Kerja Sama RI-Denmark “INDODEPP” Segera Diimplementasikan

JAKARTA - Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi, Dadan Kusdiana hari ini (24/11) melaksanakan pertemuan Mini Steering Committee dengan Deputy Director General, Danish Energy Agency. Agenda pertemuan ini diantaranya membahas ekspansi kerja sama Indonesia-Denmark tahun 2020-2025, Work Programme 2021, serta peluang kerja sama lain di bidang energi dengan melibatkan pemangku kepentingan terkait.

Mini Steering Committee ini merupakan tindak lanjut atas pertemuan sebelumnya antara Menteri ESDM dan Menteri Iklim, Energi dan Utilitas Denmark. Pada kesempatan tersebut, telah dilaksanakan penandatanganan resmi Protokol Amandemen Kedua Indonesia - Denmark bidang Energi Terbarukan, Bersih dan Konservasi Energi yang merupakan pembaruan dari MoU yang ada dan sekaligus memfasilitasi Kerjasama INDODEPP dan kegiatan kerjasama energi lainnya di masa depan.

"Dengan senang hati saya laporkan bahwa dalam pertemuan itu, kedua Menteri menandatangani Protokol Kedua Perubahan MoU Indonesia-Denmark tentang Energi Terbarukan dan Bersih serta Kerja Sama Konservasi Energi. Selain itu juga dilakukan pembahasan tentang perluasan dan perpanjangan kerjasama energi bilateral kita melalui program INDODEPP selama lima tahun ke depan, serta tujuan bersama yang telah ditetapkan dalam program tersebut," ungkap Dadan.

Indonesia Denmark Energy Partnership Programme (INDODEPP) adalah kelanjutan program kerja sama bilateral Indonesia dan Denmark di bidang energi di bawah koordinasi forum Strategic Sector Cooperatioan yang akan berakhir pada tahun 2021. INDODEPP bertujuan untuk memenuhi kebutuhan energi nasional Indonesia secara berkelanjutan dalam memenuhi target Nationally Determined Contributions (NDC), target Sustainable Development Goal (SDG) 7 dan SDG13, serta pencapaian target 23% energi terbarukan pada tahun 2025. Pelaksanaan kegiatan INDODEPP akan dibiayai oleh Kementerian Luar Negeri Denmark.

Secara garis besar kegiatan-kegiatan INDODEPP terdiri dari 3 outcomes, yaitu:

1. Scenario-based long-term energy plans and regulation. Kegiatan ini bertujuan untuk menciptakan sistem yang andal sehingga meningkatkan investasi EBT.

2. Integration of renewable energy. Kegiatan bertujuan untuk peningkatan kapasitas nasional dalam rangka mempercepat penerapan dan integrasi energi terbarukan untuk mendukung dekarbonisasi lebih lanjut di sektor kelistrikan.

3. Enhanced national strategy for energy efficiency. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi energi melalui sektor bangunan industri, pembangkitan, serta bangunan komersial.

e3811c2d7f21a8a291fc72212f1520c8_p.jpeg

Menurut Dadan, implementasi kerja sama INDODEPP tidak menutup kemungkinan terbukanya kerja sama bidang lain yang belum disebutkan dalam dokumen kerja sama. Saat ini, Implementing Agreement INDODEPP masih dipelajari dan akan segera ditandatangi dalam waktu dekat agar implementasi INDODEPP dapat dilaksanakan pada tahun 2021. Ia juga berharap kerja sama RI-Denmark dapat berlangsung lebih lama dan memberikan manfaat sebesar-sebesarnya bagi penerima manfaat program ini.

"Indonesia dan Denmark telah menikmati hubungan timbal balik selama lebih dari satu dekade. Saya berharap kerjasama yang hebat dan telah berlangsung lama ini hanya akan berlangsung lebih lama lagi dan membawa manfaat sebesar-besarnya bagi orang-orang yang terkena dampak program ini," pungkasnya. (RWS/DLP)