi Teknologi Mineral Indonesia (STTMI), dan Puslitbang Tekmira.

Sebanyak 14 orang peserta akan mendapatkam materi terkait Peraturan Perundangan Bahan Peledak dan Keselamatan Kerja Peledakan, Teori Peledakan, Praktek Teori Peledakan, Struktur Geologi Peledakan, Peta Situasi Peledakan, Ekonomi Peledakan, dan Peledakan Tambang Terbuka.

Selain itu para peserta juga akan melakukan Praktik Lapangan Bahan Peledak Industri, Pengeboran Lubang Peledak, Komputerisasi Peledakan di PT Dahana, Praktik Lapangan Peledakakan Produksi Tambang Bawah Tanah, Peledakan Terowongan, Peledakan Khusus, dan Dampak Peledakan di PT Antam.

Setelah semua rangkaian diklat berlangsung, para peserta juga wajib menyusun laporan peledakan. Dengan begitu diharapkan dengan telah usainya diklat Juru Ledak Kelas I ini para peserta mampu mengelola peledakan pada penambangan bahan galian sesuai dengan ketentuan yang berlaku sehingga dapat melaksanakan tugas dengan hasil yang memenuhi standard dan memiliki sertifikat juru ledak. (IR)