Lampu Energi Surya ditunggu-tunggu oleh Masyarakat Lanny Jaya

LANNY JAYA, Jam menunjukkan pukul 10.00 WIT lewat namun hanya terlihat separuh kepala distrik yang hadir. Segera saja Bapak Christian Sohilait Sekda Kabupaten Lanny Jaya memulai membuka acara sosialisasi program Lampu Tenaga Surya Hemat Energi (LTSHE) dan verifikasi data penerima LTSHE. Dalam sambutannya Bapak Setda menyampaikan hanya dua distrik yang ada di dekat disini, distrik yang lainnya harus jalan kaki untuk mencapai kantor Bupati Lanny Jaya. "kita ada miss sedikit seharusnya mereka tidur disini, supaya acara bisa dimulai pada pagi hari" tegas Christian. Di Kabupaten Lanny Jaya tidak semua distrik ada jalan yang layak untuk sampai kantor Bupati. Bentangan alam berbukit dan bergunung serta minimnya jalan untuk kendaraan membuat akses warga dari kampung ke Tiom dibutuhkan waktu yang lama yaitu setengah sampai dengan satu hari jalan kaki.

Infrastruktur jalan dan energi listrik menjadi faktor penentu gerak laju pembangunan di Lanny Jaya. Kabupaten Lanny Jaya selama ini baru bisa diakses jalan darat melalui Wamena, dengan jarak tempuh 91 kilometer dan waktu yang diperlukan untuk sampai Lanny Jaya sekitar 3-4 Jam perjalanan dengan kondisi jalan mayoritas rusak dan bergelombang. "untuk membangun jalan baru disini diperlukan biaya 2,7 milyar per kilometer" ungkap Bapak Setda, mahalnya pembangunan jalan di Lanny Jaya dikarenakan mahalnya biaya bahan baku dan biaya operasional pembuatan jalan tersebut, sebagai contoh harga semen sekarang di Lanny Jaya sampai dengan 600.000,00/sak. "tapi begitu ada jembatan rusak atau tidak ada pesawat yang mengangkut harga semen bisa naik drastis sampai dengan 1 juta rupiah. Selain jalan darat, Lanny Jaya juga bisa diakses dengan pesawat perintis, walaupun ada jalur udara, namun seminggu cuman ada 2 kali dari Wamena.

Untuk energi listrik selama ini yang ada dari hasil pembangkit diesel yang dikelola oleh Pemda sendiri, jaringan terjauh yang bisa diakses listrik oleh warga sekitar 2 (dua) kilometer dari pembangkit, selebihnya gelap gulita. Hanya 2 (dua) distrik yang bisa terpenuhi listrik. Keberadaan energi listrik sangat ditunggu-tunggu oleh masyarkat Lanny Jaya. Untuk itu Kementerian Energi dan Sumber Daya mineral (ESDM) melalui Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) menjalankan amanah Bapak Presiden melalui Peraturan Presiden Nomor 47 Tahun 2017 Penyediaan Lampu Tenaga Surya Hemat Energi Bagi Masyarakat yang Belum Mendapatkan Akses Listrik untuk menerangi wilayah Indonesia Timur yang masih gelap gulita. Untuk kali ini diadakan sosialisasi dan verifikasi LTSHE di Kabupaten Lanny Jaya. Kegiatan ini untuk memberikan gambaran yang jelas apa itu program penyediaan LTSHE dan yang penting yaitu mendata ulang keberadaan calon penerima LTSHE secara riil melalui verifikasi data dari para Kepala Distrik di seluruh daerah Lanny Jaya.

"Untuk menerangi wilayah-wiayah yang masih gelap gulita, LTSHE ini adalah lampu yang sederhana dalam rangka menunggu jaringan yang patennya belum ada, untuk sementara kita akan bagikan LTSHE ini" ungkap Bapak Halim Sari Wardana Inspektur 1 (satu) Kementerian ESDM dalam sambutannya. Lampu ini sederhana, energinya dari matahari dan bisa dipindah kemana-mana tambahnya. "kami hadir disini dalam rangka mengetahui jumlah riil penerima LTSHE nama-namanya dan alamatnya. kami harap secepatnya data-data segera kami terima" tegas Halim.

Lebih lanjut Bapak Setda mengingatkan bahwa ini bukan program kampanye politik. "ini lampu bukan miliknya kegiatan politik, Semua rakyat punya hak mendapatkan lampu ini" Tidak ada keterkaitan LTSHE dengan kegiatan politik, ini adalah lampu program pemerataan kelistrikan di Indonesia timur, semua rakyat Indonesia berhak menikmati pembangunan sebagai perjuangan untuk energi berkeadilan sampai daerah pelosok dan terpencil. (BW)

Hak Cipta © 2017 Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral
Jl. Medan Merdeka Selatan No. 18
Jakarta Pusat 10110
Telp. 021 3804242 Fax. 021 3507210
Berita Geologi