Lomba Hemat Energi Gedung Perkantoran ESDM Kembali Digelar

e7f30770e5c8a59af1f8897875641ac6_p.PNG JAKARTA - Guna mendorong pelaksanaan konservasi energi serta memberikan penghargaan kepada unit-unit yang telah berhasil mengimplementasikan penghematan energi pada gedung perkantoran di lingkungan Kementerian ESDM, Lomba Hemat Energi Gedung Perkantoran di Kementerian ESDM kembali digelar tahun ini. Kantor ESDM yang tersebar di berbagai kota seperti Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Cepu dan Sawah Lunto, diharapkan dapat menghasilkan model-model bangunan gedung yang hemat energi, yang dapat menjadi contoh diperkantoran secara nasional.

"Efisiensi energi merupakan upaya yang dilakukan sesaat, namun diperlukan komitmen dan keberlanjutan dalam pelaksanaannya. Melalui perlombaanini kami mencoba untuk mendorongdan mengajak untuk turut serta mengkonservasi energi kita. Kami juga yakin kita memiliki semangat yang tinggi dalam mendukung penghematan energi", ujar Direktur Konservasi Energi, Luh Nyoman Puspa Dewi, dalam sambutannya mewakili Dirjen EBTKE pada kegiatan Launching Lomba Hemat Energi Gedung Perkantoran di Kementerian ESDM hari ini (25/2).

c54847c2a96415d1186637ae697d1711_p.jpeg

Keberhasilan konservasi energi memerlukan peran serta seluruh pihak, khususnya sisi pengguna energi, seperti industri, bangunan, transportasi, dan rumah tangga. Pemerintah pun telah mengeluarkan berbagai regulasi dan mengembangkan berbagai program untuk megajak stakeholder dan seluruh masyarakat melakukan konservasi energi dengan menggunakan energi secara hemat, yaitu menggunakan energi secara efisien dan rasional tanpa mengurangi produktivitas, keamanan dan kenyamanan.

Sektor bangunan dan gedung merupakan salah satu pengguna energi besar yang ditunjukkan dengan konsumsi energi sebesar 36 juta setara barrel minyak. Adapun potensi penghematan penghematan energi pada sektor ini sebesar 10 - 30%. Penghematan ini dapat dicapai, baik dari operasi dan pemeliharaan gedung yang sesuai dengan prinsip-prinsip konservasi energi, maupun dengan penggantian peralatan. Mungkin saat ini pengelolaan energi belum menjadi perhatian pengelola dan pemilik gedung. Namun ke depan, dengan tingginya harga energi di Indonesia, penghematan energi adalah solusi untuk mengelola gedung secara berkelanjutan dan murah.

Lomba Hemat Energi ini akan berlangsung mulai Februari 2021 hingga Mei 2021. Adapun kriteria penilaian terdiri dari manajemen (kebijakan dan peraturan, organisasi, program yang telah dilakukan, rencana program, peningkatan kapasitas dan kesadaran); implementasi teknis (efisiensi energi pada desain pasif, efisiensi energi pada desain aktif, pemanfaatan energi terbarukan, kualitas lingkungan ruangan, pengoperasian dan pemeliharaan) serta dampak (total penghematan energi, indeks efisiensi energi, dampak lingkungan, dampak ekonomi, keindahan dan kebersihan).Penilaian lomba dilakukan oleh Dewan Juri Lomba yang terdiri dari beberapa perwakilan dari Staf Ahli Menteri ESDM, Tenaga Ahli Menteri ESDM, Ketua dan Anggota Dharma Wanita Kementerian ESDM, Akademisi, Tenaga Ahli di Bidang Konservasi Energi, Kementerian Kesehatan, dan perwakilan Direktorat Jenderal EBTKE.

b4759f36e211a2aaa70fda6e7c29fdf2_p.jpeg

Dalam laporannya, Koordinator Bimbingan Teknis dan Kerja Sama Konservasi Energi, Florentius Hendro Gunawan, mengungkapkan apabila diasumsikan satu unit mengikutsertakan satu gedung maka potensi penghematan energi akan mencapai1,5 s.d 4,6 MWh per tahun, penghematan biaya listriksebesar 2,06 s.d 6,18milyar Rupiah per tahun serta penurunan emisi Gas Rumah Kaca diperkirakan sebesar 1.34 s.d 4.01 ton CO2 per tahun.

Tak hanya sebagai bentuk apresiasi dan dorongan untuk menerapkan upaya penerapan efisiensi energi di bangunan Gedung, kegiatan lomba ini juga menjadi sarana uji coba standar Intensitas Konsumsi Energi (IKE) Gedung KESDM. Dan pemenang lomba ini nantinya diharapkan akan menjadi percontohan bangunan Gedung hemat energi di instansi Pemerintah Pusat dan Daerah, serta akan diikutsertakan pada penghargan Subroto bidang efisiensi energi, bersaing degan gedung perkantoran swasta dan pemerintah lainnya. Pemenang Penghargaan Subroto akan dikirimkan ke ajang Asean Energy Award, dan diharapkan Gedung Kementerian ESDM dapat terpilih kembali menjadi pemenang, mengikuti Gedung Heritage dan Chairul Saleh.

Sejak awal penyelenggaraan ASEAN Energy Award, Indonesia selalu memperoleh penghargaan atau Award dalam setiap keikutsertaannya, sehingga sebagai Winner ataupun Runner-Up, khususnya di bidang Efisiensi dan Konservasi Energi.Pada tahun 2020, Kementerian ESDM mengirimkan dua gedung untuk ikut serta padaASEAN Energy Award, berhasil meraih dua buah penghargaan yaitu Gedung Heritage sebagai 1st runner-up pada kategori Small & Medium Green Building. Sementara, Gedung Chairul Saleh sebagai 2nd runner-up untuk kategori Small & Medium Energy Management in Building.

Kepala Biro Umum, Upik Jamil, yang hadir sebagai pembicara yang menyampaikan materi kisah sukses pengelolaan bangunan Gedung Kementerian ESDM dan Sekretariat Jenderal KESDM yang berhasil menjadi pemenang, mengungkapkan harapannya agar gaung konservasi energi tidak hanya intermiten (berjeda) tetapi terus diterapkan menjadi kultur budaya sehari-hari, selalu menjadikan hemat energi sebagai bagian dari gaya hidup. Hadir pula Boyke Lakaseru, selaku Project National Manager Proyek MTRE3 UNDP yang menyampaikan terkait implementasi ISO 500001. (DLP)